Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
47.Merasa kehilangan


__ADS_3

"Arga kan pindah sekolah!!!"


Deg


Jawaban Bagas membuat lutut Naya terasa lemas bahkan hatinya menjadi deg degan tak karuan.Bahkan trophy yang sedang dia pegang pun hampir terjatuh ke lantai kalau saja Bela tidak sigap menangkapnya.Nafas Naya seakan terhenti,bumi pun seolah berhenti berputar dia benar benar tidak mengetahui hal ini sama sekali.Tapi mengapa Arga sampai tidak mengabarinya?apa segitu kecewanya Arga pada dirinya setelah kejadian itu?tapi kan seharusnya yang marah disini adalah dirinya dan bukan Arga.Lalu lantas kenapa Arga yang bersikap demikian?Naya benar benar tidak mengerti dengan pemikiran Arga,ada apa sebenarnya dengan Arga sampai Arga mengacuhkan dirinya?apa kesalahan yang sudah diperbuat oleh dirinya sampai pergi pun Arga tidak berpamitan pada dirinya?


Bagas dan Bela saling melempar pandangan karena Naya malah melamun dengan tatapan mata kosong.Kemudian Bela pun mengguncang tubuh Naya dengan lumayan kencang,karena dia takut nanti Naya kesambet,pikir Bela.


"Nay?kenapa?"tanya Bela heran,dia pun sampai berpindah posisi dengan Bagas agar bisa lebih dekat dengan Naya yang tampaknya sangat shock setelah mendengar jawaban dari Bagas.Tapi Naya kembali bengong karena memang dia sangat terkejut dengan kabar dari Bagas.Bela pun kembali menggoyangkan tubuh Naya dan kali ini lebih kuat sanpai membuat Naya tersentak karena kaget.


"Maaf nay..abisnya aku takut kamu kesambet"ucap Bela yang kemudian disambut gelak tawa Bagas yang merasa lucu dengan pemikiran pacarnya itu.Bela memang cantik dan primadona di sekolah,tapi dia tak menyangka kalau pemikiran Bela begitu kolot dan masih mempercayai hal hal tahayul seperti itu.


"Loh kok kamu ketawa sih gas?bener kan kalau kita bengong nanti kita gampang kemasukan setan?"tanya Bela dengan nada manja.Sedangkan Naya hanya mendengarkan keduanya saling beradu argumen,namun pikiran dia masih tetap pada Arga.

__ADS_1


"Lagian kamu mah ada ada aja deh,segala kesambet dibawa bawa.Kalau Naya kesambet beneran gimana?"ledek Bagas yang senang sekali mengerjai Bela,bagi Bagas Bela akan terlihat semakin cantik kalau dia sedang marah.


"Emmmm gas..bel..makasih yah buat infonya,kalau gitu aku pulang duluan yah soalnya Jihan udah nungguin aku."pamit Naya yang kemudian berdiri.


"Oke...lo ati ati Nay,takut lo gak percaya lo tanya sendiri aja sama Arga ."titah bagas sambil mengacungkan jempol kanannya.Naya pun hanya mengangguk setuju,Bagas benar sepertinya dia harus menghubungi Arga duluan untuk memastikan kabar yang Bagas berikan benar adanya.Naya pun langsung berlari ke arah Jihan yang sudah berdiri menunggu dirinya di gerbang sekolah.


Saat mereka sudah di tepi jalan,Jihan dan Naya langsung menaiki angkot yang sepertinya sedang ngetem di depan sekolahan mereka.Tatapan naya kosong,dia seperti sudah kehilangan semangat bahkan yang ada di kepalanya saat ini hanya nama Arga dan Arga.Sedangkan Jihan begitu sibuk dengan ponsel miliknya,dia sedang bertukar pesan dengan pacarnya Reno karena sore ini mereka sudah ada janji untuk pergi keluar.Setelah selesai mengirimkan pesan pada Reno,Jihan langsung memasukan kembali ponsel miliknya ke dalam saku bajunya kemudian tak sengaja melihat Naya yang sedang bengong.Jihan menepuk bahu Naya dan menggoyangkannya.


"Nay...aku perhatiin udah beberapa hari ini kamu bengong terus?ada apa sih?cerita dong sama aku?"cecar Jihan yang mulutnya sudah merasa gatal dari kemarin.


"Lo tahu darimana?emang Arga bilang sendiri?terus alasan dia apa sampai harus pindah sekolah segala?"tingkat kepo Jihan mulai meningkat lagi,dia terus mencecar naya dengan begitu banyak pertanyaan sedangkan Naya saja tidak tahu jawabannya.Naya terdiam,dia benar benar sedang memikirkan apa yang menjadi alasan Arga sampai pindah padahal tinggal setahun lagi mereka lulus.Atau karena pertengkarannya kemarin dengan dirinya?pikir Naya.Tapi Naya merasa itu bukan penyebab utamanya,memangnya siapa Naya sampai dia harus merasa menjadi orang penting dalam hidup Arga apalagi kalau mengingat senyuman terakhir Arga saat duduk dengan Lusi membuatnya semakin yakin kalau perdebatannya beberapa minggu lalu bukan pemicunya.


"Nay...Naya..."panggil Jihan,dia bertanya Naya malah diam dan kembali melamun.

__ADS_1


"maaf han..ah untuk itu aku juga enggak tahu,aku juga baru tahu dari Bagas han."sahut Naya yang kemudian memeriksa ponselnya siapa saja memang ada pesan dari Arga untuknya hanya saja tidak terbaca olehnya.Naya menscroll layar ponsel miliknya ke atas lalu ke bawah lagi berharap dugaannya itu benar.Tapi yang dia cari pun tak ada sampai berpuluh puluh kali dia memeriksa ponselnya pun pesan dari Arga memang tidak ada.Hati Naya kembali menciut,sebegitu tidak ada celah nya kah untuknya di hati Arga sampai dia berharap ingin dianggap menjadi orang penting dalam hidup Arga seperti dirinya yang selalu menganggap Arga sesuatu yang penting.Naya kembali menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.Jihan merasa bingung baru saja dia akan mencari tahu tentang Arga,malah targetnya sekarang pergi begitu saja.Jihan merasa kasihan dengan Naya,karena dia tahu bagaimana Naya menyimpan rasa sukanya pada Arga tanpa harus memperlihatkannya.


Kurang lebih setengah jam mereka menempuh perjalanan menggunakan angot,akhirnya Jihan dan Naya sudah sampai di rumah mereka masing masing.Naya langsung saja merebahkan dirinya di atas kasur kemudian meraih kembali ponselnya,dia ingin memeriksa kembali ponselnya.Siapa tahu saja memang ponselnya yang error,tapi lagi dan lagi dia harus menerima kenyataan kalau memang Arga tidak memberinya kabar sama sekali karena kondisi ponselnya masih berfungsi dengan baik.Naya terus memandangi layar ponselnya,dia bingung haruskah dia yang menghubungi Arga terlebih dulu dan memastikan kabar itu benar atau tidak sesuai saran dari Bagas tadi.Tidak ada pilihan lain,Naya akhirnya menuruti saran dari Bagas.Dengan mengucap basmallah Naya memencet tombol panggilan lalu kemudian menempelkan ponsel miliknya tepat di telinganya.


Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi....


Tut


Naya memutuskan panggilan teleponnya karena ternyata nomor Arga tidak bisa dihubungi sama sekali.Tapi Naya tidak menyerah,dia kembali menekan tombol panggilan untuk kembali menghubungi Arga.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.....


Tut

__ADS_1


Naya menghembuskan nafasnya dengan kasar karena untuk kedua kalinya nomor Arga masih tidak bisa dihubungi.Naya merasa putus asa,dia bingung harus melalui siapa dia mencari tahu.Naya tampak memejamkan matanya sambil memikirkan bagaimana cara dia bisa menghubungi Arga.


Bersambung


__ADS_2