
“pah…besok mama izin yah mau berangkat ke rumah ayah sekalian mau menjenguk arga?”ucap mama anita yang kini sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya.Entahlah semenjak pembicaraannya dengan kakek abimana pintu hati mama anita sedikit terketuk dimana kakek abimana meminta anaknya itu untuk memperbaiki hubungannya dengan suami dan anaknya.Dia sampai harus berperang hebat melawan hati kecilnya karena masih ragu melepas bisnis salon kecantikannya dan melimpahkan sepenuhnya pada orang lain yang dia percaya.Hingga pada akhirnya dia lebih memilih keluarga kecilnya dan melimpahkan semua urusan pekerjaannya pada orang kepercayaannya di kantor.Mama anita hanya akan sesekali saja datang untuk sekedar memantau,karena semua dokumen masih harus mendapatkan tanda tangan darinya langsung.Dan hal itu justru mendapat sambutan hangat dari sang suami yang sangat mendukung keputusan istrinya itu berharap niatnya itu tak hanya sekedar di mulut saja.
“kalau begitu aku akan ikut?”ucap papa gery yang mulai bahagia melihat perubahan sikap istrinya yang sudah mulai peduli dengan keluarganya.
“memang papa tidak pergi ke kantor besok?”sahut mama anita senang karena suaminya juga akan ikut.
“aku akan mengambil cuti beberapa hari”
“baiklah kalau begitu nanti mama akan mengemas pakaian kita yang akan dibawa kesana.”
“hmmm”
__ADS_1
Di sekolah arga sejak daritadi melayangkan tatapannya ke arah pintu karena sudah mau jam pelajaran di mulai naya belum datang juga padahal setahu dia naya itu orang yang sangat rajin dan hampir tidak pernah terlambat.Apa naya sakit?atau naya kenapa napa?kepala arga sudah dipenuhi dengan ribuan pertanyaan.Begitupun juga dengan jihan sahabat naya,mereka sepertinya kompak datang terlambat ke kelas.Bel sekolah pun berbunyi,barulah naya datang dengan jihan dan langsung duduk di kursinya.Tanpa sadar arga mengulas senyum kecil karena ternyata naya tidak terlambat dan tidak sakit seperti apa yang tadi dipikirkannya.Sebenarnya naya dan jihan sudah datang ke sekolah sejak dari pagi,cuma dia gak mau berpapasan dengan arga dan memutuskan untuk masuk kelas saat bel sudah berbunyi,dengan begitu dia dan arga tidak mempunyai kesempatan untuk mengobrol.Tapi sepertinya arga belum menyadari penuh dengan perubahan sikap naya.
Dia yang jatuh cinta kenapa aku juga ikut repot?gerutu jihan.
jam pelajaran pertama telah usai dan kini giliran jam kedua dimulai,arga hendak berjalan menghampiri naya untuk sekedar bertegur sapa karena dari kemarin dia belum ngobrol lagi dengan naya sekaligus menanyakan tentang yang dia lihat di toko buku apa benar itu naya atau bukan?Naya yang menyadari arga mendekat padanya langsung saja beranjak dari kursinya lalu berdiri
“han..aku ke toilet dulu”ucap naya yang langsung saja berlari.Disini barulah arga menyadari perubahan sikap naya,dia merasa naya sedang menghindarinya saat ini terbukti sudah beberapa kali naya melakukan gerakan spontan saat dirinya akan mendekat ke arah naya.Arga yang penasaran lansgung saja membuntuti naya ke toilet,dia pun menyenderkan punggungnya di depan toliet wanita karena tidak mungkin dia menerobos masuk bisa bisa dia digebukin masa satu sekolah saat itu juga.Entah apa yang dilakukan naya di dalam karena sudah hampir sepuluh menit naya tidak keluar,arga pun masih setia menunggunya.Saat naya melangkahkan kakinya keluar toilet dia begitu kaget karena arga sudah berada tepat di depannya dengan posisi badan arga menutupi jalan naya.Naya berusaha untuk menghindar tapi dengan gerakan cepat arga mencekal tangan naya arga menarik tangan naya sehingga posisi naya kini berada tepat di hadapan dengan arga dan dengan jarak yang begitu dekat.
Naya menjadi kikuk,dia tidak mungkin berterus terang kalau saat ini dia memang sedang meghindar dari arga,kalau arga bertanya alasannya apa,itu sama saja mengungkap persaaannya secara tidak langsung.Naya masih diam seribu bahasa sambil melihat celah agar dia bisa kabur dari arga.Tapi tubuh arga benar benar menutupi jalannya karena toilet yang berada di dalam lorong kecil.
“menghindar?aku gak mengindar dari kamu ga.”sela naya cepat dia benar benar sudah ingin pergi dari hadapan arga sekarang juga karena semakin lama bersama arga membuat jantungnya tidak aman.
__ADS_1
“bohong..”arga masih mencekal tangan naya,dia melihat ada kebohongan dalam diri naya karena naya tidak berani menatap matanya.
“arga tolong lepas,kita masih ada tugas dari bu indri.”naya berusaha melepaskan genggaman arga tapi tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan tangan arga.Barulah kemudian dia memberanikan untukmenatap mata arga,hatinya merasa damai saat matanya dan mata arga bertemu untuk pertama kali dalam jarak yang sangat dekat.Tapi naya kembali memalingkan wajahnya.
“jawab aku naya,apa aku ada salah sama kamu?”
kamu gak ada salah apa apa ga,justru aku yang salah karena aku malah menyukaimu.Aku benar benar gak bisa di dekatmu terus,aku takut aku semakin tidak bisa menghentikan perasaan ini.Jadi aku lebih baik menghindar,apalagi kamu sudah ada bela.
“arga..naya..?”ucap seseorang yang tiba tiba saja sudah berdiri tepat di belakang arga,dia adalah bela yang kebetulan dia juga ingin pergi ke toilet,tapi malah tak sengaja bertemu dengan arga yang terlihat sedang berbicara serius dengan naya.Arga melepaskan cekalannya,ia gak mau kalau bela berpikiran negatif tentangnya dan juga naya.Hati naya kembali memanas saat arga tahu bela datang dengan sigap arga langsung melepaskan pegangannya,mungkin arga takut bela berpikiran yang tidak tidak antara dirinya dan arga apalagi ini di lorong toilet.
“maaf saya permisi.”naya langsung pergi kembali ke kelas meninggalkan arga dan bela berdua.
__ADS_1
Bersambung