Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
51.Suara Siapa itu?


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Mendengar suara pintunya,Arga yang sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur pun langsung bangkit kemudian berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.


"Sayang..udah waktunya makan malam,kita turun yuk!!!"ajak mama Anita yang kini sudah berdiri di ambang pintu sambil membelai lembut pucuk kepala Arga.


"Aku gak iku makan yah mah,aku mau tidur aja.Lagipula aku masih kenyang"tolak Arga,padahal bukan itu alasan sebenarnya.Entahlah semenjak dirinya melihat Naya begitu dekat dengan laki laki lain,mood Arga menjadi buruk.


"yakin?yasudah kalau gitu mama turun dulu yah soalnya papa kamu sudah nunggu di bawah."ucap mama Anita yang kemudian mencium kening anaknya tersebut.Arga pun hanya menatap punggung sang mama sebelum menghilang dibalik tembok kemudian dia kembali menutup pintu kamarnya dan untuk seperkian detik Arga sudah tertidur pulas diatas tempat tidurnya.


Keesokan paginya.saat berangkat sekolah.Jihan yang treingat Arga langsung menanyakan pada Naya yang sekarang sedang fokus membaca buku di dalam angkutan umum.


"oia Nay..kemarin lo jadi ketemu Arga ga?"tanya Jihan penasaran,Jihan sudah bisa menebak pasti kemarin merasa bahagian karena bisa bertemu dengan cinta dalam diamnya itu.Jihan merasa tak sabar mendnegar cerita dari Naya tentang pertemuannya kemarin dengan Arga sekaligus dia pun ingin tahu apa yang menjadi alasan arga pergi secara mendadak.Mendengar pertanyaan Jihan menciptakan kerutan halus di kening Naya,dia sama sekali tidak paham dengan apa yang ditanyakan oleh sahabatnya itu.


"Apa han?Arga?kemarin?"tanya Naya kembali,dia hanya ingin memastikan pendengarannya tadi tidak salah dengar.Jihan yang bingung pun hanya bisa menganggukan kepalanya dan itu membuat Naya tak percaya sedangkan kemarin dia tidak bertemu dengan Arga sama sekali.


"Iya Arga,dia kemarin datang ke sekolah terus nanyain lo juga.Cuma waktu itu kebetulan lo masih ada ulangan jadi gue suruh dia nunggu lo.Tapi beneran lo ga ketemu sama dia?"


Deg


Arga nyariin aku?apa dia mau ngasih tahu alasan dia pindah tiba tiba?gumam Naya.


"Tapi aku gak ketemu sama dia han,aku kemarin pulang di jemput sama kak Dewa"sahut Naya yang memang tidak bertemu dengan Arga.


"Kak Dewa?sepupu yang udah lo anggap kakak lo sendiri itu bukan?yang ganteng itu bukan Nay?"tanya Jihan antusias,dia memang pengagum berat sepupu Naya yang bernama Dewa itu.

__ADS_1


"Iya..kemarin kak Dewa ngajakin aku keliling mall seharian.Terus Arga bilang apa han?"Naya pun tak kalah penasaran,dia sangat menyayangkan dirinya yang kemarin tidak bertemu dengan Arga,padahal dia sudah merasa rindu dengan Arga setelah hampir beberapa minggu tidak bertemu.Ada rasa kecewa yang masuk ke dalam relung hati Naya.


"Ya dia cuma bilang pengen ketemu sama lo,eh tapi tunggu deh kemarin aku sempet minta nomor baru dia Nay.Ternyata ponsel dia yang lama hilang jadi dia gak bisa hubungi siapapun disini."ucap Jihan sambil mengeluarkan ponsel miliknya kemudian memperlihatkan dua belas digit nomor ponsel Arga yang baru.Naya pun langsung meminta Jihan untuk mengirimkan nomor Arga kepada dirinya melalui pesan singkat pada dirinya.Dia berencana akan menghubungi Arga saat jam pulang sekolah nanti,takutnya memang ada hal penting yang Arga ingin sampaikan pada dirinya.Ada rasa senang dan secercah harapan yang diarasakan oleh Naya,akhirnya dia bisa mendengar kembali suara laki laki yang begitu dia rindukan dan hanya bisa berjumpa dengan sang pemilik hati hanya dalam mimpinya.


Saat jam istirahat Naya tak sengaja berpapasan dengan Lusi,namun yang aneh kali ini adalah Lusi yang biasanya jutek dan juga cuek pada dirinya kini malah bersikap biasanya.Malah hal yang tidak disangka Naya,Lusi mau menyapa dirinya terlebih dulu.


"Hai Naya..lo masuk kelas IPA 1 yah?selamat yah.Padahal gue juga pengen masuk kelas itu eh tapi malahan nilai aku anjlok kemarin."ucap Lusi yang terlihat akrab.Sedangkan Naya hanya bisa melongo dengan sikap Lusi yang mendadak baik padanya,dia hanya takut kalau Lusi sedang merencanakan sesuatu kepada dirinya karena Naya tahu Lusi adalah penggemar berat Arga.


"Ah iya Lus...kamu sekelas sama Jihan kan?"tanya Naya bingung,entah dia harus melontarkan pertanyaan apa sebenarnya karena dia masih canggung dengan sikap Lusi.


"Iya gue sekals ama temen lo yang nyebelin itu"jawab Lusi yang tiba tiba saja memasang wajah cemberutnya.


"jihan sebenarnya baik ko Lus,cuma memang dia orangnya ceplas ceplos aja."jawab jujur Naya.


"Iya sih..oia Nay yaudah gue tinggal dudlu yah soalnya gue mau ke kantin bareng Desi,atau lo mau ikut bareng?"ajak Lusi.


"oh ok deh,yaudah kalau gitu aku duluan yah Nay..daahhh"Lusi pun pergi menuju kantin meninggalkan Naya yang masih tebengong bengong.


*






__ADS_1



Jam sekolah pun sudah berakhir dan kini Naya sudah sampai di rumahnya.


"assalamualaikum...."sapa Naya saat memasuki rumahnya yang sangat sepi,karena kalau jam segini ayahnya masih berada di toko dan ibunya menyusul ke toko untuk mengantarkan makan siangnya.


Naya sebenarnya sudah merasa tidak sabar untuk menghubungi Arga,namun seperti biasa dia akan melaksanakan sembahyang lima waktunya terlebih dulu kemudian makan baru setelah itu dia akan menelpon Arga.


Setengah jam kemudian Naya sudah menyelesaikan semua kegiatannya kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil muloai mengotak ngatik ponsel miliknya.Dia hendak mencari nomor Arga yang tadi pagi sudah dikirimkan oleh Jihan pada dirinya.Tanpa lama Naya pun langsung memencet nomor tersebut.


Tut


Tut


Tut


"Hallo....!!!!"sapa seorang wanita di ujung telepon.


Deg


Ada rasa cemburu yang menjalar di hati Naya saat yang menyapa dirinya adalah seorang wanita muda terdengar dari suaranya.Padahal tadi dirinya sudah merasakan senang yang luar biasa karena sebentar lagi dia akan mendengar suara laki laki yang dia rindukan.Naya sampai harus melihat kembali layar ponselnya untuk memastikan dia tidak salah nomor,tapi nama Arga tertera disana itu artinya nomor tersebut memang nomor Arga.Naya hendak memutuskan panggilannya karena dia berpikir mungkin Jihan salah mengetik nomor Arga sehingga membuat dia salah sambung dan malah menghubungi orang lain.Namun hal itu dia urungkan saat telinganya mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.


"Siapa ra?"tanya Arga disana pada wanita tersebut.


"Gak tahu ga..gak ada namanya juga,orang salah sambung kali yah?"ucap wanita tersebut.Naya hanya bisa mendengarkan obrolan laki laki yang dia yakini adalah suara Arga tapi entah siapa wanita tersebut karena sampai harus mengangkat telepon milik Arga.Naya tak berniat sedikit pun untuk berbicara walaupun dia merasa penasaran.


"yaudah matiin aja deh gak penting juga."titah Arga pada wanita itu,dan sedetik kemudian panggilan itu terputus secara sepihak.Tak terasa air mata Naya mulai berjatuhan melewati kedua pipinya,hatinya merasakan sakit yang luar biasa saat mengetahui laki laki yang disukainya sedang bersama wanita lain.Dia pun akhirnya memilih untuk menangis mengeluarkan semua unek uneknya sambil memeluk guling.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2