
"Naya??"
"Arga??"
Ucap Arga dan Naya bersamaan.Dea yang berdiri di samping Naya pun sampai harus menoleh kala telinganya mendengar Naya memanggil bos mereka tanpa ada kata"pak" di depannya,dari situ pun dia sudah bisa menangkap kalau Naya dan juga bos dia pasti sudah saling mengenal.
Sempat menghentikan langkahnya,Arga pun kembali melanjutkan langkah kakinya dan semakin berjalan mendekat kepada kedua wanita yang sedang berdiri menatapnya.
"Selamat pagi pak Arga"sapa Dea sambil membungkukan badannya.
"Selamat pagi Dea,jadi benar ini adalah sekertarisku yang baru?"tanya Arga pura pura tidak tahu padahal keberadaan Naya di kantornya sekarang karena ada campur tangan Arga sendiri.
Flashback On
Siang itu Arga sudah tiba di kantornya,niat hati ingin berangkat ke kantor lebih awal tapi ternyata seorang klien penting menghubunginya dan meminta pertemuan mereka di adakan diluar saja.Dengan terpaksa Arga pun menyetujuinya karena baginya kerjasama yang sedang dia jalin sekarang cukup membsri keuntungan yang sangat besar untuk perusahaannya.
Arga memarkirkan mobilnya tepat di depan lobi kantor,dia tidak menyadari kalau sebenarnya ada seorang gadis yang sedang memperhatikannya dari arah jauh.Namun Arga tidak menyadari hal itu karena dia terus berjalan melangkahkan kakinya ke dalam perusahaannya.Saat tiba di lantai dasar,Arga tak sengaja bertemu dengan papanya yang sepertinya sedang terburu buru.
"Loh pah..mau kemana?"tanya Arga heran,pasalnya dia tidak pernah melihat wajah papanya begitu sedih.
"Papa baru saja mendapatkan kabar kalau sahabat papa meninggal,jadi papa berencana untuk datang menghadiri acara pemakamannya."sahut papa Gery sambil mengancingkan jas miliknya.
"Kalau begitu aku ikut pah"pinta Arga menawarkan diri.
__ADS_1
"Tidak perlu..lagipula ada pak Deden yang sudah menunggu papa.Dan papa minta nanti kamu menggantikan papa untuk meeting direksi dua jam lagi.Oia sama satu lagi,calon sekertarismu yang baru sudah papa wawancara,tapi papa serahkan kembali sama kamu apakah kamu menyetujuinya atau tidak"
"Baiklah pah terima kasih,biar nanti aku minta file CV nya ke bagian HRD untuk aku periksa."jawab Arga.
"yasudah kalau begitu papa berangkat mau jemput mama kamu dulu."ucap papa Gery sambil menepuk pundak anak laki laki kebanggaannya tersebut.
"Baik pah..hati hati"pesan Arga sambil menatap kepergian papanya menuju mobil yang sudah terparkir di lobi kantor dimana pak Deden sebagai supir pribadi keluarga mereka sudah menunggu kedatangan majikannya.
Arga pun bergegas menuju ke lantai dua puluh dimana ruangannya berada.Sesampainya dia disana,dia langsung teringat pesan papanya yang mengatakan kalau kandidat untuk mengisi posisi sekertarisnya yang kosong sudah ada.Untuk itu tidak perlu menunggu lama,Arga langsung menghubungi pihak HRD di kantornya untuk mengirimkan CV pelamar tersebut untuk dia periksa.Walaupun dia yakin dengan pilihan papanya adalah yang terbaik.Arga memang sangat butuh cepat seorang sekertaris,karena tanpa ada sekertaris yang mengatur semua agendanya dia merasa kerepotan juga.Akhirnya dia pun meminta pada pihak kantor untuk memasang info lowongan kerja untuk mengisi posisi sebagai sekertaris pribadi.
Dan ternyata antusias dari pelamar kerja begitu tinggi,karena tak berselang lama setelah iklan itu dipasang.Email perusahaannya diserbu oleh begitu banyak email pelamar yang melamar kerja di kantornya.
Tak butuh waktu lima menit,apa yang diminta Arga pun masuk melalui emailnya.Tanpa rasa curiga,Arga pun langsung membuka file tersebut.Dan betapa terkejutnya dia saat matanya menatap biodata seorang gadis yang hampir semua isinya itu sama persis dengan gadis di masa lalunya.Dia pikir sejak kekecewaan dirinya pada gadis tersebut,dia tidak akan pernah dipertemukan kembali dengannya.Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain,karena justru di kantornya lah dia akan kembali dengan gadis yang pernah dia sukai.Arga sampai harus membaca isi biodata itu berulang kali untuk memastikan penglihatannya tidak salah.Saat memastikan semua itu adalah nyata,tanpa pikir panjang Arga langsung meminta pada pihak HRD untuk kembali menghubungi pelamar bernama Nayarra Adelia kalau dia diterima bekerja disana.
Flashback Off
"Betul pak..ini Nayarra Adelia yang akan mengisi posisi sekertaris pribadi bapak"ucap Dea.Sedangkan Arga terus menatap Naya tanpa berkedip,Naya yang mendapatkan tatapan tajam dari laki laki yang sedang berdiri di hadapannya saat ini pun akhirnya memilih untuk bersikap seolah mereka baru saling mengenal.
"Selamat pagi pak Arga..perkenalkan saya Naya,sekertaris baru anda.Semoga saya bisa bekerja dengan baik untuk anda"ucap Naya sambil mengulurkan tangan kanannya.Hal itu menciptakan kerutan halus di dahi Arga,kenapa Naya bersikap di luar dugaannya pikir Arga.Tak ingin memperlihatkan keterjutannya,akhirnya Arga memilih untuk menyambut uluran tangan Naya.
"Selamat bergabung di perusahaan ini Naya,semoga kamu betah bekerja disini"ucap Arga sambil mencengkram tangan Naya dengan kuat seolah dia sedang meminta jawaban atas sikap Naya yang seolah tak mengenalnya seperti sekarang.
"oia Dea..khusus untuk Naya,biar saya saja yang akan memberikan arahan langsung tentang apa saja yang harus dia kerjakan.Jadi kamu bisa kembali bekerja ke meja kamu sekarang"perintah Arga yang membuat Dea merasa heran,karena biasanya untuk sekertaris baru dia yang akan mengajarinya tapi saat ini justru pak Arga sendiri yang meminta agar dirinya saja yang akan melakukan hal tersebut.Tapi dia tidak menaruh curiga sedikit pun,justru Dea merasa lega karena akhirnya pekerjaan dia tidak bertambah.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saya permisi"pamit Dea kepada Arga,kemudian mengacungkan dua jempolnya kepada Naya sambil mengucapkan kata semangat tanpa bersuara,sebelum akhirnya Dea benar benar menghilang dari hadapan kedua manusia yang saat ini justru terlihat canggung.
"Naya..kamu masuk ke ruangan saya sekarang!!!"titah Arga dengan wajah datarnya sambil berjalan menuju ruangannya.Naya yang sudah tahu apa yang akan terjadi di dalam pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar,tapi tetap menuruti perintah bos nya tersebut.
Saat dirinya sudah masuk di dalam ruangan Arga,Naya merasa suhu di dalam ruangan tersebut tiba tiba berubah menjadi panas padahal sebenarnya sangat dingin.Entahlah semenjak tadi Arga menatapnya dengan tajam Naya merasa sikap Arga jauh lebih dingin dan cuek padanya.Naya melihat Arga tengah berdiri menatap ke arah luar jendela gedung perkantoran tersebut,dengan kedua lengannya yang dimasukan ke dalam saku celananya.Naya terus menatap punggung itu,punggung yang selama ini ia rindukan,rasanya detik ini juga Naya ingin berlari dan memeluk laki laki tersebut.Tapi Naya menahan dirinya,dia tahu Arga pasti sudah memiliki kekasih karena dia teringat beberapa tahun lalu saat dia melihat akun sosmed milik Arga,dia masih ingat betul bagaimana Arga berfoto mesra dengan seorang wanita.
"Apa kabar kamu Nay?"tanya Arga sambil membalikkan badannya kemudian berjalan menghampiri Naya.Sedangkan Naya yang masih merasa gugup karena Arga terus berjalan ke arahnya dia pun spontan memundurkan tubuhnya sampai mentok pada dinding.
"Kabar aku baik,kamu sendiri?"tanya Naya sambil menunduk tak berani menatap Arga yang kini sudah berdiri tepat di hadapannya dengan jarak hanya beberapa senti saja.Bahkan aroma parfum yang digunakan Arga saja sangat tercium di hidung Naya,belum lagi hembusan nafas berat Arga begitu terasa menyapu wajah cantiknya.
Tanpa Naya sangka,tangan Arga menyentuh dagunya lalu kemudian membawa wajah Naya untuk menatap wajah Arga sampai akhirnya tatapan mereka bertemu.Kedua tatapan yang menyimpan penuh kerinduan itu terus menyalurkan rasa yang mereka pendam selama ini.Dengan perlahan Arga memajukan wajahnya ke arah Naya lalu tanpa permisi dia mendaratkan bibirnya di bibir merah milik Naya.
"Aku merindukanmu Nay"ucap Arga di tengah tengah ciuman hangatnya.Arga sudah tidak bisa lagi menutupi rasa suka dan rasa rindunya pada wanita yang saat ini diam mematung di hadapannya.Awalnya Arga hanya ingin mencium bibir Naya sekilas,namun hatinya meminta lebih apalagi dia merasa tidak ada penolakan dari Naya.Naya pun merasa bingung pada hatinya ,dia ingin menolak tapi justru dirinya sangat menikmati sentuhan dari Arga.Jadi dia pun membiarkan Arga melakukan hal yang dia mau,tak lupa juga Naya membuka mulutnya agar Arga lebih leluasa menjelajah rongga mulutnya.Akhirnya perang lidah pun terjadi,apalagi saat Arga menahan tengkuk leher Naya dan semakin memperdalam ciuman mereka.Hari ini mereka berdua benar benar terbuai dengan pertemuan dan kerinduan.
Saat Arga merasa Naya hampir kehabisan nafas,akhirnya dia pun mengakhiri ciuman panas mereka.
"maaf"ucap Arga sambil mengelap bibir Naya yang basah karena ulahnya barusan.Naya pun hanya bisa diam karena dia pun sangat menikmati ciumannya tadi,dia tidak menyangka pertemuannya kembali dengan Arga,Arga mencuri ciuman pertama darinya.Arga menarik tangan Naya menuju sofa yang ada di ruangannya.Dan disinilah sekarang mereka berdua berada,
"Naya..sebenarnya banyak hal yang ingin aku sampaikan sama kamu.Apa setelah pulang kantor kamu mau aku ajak jalan?"tanya Arga dan membuat Naya kaget.
"Baiklah..karena ada hal juga yang harus aku tanyakan sama kamu"sahut Naya gugup.Akhirnya mereka berdua pun sepakat untuk ngobrol selepas mereka pulang kantor,dan untuk saat ini keduanya memilih untuk bersikap profesional selayaknya atasan dan juga bawahan.Dan saat ini Arga dengan tekun dan telaten mengajarkan Naya tentang beberapa laporan yang nanti setiap harinya harus dia kirimkan kepadanya.Tak lupa juga dia memberitahu agar Naya selalu membuatkan jadwal dan agenda untuknya agar pekerjaannya bisa lebih terstruktur.Tak butuh waktu yang lama untuk Naya bisa memahami semua yang sudah dijelaskan oleh Arga karena memang dasar Naya merupakan anak yang cerdas.Arga pun tak kalah heran dengan kemampuan yang Naya punya,karena dia selalu yakin Naya adalah orang yang rajin dan mau belajar.
Bersambung
__ADS_1