
Arga mengusap wajahnya dengan kasar lalu meninjukan tangannya ke udara.
Kamu kenapa sih nay?aku buat salah apa sama kamu?arga bertanya pada dirinya sendiri.
Naya berlari dari ruang kesehatan menuju ruang kelasnya,tapi sebslum itu dia sempat mampir dulu ke ruang guru untuk meminta izin pulang lebih awal.
“nay?lo udah baikan?”tanya jihan.
“aku udah baikan ko han,”jawab naya sambil mengemasi barang barangnya sambil tersenyum ke arah jihanm
“lo mau kemana?”tanya jihan heran.
“aku pulang duluan yah han,tadi aku udah minta izin sama guru piket.”sahut naya sambil memasukan buku bukunya ke dalam tas.
“terus lo pulang sama siapa?”
__ADS_1
“aku udah nelpon ayah,dia bakal jemput aku ke sekolah.”
“oh yaudah lo ati ati yah,minum obat biar gak sakit lagi.”naya pun menjawabnya hanya dengan mengacungkan dua jempolnya.Naya kemudian pamit pada teman teman sekelasnya.
“teman teman aku duluan yah.”
“iya nay cepet sembuh yah.”jawab kompak teman sekelas naya.Arga hanya melihat nanar naya dari kejauhan,dia semakin yakin naya sedang menghindarinya.Tapi daritadi dia mencoba bertanya pada naya,sama sekali naya tidak menjawab dia masih memilih diam seribu bahasa.Dan sepertinya sebuah ilham baru saja datang kepadanya,dia tahu kepada siapa dia harus bertanya.Dengan langkah cepat arga pun kembali ke dalam kelas lalu langsung duduk tepat di sebelah jihan.
“arga..lo bisa gak sih gak ngagetin gue,udah kaya jelangkung aja.”gerutu jihan sambil mengusap ngusap dadanya.
“jihan..naya kenapa sih?ko gue ngerasa dia ngehindar dari gue?”
“loh ko lo malah nanya ke gue sih?tanya sama orangnya lah?”ujar jihan yang sedang memainkan sandiwaranya padahal dia tahu betul apa yang membuat naya menghindar dari arga.
“kalau naya mau bilang gue gak mungkin nanya sama lo.”
__ADS_1
“ah tau ah..gue gak tahu apa apa.Dan gue minta lo jangan deket deket lagi sama dia.”sarkas jihan.
“emang gue salah apa sampe gue gak boleh deketin naya lagi.”arga makin bingung dengan jawaban yang diberikan jihan.
“salah lo banyak”jawab jihan kesal sambil mendorong arga agar segera pergi dari sampingnya.
Naya berjalan kearah pintu gerbang sekolah,dia akan menunggu ayahnya disana saja.Benar saja naya baru akan menginjakan kakinya ke luar gerbang,terdengar suara deru motor sang ayah menghampirinya.
"assalamualaikum ayah..maaf ya yah naya merepotkan ayah dan membuat ayah khawatir."naya merasa tidak enak pada pa rahmat karena sudah membuat repot ayahnya,belum lagi gurat kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya.
"gak apa apa nak,ayah sama sekali tidak merasa direpotkan.Lalu sekarang bagaimana,apa perut kamu masih sakit?"tanya pa rahmat khawatir,dia sangat paham betul dengan anak gadisnya kalau sedang kedatangan tamu bulanannya dia akan meringis kesakitan.
"naya sudah enakan yah,tapi nanti di rumah naya akan mengompres kembali perut naya supaya makin enakan."
"yasudah ayo kita pulang,ibu sudah menunggu kita di rumah dia juga khawatir sama kamu."
__ADS_1
"iya ayah.."sahut naya yang kemudian menaikan tubuhnya ke atas motor sang ayah.Sepanjang perjalanan ayah dan anak ini saling bercerita membahas masa kecil naya dulu.Dan hal itu membuat naya melupakan sejenak rasa sakitnya.
Bersambung