
Saat jam pulang sekolah tiba,arga yang sedang memarkirkan motornya tiba tiba saja di kejutkan dengan kedatangan lusi.Lusi yang hendak pulang bersama temannya desi tak sengaja melihat arga sendirian di parkiran motor.Dia langsung menyuruh desi untuk pulang terlebih dulu sedangkan dia berjalan mendekati arga,dia akan mencoba membujuk arga agar mau mengantarkannya pulang.
“hai arga..mau pulang yah?”sapa lusi dengan wajah centilnya.arga yang sadar siapa yang menyapanya dia hanya bisa berdecak kesal karena mahluk centil satu ini selalu tiba tiba saja muncul dihadapannya.Dia sudah malas meladeni lusi yang tak pernah berhenti mengejarnya.
"menurut lo gue mau kemana?"arga malih balik bertanya.
“hehehe...oia ga boleh gak aku nebeng di motor kamu?”lusi berbasa basi padahal hatinya sangat berharap arga mengizinkannya.
“sorry..gue lagi ada urusan.”tolak arga mentah mentah.
“iiihhhh arga..kali ini aja deh.”lusi tampak memelaskan wajahnya berharap arga akan luluh.Bersamaan dengan itu arga tak sengaja melihat deden yang sedang berada di parkiran juga,dia sepertinya tahu apa yang bisa membuat mahluk centil ini pergi tanpa harus diusir,arga langsung saja berteriak memanggil deden.
“den….lusi minta dianterin pulang nih?”ujar arga berteriak.Seketika lusi dibuat terbengong dengan kelakuan arga yang malah meminta orang lain untuk mengantarkannya pulang,padahal yang dia mau kan arga.Apalagi lusi tahu kalau deden menyukainya sedangkan dia tidak.
__ADS_1
“arga…aku kan maunya kamu yang nganterin aku pulang bukan deden.”ucap lusi kesal sambil menghentak hentakan kakinya dan bibir yang cemberut.
“gue ada urusan,dan deden lagi free.Jadi lo pulang dianter dia aja yah”arga langsung menancapkan gas motornya dan meninggalkan lusi sendiri.Deden baru saja akan menghampiri lusi tapi orang yang dicarinya malah hilang tiba tiba.
loh lusi kemana yah?
Mata deden memindai semua sudut sekolah untuk mencari lusi,tapi tatapan matanya tak menangkap batang hidung lusi sedikitpun,lusi bak hilang ditelan oleh bumi saat ini.Padahal deden sudah merasa semangat karena tadi arga mengatakan kalau lusi minta diantarkan pulang olehnya.Dengan wajah lesu dan kecewa deden perlahan mulai meninggalkan gedung sekolah,gagal sudah dia bisa satu motor dengan wanita pujaannya.
Halo des..lo dimana?
gak apa apa,tunggu gue kesitu sekarang
loh katanya mau pulang bareng si arga?
__ADS_1
gak jadi..ah udahlah gue lagi males sama dia.Pokoknya tungguin gue disitu yah,
Tut
Lusi baru mengakhiri panggilan teleponnya dengan desi,sejak insiden penolakan tadi lusi langsung berlari ke arah gerbang sekolah dan bersembunyi di balik tembok karena dia merasa malas kalau harus pulang dengan deden.Kemudian dia berjalan ke arah toko buku yang letaknya tak jauh dari gedung sekolah.Niatnya ingin pulang bareng arga malah berujung kesal karena arga selalu menolaknya mentah mentah bahkan tak sekalipun menganggap kehadirannya.
awas aja lo ga,gue akan buat lo mengejar ngejar gue.
"nak perutmu masih sakit?"tanya bu siti sambil membawa kompresan air hangat untuk naya yang kini sedang berbaring di tempat tidur.Tadi sesampainya di rumah naya langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat,karena biasanya perutnya akan merasa enak kalau dibawa tidur.sedangkan pak rahmat langsung pergi lagi ke toko karena tadi belum sempat menutup tokonya saking paniknya mendengar kabar anaknya pingsan di sekolah.
"sudah enakan bu."sahut naya sambil membenarka posisinya menjadi duduk.Lalu naya meraih botol yang sudah diiisi air hangat kemudian dia meletakannya di atas perutnya.
"yasudah ibu tinggal yah mau masak dulu."
__ADS_1
"iya bu makasih yah."
Bersambung