
Sesampainya di tempat parkir,tak sengaja Arga melihat Naya yang baru saja menaiki sebuah angkutan umum.
"Naya....."teriak Arga,tapi sepertinya teriakan Arga tidak terdengar oleh Naya karena memang jarak parkiran ke jalan raya cukup jauh.Tanpa lama lama Arga langsung menyalakan mesin motornya berniat mengejar angkutan umum yang membawa Naya tadi.Mata Arga terus menatap ke arah angkot tersebut dia tidak ingin ketinggalan jejak Naya,dia sampai harus menyalip banyak kendaraan demi mengejar Naya.
Sedangkan di dalam angkot sepertinya Naya belum menyadari kalau arga tengah mengejarnya.Tadi Naya langsung meninggalkan arena pertandingan karena Naya pikir Arga akan pulang dengan Bela,apalagi setelah melihat Bela yang menghampiri ke tengah lapangan dan memberikan selamat.Naya semakin tidak bisa menahan rasa cemburu nya,untuk itu dia memutuskan untuk pulang sendiri saja padahal tadi Arga sudah berpesan agar pulang di antar oleh Arga.
"Naya..."teriak Arga dari arah luar angkot yang sudah berhasil mengejar angkot yang membawa Naya.Namun Naya sama sekali tidak mendengar nya,buktinya dia hanya diam saja duduk tertunduk.Sampai salah seorang dari penumpang angkot tersebut menepuk bahu Naya.
"Neng Naya..."ucap seorang wanita paruh baya yang duduk bersebelahan dengan Naya.Dia merasa kaget karena ibu tersebut tahu nama nya padahal dia sama sekali tidak mengenalinya.
"iya bu?kok ibu bisa tahu nama saya?"tanya Naya heran.
"ya jelas saya tahu,orang daritadi ada yang manggil nama kamu terus.Tuuuhhh!!!!"kata ibu tersebut sambil mengarahkan telunjuknya ke arah luar.Spontan Naya pun langsung menolehkan kepalanya ke samping.
__ADS_1
"Arga????"kata Naya tak percaya ternyata Arga mengejarnya.
"Naaaayyy...turun aku anterin."teriak Arga dari atas motornya tanpa melepas helmya.Dan hal itu membuat Naya kesulitan mendengar jelas apa yang baru saja Arga katakan,karena suara Arga bertabrakan dengan suara bising dari banyaknya kendaraan di jalan belum lagi angin yang cukup kencang semakin menghempaskan suara Arga.Menyadari Naya tidak memberi jawaban,Arga pun langsung memberikan kode agar Naya turun dari angkot yang ditumpanginya.Barulah Naya mengerti apa yang dimaksud oleh Arga,dia pun meminta pada sopir untuk menepikan kendaraannya dia akan turun disini saja.Baru saja Naya akan membayar ongkos nya,Arga langsung mencegahnya karena dia yang kemudian membayarnya.
"makasih yah ga."ucap Naya merasa tak enak.
"sama sama..kamu kenapa pulang duluan?kenapa gak nungguin aku?"cecar Arga karena Naya tidak menuruti perintahnya.
"yakin karena itu?"tanya Arga penuh selidik karena dia menangkap kebohongan di mata Naya.
"iya..aku emang sakit perut tadi."jawab Naya sambil tersenyum berusaha menutupi rasa gugup dan kebohongannya.
"terus sekarang masih sakit gak?"
__ADS_1
"udah enggak kok,oia kok kamu udah pulang?aku kira kamu bakal kumpul dulu sama temen temen kamu buat ngerayain kemenangan tim sekolah kita?"tanya Naya.
"iya emang mereka ngajakin aku,tapi aku gak ikut lah aku khawatir sama kamu tiba tiba udah pulang duluan aja."jawab Arga jujur,dan mampu menciptakan rona merah di wajah Naya.
Please Arga jangan bikin aku semakin menyukai kamu dengan semua perhatian kamu,kamu membuat aku semakin bingung.
"Yaudah kita pulang yuk,aku antar kamu sampai rumah."ajak Arga yang kemudian menuntun tangan Naya menuju motornya yang terparkir sembarang di tepi jalan.
"oia Nay..temenin aku makan dulu yah,aku laper daritadi pertandingan"keluh Arga.Naya merasa bersalah pada Arga,seharusnya saat ini sedang bersenang senang dengan teman temannya merayakan kemenangan tim sekolahnya yaitu dengan makan makan,tapi dia malah memilih untuk mengejar nya.Demi menebus rasa bersalahnya Naya pun langsung saja menyetujui ajakan dari Arga.
"Helm nya di pake dulu yah."kata Arga sambil memakaikan helm ke kepala Naya.Dan itu membuat Naya kembali tercengang.
Bersambung
__ADS_1