
Sesampainya di rumah Naya langsung menghampiri pa Rahmat juga bu Siti yang memang ada di rumah,hari ini ayah Naya sengaja menutup tokonya karena kondisi dirinya yang sedang tidak enak badan.
"Assalamualaikum..."ucap Naya sambil melepaskan sepatunya di ambang pintu kemudian menenteng sepatu tersebut ke dalam kemudian dia letakkan di rak sepatu yang berada di dapur.
"Walaikumsalam..kamu sudah pulang Nay?gimana hasilnya?"tanya bu Siti sambil membawa segelas teh hangat yang baru dia buat untuk sang suami.Naya pun mencium punggung tangan sang ibu.
"Alhamdulillah bu semuanya lulus,oia ayah sudah sehat belum bu?ada kabar bahagia yang mau Naya kasih tahu sama ibu sama ayah juga"ucap Naya senang.
"Kabar apa Nay?kok sepertinya kamu senang sekali?"bu Siti sampai terheran heran melihat senyuman Naya yang sejak daritadi terus terpancar dari wajahnya.
"Iya dong bu..ibu tau gak?aku berhasil mendapatkan beasiswa bu!!"jawab Naya yang kemudian memeluk ibunya.Bu siti yang mendengarnya pun ikut merasa bahagia karena mendapatkan beasiswa merupakan salah satu cita cita dari putrinya.Bu Siti pun langsung mengajak Naya untuk menemui ayahnya dan memberi tahu kabar bahagia tersebut.
*
Setelah Naya berhasil mendaftar kemudian mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri tersebut,akhirnya dia dinyatakan lolos dan kini resmi menyandang status menjadi seorang mahasiswi jurusan fakultas ekonomi bisnis.Dan saat ini Naya dan Jihan sepakat untuk mencari kost khusus perempuan di dekat kampus agar mereka tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos transportasi.Sedangkan untuk keperluan membeli buku dan juga jajan Naya tidak lagi meminta pada orang tuanya karena dia sengaja mencari pekerjaan part time sambil dirinya kuliah.Dan itulah kegiatan Naya sekarang menjadi seorang mahasiswi fakultas ekonomi dan juga bartender di sebuah cafe yang kebetulan membuka lowongan pekerjaan dan mencari pencari kerja sebagai part time.Dan bagi Naya itu sudah lebih dari cukup karena memang seluruh biaya kuliah sudah ditanggung penuh sampai dia lulus nanti,hanya saja dia perlu mempertahankan nilainya sampai semester akhir.
__ADS_1
Walaupun dia harus disibukkan dengan pekerjaan sampingannya tapi tak lantas membuat Naya mengutamakan kuliahnya dimana dia selalu belajar agar saat nanti dia bisa mendapatkan nilai sempurna.
*
Sedangkan di kota lain,Arga juga sudah resmi menyandang gelar sebagai mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis,hanya saja Arga kuliah di sebuah universitas swasta favorit yang cukup terkenal di kotanya.Tak peduli dimanapun dia berada,Arga selalu menjelma menjadi sosok laki laki yang selalu menjadi idaman para wanita,apalagi tinggi badannya yang semakin semampai dan wajahnya yang semakin tampan.Bahkan di kampus tempat kuliah nya sekarang pun banyak sekali para mahasiswi yang mengejar ngejar cintanya,tapi tak ada satu pun yang berhasil membuat Arga bergetar karena sampai detik ini hatinya hanya dipenuhi oleh nama satu wanita yang masih dia simpan rapat rapat perasaannya.Dan saat ini Arga mempunyai satu sahabat yang cukup dekat dengannya yang merupakan teman satu fakultasnya juga bernama Rio.
"Biarin aja lah suka suka mereka,nanti juga kalau mereka cape berhenti sendiri."sahut Arga santai dan membuat Rio geleng geleng kepala melihat kelakuan Arga yang mempunyai sikap dingin pada setiap wanita padahal banyak sekali yang terang terangan mengatakan menyukai dirinya.
"Gue beneran aneh sama lu ga,disukai banyak cewek kok kayaknya lo gak seneng banget.Apa jangan jangan lo gak suka sama cewek lagi?"pertanyaan konyol itu lolos begitu saja dari mulut Rio yang orang nya memang terkenal ceplas ceplos.
"Sialan lo...gak gitu juga kali konsepnya.Masa iya gue gak suka sama cewek,gue laki laki normal io"jawab Arga sambil menutup bukunya lalu memasukannya kembali ke dalam tasnya lalu pergi meninggalkan Rio yang masih duduk di taman kampus.
"Woi ga tunggu..mau kemana lo?"
"balik!!!!!"Arga pun terus berjalan tanpa menoleh ke arah Rio di belakang.
__ADS_1
Huffttt*
Naya menghempaskan tubuhnya di atas kasur berukuran sedang di sebuah kamar kos yang kini dihuni oleh dirinya dan juga Jihan.Mereka sengaja memilih satu kamar berdua itung itung meringankan beban uang kos mereka.Hari ini tubuh Naya terasa sangat lelah,karena tadi sepulang dirinya kuliah dia harus bekerja dan kebetulan tempat dia bekerja hari ini cukup ramai dan itu membuat tenaganya cukup terkuras habis.Jihan yang baru keluar dari kamar mandi pun sampai terharu melihat Naya.
"Cape yah Nay?udah makan belum?"tanya Jihan yang kemudian duduk di samping Naya,
"Lumayan han,hari ini pengunjung cafe bener bener ramai banget.Oia aku belum makan sih,emang kamu udah?"tanya Naya balik.
"Hehehe belum sih,yaudah sini biar aku aja yang beli lo tunggu di kamar aja.Lo mau nitip apaan nay?"
"nasi goreng enak kali yah han?"ucap Naya yang teringat dengan nasi goreng yang berada di seberang kosannya dan hampir seluruh penghuni kosan disana bilang enak dan sampai sekarang dia belum mencobanya.
"Bener Nay..kayaknya udah lama gue gak makan nasi goreng.Yaudah mana uang lo?"ucap Jihan sambil menadahkan tangannya kepada Naya.Naya lansgung merogoh saku celananya karena seingatnya tadi dia menyimpan uang dua puluh ribu satu lembar.
"Nih...punya aku pedes ya han,sama minta kerupuknya banyak.Oia teh hangat jangan lupa juga."ucap Naya sambil menyerahkan uangnya kepada JIhan.
"sip!!!!fgak sekalian nasinya banyakin Nay?"sindir Jihan sambil tersenyum.
"jangan lah kalau itu mah nanti abangnya bisa bangkrut hehehe"sahut Naya sambil terkekeh melihat wajah kesal Jihan mendengarkan permintaannya yang berderet.Akhirnya Jihan pun keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah jalan raya ke tempat nasi goreng tersebut berada.
Sambil menunggu Jihan membeli nasi goreng,Naya meraih ponsel miliknya kemudian membuka halam sosmednya.Saat dirinya sedang asyik menscroll layar ponselnya,tiba tiba saja tatapan matanya berhenti menatap sebuah nama akun yang namanya begitu familiar untuknya dan orangnya begitu dia rindukan.Padahal selama ini dia mencari cari nama tersebut di berbagai akun sosmed dia tidak sekalipun menemukannya bahkan nomor terkahir yang Jihan berikan pun sudah tidak aktif lagi.Naya merasa semua harapannya untuk bertemu dengan laki laki yang pernah menjadi cinta dalam diamnya itu hanya ada di dalam mimpi saja.Dengan perasaan ragu dan juga penasaran Naya mulai membawa jari telunjuknya untuk menekan nama akun tersebut.
__ADS_1
"Arga Dirgantara"
Bersambung