
Sementara itu masih di arena pertandingan,sejak dari tadi Lusi mengedarkan pandangan nya mencari Arga.Dia pikir Arga ke toilet,tapi sudah lima belas menit berlalu batang hidung nya tidak nampak juga.
"Bagas...Arga kemana sih?"tanya Lusi yang baru saja menghampiri Bagas yang sedang membereskan semua perlengkapan nya.
"oh tadi dia udah pulang duluan,ada urusan katanya."jawab Bagas jujur.
"iihh dia tuh kenapa sih suka menghilang secara tiba tiba,pamit dulu kek sama gue"gerutu Lusi.
"Lah...harus pamit sama elo?emang elo siapa nya Arga?"tanya Bagas heran pasal nya dia saja tahu kalau Arga gak pernah suka sama cewek yang nama nya Lusi ini,maka tak heran kalau Arga selalu merasa risih kalau deket sama ini cewek.
"Gue kan calon pacar Arga."Jawab Lusi dengan penuh percaya diri.
"Gak salah lo?bukan nya Arga selalu menolak lo dengan terang terangan?"
"Ah udah lah..lo juga sama aja kaya si Arga."gerutu Lusi yang kemudian meninggalkan bagas yang masih dibuat bengong melihat mahluk satu ini.Lusi emang cantik tapi kalau kelakuan nya yang terus mengejar ngejar laki laki yang sudah jelas tidak menyukai nya dia pun merasa ilfeel.
Bagas kembali merapihkan semua perlengkapan nya karena teman teman nya sudah menunggunya di parkiran,ya sepulang pertandingan mereka sepakat untuk pergi ke tongkrongan mereka untuk merayakan kemenangan tim nya,walaupun tanpa sang kapten basket yaitu Arga.Tiba tiba saja terdengar derap langkah yang berjalan mendekat ke arah Bagas.
Tap
Tap
__ADS_1
Tap
"Hai bagas..."sapa seorang gadis dengan senyum manisnya.
"Bela?kamu belum pulang?"tanya Bagas heran.
"Aku belum pulang,sengaja mau nungguin kamu"sahut Bela jujur.Sedangkan Bagas begitu kaget saat dirinya mendengar Bela sengaja menunggu dirinya.
"Ada apa Bel?apa ada hal yang penting?"
"Gak ada sih,aku cuma pengen ngobrol aja sama kamu."
"sama aku?"tanya Bagas sambil menunjuk batang hidungnya.
"Tapi hari ini aku sama anak anak mau ke tongkrongan ada acara kecil kecilan buat ngerayain kemenangan tim sekolah kita."jawab Bagas jujur.
"Emmmmm..aku boleh ikut gak?"pinta Bela.
"Boleh aja sih,lagian disna juga banyak kok anak sekolah kita.Yaudah bentar yah aku rapihin ini sedikit lagi."
"oke."jawab Bela singkat yang kemudian duduk di samping Bagas memandangi mahluk ciptaan Tuhan yang dia kagumi.
__ADS_1
Bagas dan Bela pun langsung berjalan ke parkiran dimana anak anak yang lain sudah menunggu nya sejak daritadi.Akhirnya mereka semua mulai menyalakan mesin motor masing masing dan melajukan ke tempat tujuan.
"Ayo bel.."ajak Bagas pada Bela yang masih diam mematung.
"Ah iya gas...aku naik yah?"sahut bela.Bela pun menyingkapkan rok nya agar mudah menaiki motor Bagas,jantung nya terasa berdegup kencang karena baru ini dia berada begitu dekat dengan Bagas.
"Pegangan Bel.."titah Bagas yang langsung melajukan motornya di atas aspal.Dengan ragu Bela pun menaruh tangannya di pinggang Bagas.
Sementara itu di tempat lain,Arga dan Naya sedang menikmati makan siang tapi telat karena hari sudah hampir sore berdua.Tadi Arga mengajak Naya untuk mampir di sebuah kedai nasi goreng yang memang sudah buka sejak dari siang.Keduanya tampak fokus menyantap hidangan masing masing bahkan belum tahu siapa yang akan memulai pembicaraan terlebih dulu.Tapi karena rasa penasaran yang sudah di ubun ubun,akhirnya Naya memberanikan diri untuk membuka ruang obrolan mereka terlebih dahulu.
"Ga...aku mau tanya sesuatu boleh gak?"tanya Naya yang mulai mengalihkan pandangannya kepada Arga yang ternyata sedang menatap ke arahnya,Naya terperanjka kaget karena tatap mereka kembali bertemu.Seketika Naya menjadi salah tingkah karena dia saking fokusnya dengan makanan di hadapan nya dia sampai tidak menyadari kalau Arga sedang menatap nya.
"Kok diem?mau tanya apa?"Jawab Arga.
__ADS_1
Bersambung