Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
35.Rasa penasaran


__ADS_3

"Kok diem?mau tanya apa?"jawab Arga.


Untuk saat ini Naya masih diam,haruskah dia menanyakan hal privasi kepada Arga?apakah dia harus sekepo ini dengan hubungan Arga dan Bela?benarkah jika dia harus melakukan ini semua?.


"Nay..."sapa Arga sambil mengguncang bahu Naya,tadi katanya mau bertanya tapi malah melamun dan diam saja.Lamunan Naya langsung buyar begitu saja saat Arga menyadarkan nya.


"mau tanya apa?kok malah bengong sih?"tanya Arga kembali.


"ah gak jadi deh ga,aku gak jadi nanya sama kamu."sahut Naya yang akhirnya memilih untuk tidak menanyakan hal pribadi Arga.Melihat sikap Naya,Arga semakin heran pasalnya gadis yang ada di hadapannya saat ini seperti sedang penasaran.


"Ada apa sih nay?kok malah gak jadi segala,nanti kalau kamu menebak nebak sendiri dan itu tidak sesuai faktanya nanti jatohnya fitnah loh.Kalau emang ada hubungannya sama aku tanya aja,aku siap mendengarkan?"bujuk Arga supaya Naya mau berbicara.Akhirnya ucapan Arga mampu meluluhkan hati Naya yang mulai memberanikan diri untuk bertanya.


"Arga..maaf yah kalau pertanyaan aku ini sedikit membahas tentang privasi kamu.Tapi nanti kalau kamu memang gak bisa jawab gak apa apa kok."


"kamu mau nanya apa sih sampe minta maaf segala?"


hufffttt..sebelum memulai pertanyaannya Naya menghela nafas cukup panjang terlebih dulu karena tiba tiba saja kerongkongannya terasa kering.


"Arga..apa Bela gak marah kalau kamu pulang bareng aku terus?"ucap Naya,akhirnya pertanyaan itu lolos begitu lancar dari bibir mungil milik Naya,untuk bertanya hal itu saja Naya merasa seperti harus mendaki gunung dan melewati sungai terlebih dulu karena takut Arga tidak nyaman dengan pertanyaannya.


Arga mengernyitkan dahinya karena merasa aneh dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Naya,apa hubungannya dia dengan Bela sampai harus Naya merasa tidak enak dengan Bela.

__ADS_1


"maksud kamu?"Arga benar benar tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan dari Naya.


"maksud aku apa Bela gak cemburu kalau dia sampai melihat kita jalan berdua seperti ini?"sahut Naya.Sedangkan Arga baru mengerti arah pembicaraan Naya kemana,tapi yang jadi pertanyaan kenapa Bela harus cemburu pada Naya?memangnya Bela siapa dirinya.Teman dekat bukan apalagi pacar jelas bukan,pikir Arga.


"cemburu?kenapa Bela harus cemburu sama kamu."jelas Arga.Hati Naya langsung menciut tatkala Arga mengatakan hal itu.Benar,kenapa juga Bela harus cemburu padanya karena memang antara dirinya dan Arga tidak ada hubungan spesial apa apa,dia dan Arga jelas hanya berteman dan tidak lebih.Hati Naya merasa di cubit dengan penegasan kalimat Arga barusan,sepertinya dirinya yang terlalu percaya diri kalau Bela akan cemburu pada dirinya.


"Apa kamu berpikir aku dan Bela punya hubungan spesial?"tebak Arga.


Deg


Akhirnya pertanyaan yang membuat dirinya penasaran pun dilontarkan oleh Arga sendiri.Naya kaget kenapa Arga bisa menebak apa yang selalu mengganggu pikirannya sekarang sekarang ini.Tak ada pilihan lain bagi Naya karena memang jawaban itu yang sedang di tunggu olehnya.Dengan cepat Naya pun menganggukan kepalanya.Dan itu menciptakan gelak tawa Arga.Naya pun merasa heran kenapa justru reaksi seperti itu yang Arga berikan.


"waktu itu aku gak sengaja mendengar kalau Bela bilang sama kamu,kata Bagas kamu menyukai Bela dan kamu bilang iya."jawab Naya jujur.Arga mencoba mengingat ngingat kapan itu terjadi,dan dia langsung ingat waktu itu dia sedang duduk di tangga sendiri tiba tiba saja Bela datang dan menanyakan hal itu padanya.


"oh jadi kamu nguping pembicaraan aku sama Bela?"goda Arga.


"aku gak sengaja arga,maaf yah"sahut Naya merasa tak enak setelah dia mengaku menguping obrolan Arga dengan Bela.


"Iya dulu aku memang pernah menyukai Bela semenjak pertama kali datang ke sekolah ini dan aku menceritakan hal itu pada Bagas,tapi...."


"tapi apa?"tanya Naya merasa penasaran dengan kalimat Arga selanjutnya.Sepertinya Arga ini senang sekali membuat Naya penasaran,apa karena melihat wajah Naya yang kalau penasaran terlihat gemas,makanya Arga dengan sengaja melakukan itu.

__ADS_1


"tapi....."


"Tapi apa ga?yaudah deh kalau kamu gak niat cerita sama aku juga gak apa kok."Naya mulai kesal karena daritadi Arga tidak menyelesaikan ucapannya.


"Tapi itu dulu..sebelum aku mengenal seseorang yang ternyata bisa membuat aku nyaman kalau sedang berada di dekatnya."jawab Arga serius,dan itu membuat malah membuat Naya bertanya tanya siapa gadis yang Arga maksud.Tapi yang jelas bukan dirinya karena dia dan Arga hanyalah sebatas teman.


"Kamu gak mau tahu siapa gadis yang aku maksud?"Naya mendongakan kembali kepalanya,apa benar Arga akan memberi tahunya soal ini,lalu apa dia siap mendengarnya?apa hatinya tidak akan merasa sakit jika dia tahu siapa gadis yang bisa mengambil hati Arga.Tapi kalau dia tahu mungkin akan lebih baik untuknya,dengan begitu dia mempunyai alasan kuat untuk menjauh dari Arga.


"memang siapa?"sahut Naya.


"tapi rahasia!!!!!"Jawab Arga dengan nada bercanda.Ternyata Arga benar benar tidak berniat untuk mengumbar privasi nya sendiri.


"iiihh Arga.."Naya pun bangkit dari duduknya kemudian berlari ke arah Arga untuk memukulnya karena sejak daritadi dia dibuat kesal.


"hahaha ampun nay..ampun"teriak Arga yang sekarang sedang dipukul oleh Naya,kedai nasi goreng itu sudah seperti milik mereka berdua saja,dan itu membuat penjual dari nasi goreng tersebut mengulum senyum melihat kelakuan anak sekolah Zaman sekarang.


Naya akan memukul lagi tapi tangannya keburu di tahan oleh Arga,dan itu membuat pergerakan tubuhnya terkunci.Jarak mereka yang begitu dekat membuat keduanya saling pandang dan larut dalam pikiran mereka masing masing.


Gadis itu kamu Nayyara Adelia...iya kamu..kamu yang selalu membuatku nyaman dan menjadi diriku sendiri saat aku sedang bersamamu.Maaf aku sudah berani menyukaimu!!!!aku harap kamu mau mengerti kalau semua sikap aku selama ini membuat kamu bingung.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2