Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
41.Ide Naya


__ADS_3

Jam pelajaran sekolah telah usai,kini tiba saatnya para murid sekolah Budi Pertiwi meninggalkan sekolah mereka.Sedangkan Arga yang sudah mempunyai rencana langsung menghampiri Naya dan juga Jihan.Sedangkan Naya dan Jihan sedang sibuk mengemasi semua perlengkapan sekolah mereka,rencananya hari ini mereka akan langsung pulang karena memang tidak ada acara apa apa.


"Nay,udah belum?pulang yuk!!!"ajak Jihan yang sudah menggendong tas miliknya.


"udah kok,yaudah ayo"ujar Naya,dia baru saja akan meraih tasnya namun tangan Arga terlebih dulu mencegahnya.


"Nay..jangan langsung pulang dulu yah,aku pengen ngerayain kemenangan kamu kecil kecilan"kata Arga.Dan itu membuat Naya mengerutkan keningnya,dia yang menangin lomba tapi kenapa Arga yang malah repot harus mentraktirnya.Naya bingung,haruskah dia menerima tawaran Arga?dia sempat melirik sekilas ke arah Jihan tapi Jihan malah menggidikan bahunya.


"mau yah?"tanya Arga memastikan,rencananya hari ini dia ingin mengajak Naya,Jihan dan juga Bagas untuk makan makan di sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari sekolah.Bagas sudah setuju bahkan dia juga sudah meminta izin untuk membawa Bela.Arga sudah mendengar langsung dari Bagas bahwa Bagas dan Bela sudah resmi berpacaran.Dan hal itu membuat Arga ikut senang karena akhirnya Bagas dan Bela tak saling berdiam saja.


"maksud kamu ngerayain gimana ga?lagian aku rasa itu gak perlu deh ga itu terlalu berlebihan banget buat aku."ucap Naya yang merasa tak enak.Sedangkan yang lainnya hanya berdiam diri melihat obrian Naya dan juga Arga.


"udah Nay terima aja,Arga cuma pengen traktir kita kita doang kok buat ngerayain kemenangan kamu."sahut Bagas yang masih duduk di kursi miliknya sambil sesekali memainkan ponsel.


"traktir??kamu mau traktir aku lagi ga?enggak..enggak..aku bener bener gak enak sama kamu.Aku bener bener bisa bikin kamu bangkrut Arga."tolak Naya telak.


"udahlah Nay terima aja,kapan lagi coba kita ditraktir sama Arga."kini giliran Jihan yang nyahut.Jihan tahu Naya hanya bingung menerima tawaran dari Arga.Padahal mungkin dalam hatinya dia merasa senang karena Arga sebegitu perhatiannya sama Naya,pikir Jihan.Dia pun sebenarnya merasa heran dengan sikap Arga yang menurutnya terlalu berlebihan ini,untuk apa dia repot repot merayakan kemenangan Naya.kecuali kalau........


"yaudah ayo..tapi kali ini kita rayain di rumah aku aja yah.Bagaimana kalau hari ini kita liwetan?"tanya Naya yang akhirnya dia mengalah karena takut Arga kecewa padahal Arga hanya berniat baik pada dirinya.Arga saja menghargai kemenangannya,kenapa dia sendiri malah cuek cuek saja,pikir Naya.Akhirnya Naya memutuskan untuk membuat acara liwetan saja di rumahnya.Walaupun sederhana yang penting maknanya.


"setuju!!!!!!"sahut Jihan dan Bagas kompak dan lantang.

__ADS_1


"yaudah gak apa apa,kalau gitu kita belanja dulu dong"tanya Arga antusias.Baru kali ini dalam hidupnya dia akan mengadakan acara liwetan yang sama sekali belum pernah dia lakukan.Naya pun mengangguk pelan.


Akhirnya Naya dan Arga kembali satu motor bersama naik motor milik Arga langsung menuju pasar terdekat berharap pedagang sayur dan juga ayam masih ada karena hari sudah hampir sore.Sedangkan Jihan sengaja menunggu pacarnya menjemputnya,dia juga sudah minta izin pada Naya sebagai tuan rumah kali ini untuk membawa pacarnya itu.Naya pun mengizinkannya,karena pikir dia makin banyak yang ikt pasti akan semakin ramai.


Berbeda hal dengan Bagas yang masih nunggu Bela di sekolah,karena dia harus menunggy Bela yang masih ada eskul di luar jam pelajaran yang harus dia ikuti.Nanti Bagas akan langsung menyusul saja ke rumah Naya bersama Bela.


Setelah sampai pasar,keduanya mulai berjalan ke lapak lapak penjual sayur dan ayam.Untung saja masih ada satu dua pedagang yang belum menutup lapaknya dan cukup membuat Naya bersyukur.Hari ini rencananya Naya akan membuat nasi liwet dengan ayam goreng,tempe goreng,tahu goreng,lalapan dan tentunya sambal yang tak boleh ketinggalan.


"udah semua Nay?"tanya Arga.Naya baru saja akan mengeluarkan uang dari saku bajunya untuk membayar semua belanjaannya yang kali ini sangat banyak karena dia akan memasak untuk sekitar lima orang lebih.Untung saja tadi dia membawa uang lebih.Tapi baru saja akan mengeluarkan uangnya,Arga sudah lebih dulu membayarnya.


"jadi berapa bang?"tanya Arga.


"semuanya jadi seratus ribu de"Arga pun langsung mengeluarkan selembar uang berwarna merah dari dompetnya lalu memberikannya pada pedagang tersebut.


"udah gak apa apa biar aku aja Nay"sahut Arga yang kemudian mengambil kanting jresek berisi segala macam sayuran dan juga lauk untuk dimasak nanti dari tangan Naya.


"sini biar aku aja yang bawa,kasian berat kalau kamu yang bawa"


Naya belum sempat menjawab,tapi Arga sudah lebih dulu meraih kantong kresek berwarna merah tersebut.


"udah semua kan?"kata Arga dengan tangan yang sudah dipenuhi tentengan.

__ADS_1


"udah kayaknya deh ga,maaf yah kamu jadi ribet begini.Kayaknya ide aku buat bikin liwetan bukan ide yang bagus yah?kamu jadi repot begini malahan."


"aku malah seneng nay,aku semangat banget waktu kamu bilang mau liwetan.Jujur aku belum pernah"ucap Arga santai tapi justru membuat Naya heran setengah mati,masa iya ada orang yang belum pernah makan liwetan,pikir Naya.


"masa sih ga?ah bohong kali kamu."ucap Naya tak percaya.


"beneran Nay"


"yaudah nanti aku masakin yang enak deh buat kamu biar nanti kamu gak kapok kalau disuruh makan nasi liwet lagi"


"emang nanti kamu yang masak?emang bisa"


"insyaAllah bisa..jago mah enggak tapi aku bisa soalnya aku suka bantuin ibu."jawab Naya.


"bener bener istri idaman"ucap pelan Arga.


"kenapa ga?"tanya Naya yang tadi semoat mendengar Arga berbicara sesuatu tapi tidak terdengar jelas olehnya.Hal yang lain justru dirasakan oleh Arga,dia mendadak gugup.Karena dia pikir yang diucapkannya barusan tidak akan terdengar oleh Naya,tapi ternyata Naya mendengarnya hanya untung saja sepertinya Naya tidak mendengar jelas.Dia pun bisa mencari alasan yang lain.


"ah itu..ah tidak..ah tadi aku cuma bilang aku udah gak sabar makan nasi liwet buatan kamu."sahut Arga berbohong.


"oh gitu??aku pikir kamu bilang apa"jawab Naya yang sudah merasa percaya diri.Akhirnya keduanya pun mulai meninggalkan pasar menuju rumah Naya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2