Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
52.Keinginan Naya Terwujud


__ADS_3

Tak terasa subuh pun menjelang,Naya mulai mengerjapkan matanya saat telinganya mendengar sayup sayup suara adzan.Naya menggeliatkan badannya ke kiri kemudian ke kanan sambil mengucek matanya yang terasa agak sedikit bengkak.Naya pun langsung berjalan ke arah cermin untuk melihat kondisi matanya yang sepertinya membengkak setelah dia menangis semalaman.Naya dibuat terkejut oleh kondisi matanya yang ternyata begitu bengkak,dia pun merasa malu untuk keluar kamar kalau sampai ibu atau ayahnya melihat kondisi matanya saat ini.Dan untung saja hari ini adalah hari minggu jadi dia bisa terbebas dari tatapan teman temannya yang pasti menanyakan kenapa matanya bisa membengkak seperti itu.


"Aduh..ini mataku gimana yah?"ucap Naya bertanya pada dirinya sendiri melalui cermin sambil meraba raba kedua matanya.


*








Hari mulaiĀ  beranjak siang dan Naya masih betah menyendiri di dalam kamarnya,entahlah semenjak kemarin moodnya mendadak berantakan.Hatinya ingin mengabaikan namun suara wanita kemarin masih terngiang ngiang di kepalanya.Akhirnya untuk mengusir kejenuhannya saat ini,Naya mengirimkan sebuah pesa singkat pada Jihan,dia meminta Jihan untuk menemaninya untuk pergi ke sebuah toko buku langganannya.


Sesampainya mereka berdua disana,Naya langsung mencari buku yang akan dia beli untuk kebutuhan belajarnya,padahal baru kemarin dia berbelanja buku bersama Dewa.sedangkan Jihan memilih untuk melipir ke rak buku yang lainnya,rencananya dia ingin membeli sebuah novel untuk dia baca jika senggang.




*

__ADS_1


Sudah hampir beberapa bulan setelah kesalahpahaman diantara mereka berdua,Arga dan Naya sama sama saling menghindar.Arga dengan kesalahpahamannya pada Naya yang menganggap Naya sudah mempunyai kekasih,begitu pun juga dengan Naya dia menganggap dirinya sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk bisa bertemu dengan Arga apalagi setelah dia berpikir kalau wanita yang beberapa bulan lalu mengangkat ponsel Arga adalah kekasih baru Arga.Kini keduanya sudah tak saling memberi kabar lagi bahkan keduanya sama sama fokus dengan kegiatan belajar karena tiga hari lagi ujian nasional akan dimulai.


Naya pun mulai menyibukan dirinya dengan belajar siang dan malam berharap dia mendapatkan nilai yang tinggi saat lulus nanti dan berharap kalau keinginannya untuk bisa masuk ke sebuah universitas negeri di kotanya dengan jalur beasiswa bisa terwujud.


Ujian Nasional pun resmi dimulai,dan pada hari pertama berkat ketekunannya dan kegigihannya belajar siang dan malam,akhirnya Naya bisa mengerjakan dan melewati semua mata pelajaran dengan baik dan juga lancar sampai hari terakhir ujian itu berakhir.Naya merasa lega karena bisa mengerjakan setiap soal dengan baik dan dia cukup yakin dengan semua jawabannya.Berharap saat pengumuman hasil ujian nanti dia akan mendapatkan nilai yang tinggi.Naya semakin deg degan saja dengan nilai yang akan dia dapat.Dia sudah mulai melupakan Arga dan hanya fokus pada rencana masa depannya,walaupun dalam hati kecilnya dia masih berharap agar suatu saat nanti dia bisa bertemu dengan Arga.


Seminggu kemudian,hasil ujian pun sudah resmi keluar.dan alhamdulillah semua murid Budi Pertiwi lulus dengan nilai yang baik.Dan yang lebih mengejutkan lagi untuk Naya adalah karena dirinya menjadi satu satunya siswa yang lulus dengan nilai tertinggi pada saat kepala sekolah mengumumkannya.Ada rasa bangga Naya pada dirinya sendiri,karena apa yang dia harapkan terwujud juga dan dia yakin dengan nilai tersebut akan membuat jalannya untuk meraih beasiswa dan masuk ke sebuah universitas negeri pun semakin terbuka lebar.Setelah acara penyerahan surat kelulusan pun,Naya yang sedang asyik berkumpul dengan teman teman sekelasnya karena di kelasnya sedang ada acara pengambilan beberapa foto sebelum mereka semua berpisah karena hari ini adalah hari terakhir mereka satu kelas.


Tiba tiba saja Maya yang merupakan teman satu bangku Naya menepuk bahunya.


"Nay..dicariin kepala sekolah tuh!!!"ucap Maya serius.Naya yang sedang asyik berselfie ria pun harus sesegera mungkin menuju ruangan kepala sekolah takut memang ada hal yang sangat penting sehingga membuat kepala sekolah memanggilnya.


"Oh iya..makasih ya May,ini aku langsung kesana"ucap Naya yang kemudian pamit pada semua teman temannya kemudian berjalan menuju ruangan kepala sekolah dengan perasaan tak karuan.Sepanjang perjalanan kepala Naya berpikir keras ada hal apa gerangan sampai kepala sekolah memanggilnya?


Tok


Tok


Tok


"Pak maaf apa bapak memanggil saya?"tanya Naya sopan.


"Kamu Nayyara Adelia kan?siswi kelas IPA 1?"tanya pak Yusuf pada Naya.


"Betul pak,kalau boleh tahu ada apa yah pak?"


sebelum memnyampaikan maksud dan tujuannya,pak Yusuf pun menyuruh Naya untuk duduk terlebih dulu.

__ADS_1


"jadi begini Naya,selaku kepala sekolah disini saya sudah melihat perkembangan kamu dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas,dan ternyata kamu banyak sekali mengikuti berbagai perlombaan akademik dan tak jarang juga kamu selalu mengharumkan nama sekolah dengan prestasi akademik kamu.Kamu mampu membuat sekolah yang meskipun berada di sebuah desa tak lantas di pandang sebelah mata.untuk itu atas nama pribadi dan juga atas nama sekolah saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu sekaligus memberikan surat rekomendasi untuk kamu sebagai calon penerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kamu di universitas negeri."ucap pak yusuf yang membuat bola mata Naya menggenang karena merasa tak percaya ternyata jalan menuju kesuksesannya semakin diebrikan kemudahan.


"Bapak tidak bercanda kan?"Nya benar benar merasa tak percaya dengan apa yang di dengar olehnya barusan.


"Betul Naya saya tidak bercanda,kamu boleh memilih universitas negeri mana saja yang kamu inginkan tapi kamu harus mengikuti tes seleksi tersebut."


"Baik pak sepertinya saya akan mendaftar di universitas X saja yang masih di kota ini"sahut Naya bahagia.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi pilihan kamu,saya hanya bisa mendoakan supaya kamu lolos dan bisa bersekolah di universitas yang kamu inginkan.Dan untuk waktu tes seleksinya kami pihak sekolah akan mengabarkan lagi secepatnya yang penting kamu sudah mempersiapkan diri."


"baik pak terima kasih banyak saya berjanji akan belajar lebih giat lagi agar saya bisa lolos nantinya."Setelah obrolannya dengan kepala sekolah Naya pun pamit dan langsung mencari Jihan,dia ingin Jihan sahabatnya menjadi orang pertama yang mendengar kabar bahagia ini.


"Jihan..."teriak Naya kencang.Jihan yang sedang sibuk dengan ponselnya pun langsung menoleh ke arah Naya yang sedang berlarian ke arahnya.


"ada apa Nay?apa terjadi sesuatu sama lo?"tanya Jihan bingung melihat wajah Naya yang dipenuhi oleh senyuman.Naya yang merasa senang pun langsung memeluk Jihan kemudian menangis tersedu sedu.Jihan panik sebenarnya ada apa,apa hal yang membuat Naya menjadi nangis,pikir Jihan.


"Han..aku berhasil mendapatkan beasiswa itu han"Jihan yang mendengarnya pun ikut merasakan senang karena apa yang menjadi cita cita Naya bisa terkabul,karena dia tahu betul bagaimana perjuangan Naya selama ini agar dia bisa mendapatkan beasiswa kuliah.


"MasyaAllah..selamat yah Nay aku ikut senang dengarnya,kamu memang hebat dan aku percaya kamu mampu.Oia by the way rencananya kamu ambil kuliah di kampus mana?"tanya Jihan kemudian.


"Makasih yah han kamu selalu ngasih dukungan buat aku,rencananya aku mau daftar di universitas X aja han biar aku juga gak terlalu jauh dari ibu sama ayah."


"Kalau gitu kita sama dong Nay,aku juga rencananya kuliah disana!"sahut Jihan senang karena lagi dan lagi dia akan satu kampus dengan sahabatnya.


"serius kamu han?berarti kamu wajib doain aku yah biar aku bisa lolos tes seleksi."pinta Naya,


"Amin..aku selalu doain kamu Nay.Yaudah kita pulang sekarang yuk"ajak Jihan sambil menggandeng tangan Naya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2