
Kini Naya dan Arga sudah tiba di rumah Naya,setelah tadi hampir setengah jam menempuh perjalanan dari pasar.Arga yang baru turun dari motor langsung bergegas membantu Naya membawakan kantong kresek berisi belanjaan.
"Assalamualaikum..."sapa Naya sambil membukakan daun pintu rumahnya.Sedangkan Arga berjalan mengekor di belakangnya.
"walaikumsalam.."terdengar sahutan dari arah dalam,memunculkan bu siti yang masih mengenakan mukenanya dan langsung berjalan ke ruang tamu setelah dia mendengar suara salam dari seseorang.Ternyata anak kesayangannya baru saja pulang dari sekolah,namun yang membuatnya heran adalah Naya membawa begitu banyak tentengan yamg isinya sudah bisa terlihat olehnya.
"loh nay kamu baru pulang?itu kamu bawa apaan?"mata bu siti kini beralih ke sebuah trophy yang baru saja diletakkan oleh Naya di atas meja.
"Assalamualaikum.."sapa Arga yang baru saja masuk ke dalam rumah,tadi dia kembali ke motornya karena lupa kunci motornya masih ketinggalan diatas motor.
"walaikumsalam...loh nak Arga!!!!ada acara apa ini nay?"tanya bu Siti yang semakin keheranan.Arga yang di sapa pun langsung berjalan ke arah ibu nya Naya lalu mencium punggung tangan bu siti.
"ibu..alhamdulillah Naya jadi juara di lomba olimpiade matematika kemarin"ucap Naya dengan matanya yang mulai mengembun,baru kali ini dia merasa terharu dengan prestasi yang kembali dia capai.Begitu pun dengan bu siti,dia nampak mengharu biru karena mendapatkan kabar yang membuatnya bangga.Dia tahu betul bagaimana usaha anaknya itu untuk bisa mengikuti lomba kemarin,Naya tidak kenal lelah belajar siang dan malam.Bahkan tak jarang dirinya harus mengomel karena Naya seringkali melewatkan jam makannya.
"alhamdulillah yah Nay ibu sama ayah bangga banget sama kamu."bu siti membelai lembut rambut Naya.Sedangkan Arga hanya terdiam melihat interaksi dari ibu dan anak ini,dia tiba tiba saja merindukan kedua orang tuanya yang berbeda kota dengannya.Naya sadar kalau Arga ada di rumahnya,dia pun langsung menoleh ke arah Arga.Dia melihat Arga sedang tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"ga maaf yah kamu malah aku cuekin,oia bu rencananya aku sama temen temen aku mau bikin acara liwetan di rumah,gak apa apa kan?"tanya Naya yang memang belum meminta izin kepada ibunya.Bu siti pun langsung mengangguk setuju bahkan dirinya tak keberatan sama sekali.
"oia Nay..ini aku simpen dimana yah?"tanya Arga yang masih ribet dengan urusan belanjaan yang masih dia pegang.
"ya ampun Arga maaf yah,padahal kamu tinggal simpen aja di lantai.yaudah sini belanjaannya aku bawa ke dapur aja deh sambil aku buatin minum buat kamu.Kamu duduk aja yah ga"ucap Naya yang kemudian memindahkan kantong belanjaannya dari tangan Arga.Sedangkan di dapur bu siti sudah mulai menyiangi beberapa sayuran dan memotong motong ayam yang sudah dibeli oleh anaknya tadi.
"Nay..buatin minum dulu buat nak Arga."perintah bu Siti pada Naya.
"iya bu,ini aku mau bikin kok."sahut Naya yang kemudian mengambil sebuah gelas dari rak.Setelah selesai membuatnya Naya langsung mengantarkannya pada Arga.
"ga diminum yah,aku tinggal lagi ke belakang mau bantuin ibu"ucap Naya yang baru saja akan membalikan badannya tapi harus terhenti karena ucapan Arga.
"ga usah deh ga,lagian kan ini urusan perempuan.Kamu tunggu disini aja yah,paling bentar lagi Jihan sama Bagas juga sampai"
Namun Arga bersikukuh untuk tetap ikut membantu Naya dan ibunya di dapur karena sejujurnya dia merasa tidak enak kalau harus berdiam diri saja.Lagipula sepertinya ini akan menjadi pengalaman pertama untuknya,pikir Arga.Saat di dapur bu siti nampak kaget dengan kemunculan Arga yang sudah mengekor Arga di belakang Naya.
__ADS_1
"Nak Arga mau ikut bantuin juga?"tebak bu siti.
"iya bu saya mau coba bantu ibu dan Naya sebisa saya"ucap Arga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Sebenarnya dia tidak pandai dalam hal urusan dapur tapi kali ini dia ingin mencoba sesuatu hal yang baru.Bu siti dengan telaten mengajarkan Arga,dari mulai menyiangi sayuran,memotong ayam tak lupa juga bu siti memperkenalkan macam macam rempah rempah dan juga bumbu dapur karena dia yakin laki laki mudah di hadapannya saat ini belum tahu sama sekali.Terlihat Arga yang masih saja kesulitan membedakan nama bumbu dapur yang bentuknya hampir sama.Tapi ini justru membuat Arga ketagihan karena ternyata di rumah Naya dia kembali menemukan sebuah kehangatn sebagai keluarga yang jarang sekali dia dapatkan.Sedangkan Naya hanya dibuat terkekeh karena melihat Arga yang masih saja salah menyebutkan nama bumbu walaupun sudah berulang kali diberi tahu oleh ibunya.
Satu jam berkutat di dapur akhirnya semua masakan Naya dan ibunya sudah selesai dan matang semua.Bu siti izin keluar sebentar dia hendak mencari daun pisang yang akan digunakan sebagai alas makan nanti,karena memang biasanya makan nasi liwet itu akan lebih enak kalau di makan rame rame di atas pelepah daun pisang.Aroma dari ikan asin dan juga nasi liwet yang wangi membuat Arga menelan ludahnya dan membuat perutnya langsung keroncongan.Dia merasa sudah tidak sabar untuk segera mencicipi masakan dari Naya.Ternyata Naya benar benar pandai dalam hal memasak,karena tadi hampir semua menu Naya yang memasak.Sedangkan ibunya malah sibuk bercengkrama dengan dirinya.Saat Naya sedang asyik memotong motong buah timun Arga dengan sengaja menjahili Naya.
"Nay..liat itu apa yah?"kata Arga sambil tangannya menunjuk ke arah lain.Sedangkan Naya langsung saja menuruti kemana arah tangan Arga menunjuk.Sedetik kemudian Arga malah memasukan timun yang sedang di pegang naya lalu menggigitnya.
"iiih Arga kamu jahilin aku yah?"omel Naya yang sadar dirinya sedang dikerjai oleh Arga.Sedangkan Arga malah tertawa terbahak bahak melihat Naya cemberut.
"abisnya kamu fokus banget potongin timunnya sampai aku di kacangin"ujar Arga yang masih sibuk mengunyah.
"iiiihh Arga..yaudah kalau gitu kamu bantuin aku nata nasi sama lauknya di atas daun pisang yah?"pinta Naya.Sedangkan Arga merasa heran,apa bisa daun pisang dijadikan alas untuk makan?apa tidak tumpah tumpah?pikirnya.Dan Naya hanya kembali terkekeh dengan mimik wajah Arga yang seperti kebingungan.
"hmmm jangan bilang kamu gak pernah makan di atas dau pisang juga?"tebak Naya.Arga hanya menjawabnya dengan anggukan karena memang selama hidupnya mungkin kali ini dia akan makan di atas daun pisang dan ini akan menjadi sesuatu yang unik untuknya.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara motor di halaman teras rumahnya,Naya yang dibantu Arga sedang menata nasi dan juga lauknya di atas daun pisang pun langsung bangkit untuk menyambut teman temannya yang lain.Tapi yang menjadi perhatian Naya sekarang adalah Bagas yang datang bersama Bela bahkan mereka terlihat sangat mesra.
Bersambung