
Esok harinya saat jam istirahat di sekolah,naya dan jihan memutuskan untuk pergi ke kantin bersama,mereka berdua jalan beriringan menuju kantin yang terletak di belakang sekolah.Tapi sebelum mereka sampai disana,lebih tepatnya di lorong sekolah naya tak sengaja melihat arga sedang duduk berdua dengan posisi si pria dan wanita membelakanginya.Hati naya terbakar api cemburu melihat arga begitu dekat dengan wanita selain dirinya,padahal dia saja belum menjadi siapa siapa arga.Tapi entah kenapa untuk menepis perasaan untuk tidak cemburu saja naya begitu kesulitan.Semakin dia menyaksikan arga lebih lama lagi hatinya semakin sakit ada perasaan tak rela yang hinggap dihatinya.Naya yang penasaran berusaha mendengar percakapan mereka dari kejauhan dan menajamkan pendengarannya.
“arga…aku dengar dari bagas kamu menyukaiku?apa itu benar?”tanya seorang gadis yang juga naya tahu siapa dia,dia adalah bela siswi kelas XI ipa yang mendapat julukan primadona sekolah.Bela memang cantik makanya tak heran dia menjadi primadona di sekolahnya,bahkan banyak pria yang mengejar ngejar cintanya.Tapi naya justru kaget karena baru mengetahui kalau arga pun ikut menaruh hati pada gadis yang mempunyai perawakan tinggi semampai ,wajah yang glowing dan berkulit putih mulus,sebenarnya sangat serasi dengan arga tapi untuk mengakuinya saja sudah membuat dada naya menjadi sesak.
“iya..gue emang suka sama lo,.........”
Deg
Hati naya begitu teriris ketika mendengar arga mengatakan suka pada lawan jenis,seluruh badannya melemas bahkan kakinya terasa tak bertulang lagi,matanya mulai mengembun tapi masih berusaha dia tahan.Hingga akhirnya dia memilih untuk pergi tanpa mendengarkan lebih lanjut percakapan diantara keduanya dan membatalkan niatnya untuk pergi ke kantin serta meninggalkan jihan begitu saja.
__ADS_1
“loh nay…kamu mau kemana?”jihan terlihat kebingungan karena naya malah membalikan kembali badannya dan berjalan ke arah toilet.Jihan langsung menyusul langkah naya yang berlari sudah cukup jauh.Setibanya di toilet naya menumpahkan semua rasa sesak di dadanya,dia menangis dengan tanpa suara.Dia tak ingin keberadaannya mengundang perhatian siswi lain karena mendengar dirinya menangis.
dor dor dor
nay..nay..
Suara pintu kamar mandi dimana naya berada digedor seseorang dari luar,naya tahu siapa yang melakukannya karena dia sudah hafal dari suara yang berteriak memanggilnya.Dengan gerakan perlahan naya membuka kunci pintu toilet,terlihat wajahnya yang sembab karena menangis.Dahi jihan mengkerut,dia begitu penasaran apa yang membuat sahabatnya itu menangis.
“bantu aku menjauh dari arga mi bantu aku”jihan melerai pelukan mereka,dia terkejut kenapa sahabatnya itu meminta sesuatu yang aneh,bukannya naya itu menyukai arga lantas kenapa dia malah memilih ingin menjauh?
__ADS_1
“kamu kenapa sih nay?cerita sama aku dulu,aku bener bener bingung.”pinta jihan.
“nanti aku ceritanya di rumah aja yah ga enak kalau disini terlalu banyak orang.”naya mencoba menyeka air matanya.
“oke…yaudah sekarang kita mau kemana?”
“ke kelas aja deh,aku udah males kemana mana.”
Jihan pun mengikuti kemauan naya,keduanya berjalan menuju kelas padahal jam istirahat baru saja di mulai.
__ADS_1
kenapa sih dia aneh banget,kalau suka sama orang harusnya dikejar lah ini malah minta pengen menjauh,hadeuuuhhh rumit banget sih suka sama seseorang tapi secara diam diam gumam jihan dalam hati.
Bersambung