
Naya melepaskan genggaman tangan Arga karena mendadak jantung nya kembali berdegup kencang,dia khawatir bunyi jantungnya terdengar oleh Arga.Setelah saling melepas genggaman keduanya malah terlihat saling salah tingkah,Naya memilih meneguk minuman nya kembali berharap bisa mengurangi hatinya yang berdebar sementara Arga menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Sudah Nay makannya?"tanya Arga yang sekarang malah menjadi gugup.Naya pun menganggukan kepalanya.Arga langsung saja mengeluarkan dompet dari sakunya kemudian membayar semua pesanannya tadi dengan Naya.Mereka berdua pun langsung meninggalkan kedai nasi goreng tersebut,Arga melajukan motornya menuju rumah Naya hendak mengantarkannya sesuai dengan janjinya.
*
Keesokan paginya di sekolah,Naya yang sedang mengerjakan tugas kelompoknya dikagetkan dengan kedatangan Jihan tiba tiba.
"Nay..aku denger dari bu Indri kamu yang jadi perwakilan sekolah kita untuk olimpiade matematika nanti yah?wah kamu hebat Nay..aku bangga banget sama kamu."puji Jihan tak menyangka ternyata sahabatnya sendiri yang ditunjuk untuk mewakili sekolahnya di olimpiade matematika tingkat provinsi.Naya hanya tersenyum saja,sebenarnya dia memang sudah mendapatkan info ini terlebih dulu dan sempat juga berkonsultasi dengan para guru lain.Tapi dia tidak mau bilang dulu pada yang lain sebelum sekolah membuat pengumuman resmi.
"Makasih han aku gak tahu,kira kira aku mampu ga yah han?aku takut mengecewakan sekolah kalau sampai aku gak menang di pertandingan nanti."keluh Naya yang tiba tiba saja merasa tidak percaya diri.
"kok kamu jadi gak percaya gitu sih Nay?kamu kan pinter aku yakin kamu pasti bisa kok.Lagian guru guru juga pasti punya alasan kenapa mereka bisa memilih kamu,itu berarti mereka yakin kamu mampu.Lagian yah Nay..soal kalah atau menang itu urusan Tuhan yang penting kita sebagai manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa."ucap Jihan bijak.
"baik bu ustadzah.."sahut Naya sambil tersenyum.Naya dan Jihan pun kembali mengerjakan tugas kelompok yang sedang mereka kerjakan.Sedangkan Arga yang sedari tadi menguping obrolan Naya dan Jihan hanya bisa memuji Naya dalam hati,dia sangat bangga pada Naya yang mempunyai segudang prestasi.
__ADS_1
Jam pulang sekolah telah tiba,semua murid mulai mengemasi barang mereka masing masing dan meninggalkan ruangan kelas.Tersisa Arga,Jihan dan juga Naya yang masih dalam kelas.
"Nay...ayo pulang"ajak Jihan.
"Aku pulang agak telat han,mau konsul dulu sama pak Aji tentang materi yang akan dilombakan nanti."jawab Naya yang tadi sudah meminta waktu pada pak Aji sebagai guru matematika di sekolahnya untuk berkonsultasi mengenai materi materi yang akan dilombakan nanti dan sepertinya memerlukan waktu yang tidak sebentar apalagi mengingat olimpiade tersebut akan diselenggarakan satu minggu lagi.Untuk itu Naya ingin belajar lebih keras lagi agar dia bisa memberikan hasil yang terbaik untuk sekolahnya.
"oh yaudah...terus nanti kamu pulang sama siapa?"tanya Jihan kembali.
"aku paling naik angkot aja han,atau enggak minta ayah jemput,lagian aku juga belum tahu berapa lama aku membahas materi sama pak Aji."jawab Naya.
"oh yaudah kalau gitu aku duluan yah,Arga gue balik duluan."teriak Jihan pada Arga yang sedang fokus memainkan ponselnya.Naya pun langsung menoleh ke arah Arga yang ternyata benar dia masih ada disana.
"oke..hati hati han."sahut Arga.
Naya tidak tahu saja kalau daritadi Arga mendengar obrolan mereka berdua.Naya yang akan pergi ke ruangan guru pun menyempatkan diri untuk menegur Arga.
"Aku lagi nunggu orang Nay."jawab Arga yang kemudian beralih menatap Naya.
"oh yaudah,aku ke ruangan pak aji dulu yah ga."Ujar Naya yang kemudian meraih tas sekolahnya lalu meletakannya di punggungnya.
"iya Nay.."Naya pun langsung pergi meninggalkan Arga sendiri di ruangan kelas.
Dua jam kemudian,pintu ruangan guru terbuka dan memunculkan sosok Naya disana,dia merasa cukup lelah hari ini,setelah seharian penuh dia belajar kini ada materi tambahan yang harus dia pelajari khusus dari Pak Aji.Naya merenggangkan otot ototnya yang terasa sedikit tegang lalu memutar badannya ke kiri dan ke kanan berharap rasa pegal di tubuhnya hilang.
__ADS_1
Hufffttt...kamu bisa Naya..kamu pasti bisa mengharumkan nama sekolah nanti."Naya menyemangati dirinya sendiri.
Setelah hampir seharian di sekolah rasanya dia ingin cepat sampai rumah agar bisa beristirahat,kegiatan hari ini benar benar sudah menyita pikiran dan juga energinya.Dengan langkah gontai dia mulai menyeret langkah kakinya menuju gerbang sekolah,namun langkahnya terhenti kala matanya menatap Arga sedang duduk seorang diri sambil memainkan ponsel nya seperti tadi.
"Arga,kok kamu belum pulang?"tanya Naya heran,tadi katanya Arga bilang sedang menunggu orang tapi dia malah asyik duduk sendiri.Apa orang yang ditunggu Arga tidak datang atau bagaimana?Naya menebak nebak sendiri.
"kamu udah selesai nay?"Arga malah bertanya balik pada Naya.
"Aku udah selesai,ini udah mau pulang.Yaudah aku duluan yah."ucap Naya yang langsung saja melangkahkan kakinya karena saat ini dia benar benar lelah dan ingin segera sampai rumah.Namun pergerakannya terhenti saat tangan Arga menahan tangannya.
"Aku antar yah"ujar Arga yang sudah berdiri di belakang naya sambil menyimpan ponsel ke dalam saku celananya.
"Tapi katanya kamu lagi nunggu orang?emang gak jadi atau gimana?"tanya naya yang tidak mau mengacaukan urusan Arga yang malah menawarkan mengantarkannya pulang.
"Aku gak jadi ketemu sama orang itu,jadi mau yah aku antar kamu pulang?"Arga masih keukeuh untuk mengantarkan Naya pulang.
"yaudah boleh ga,lagian hari ini aku cape banget.Aku udah pengen istirahat"keluh Naya.
"kasiannya Naya ku"ucap Arga sambil mengacak ngacak gemas rambut Naya.Tapi yang jadi perhatian Naya sekarang bukan sikap Arga yang mengacak ngacak rambut dirinya,tapi kata terakhir yang Arga ucapkan.
Naya ku?apa maksud kamu ga?aku belum pernah mendengar kamu memanggil aku seperti itu sebelumnya.Ucap Naya dalam hati.
Akhirnya Arga yang merasa khawatir pada Naya pun karena melihat wajah pucat Naya yang memang terlihat sangat lelah langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa lebih cepat sampai ke rumah Naya.
__ADS_1
Naya benar benar tidak tahu kalau sebenarnya tadi Arga sengaja menunggu dia pulang sekolah.Saat Arga mendengarkan obrolan Naya dengan jihan tadi,Arga mendengar kalau selepas sekolah nanti Naya ada materi tambahan dari pak Aji.Maka Arga berinisiatif untuk menunggu Naya karena dia sangat khawatir pada Naya kalau dia pulang sendirian.Untuk itu Arga sengaja mencari alasan bahwa dia sedang menunggu temannya,padahal kenyataannya dia memang sedang menunggu Naya.
Bersambung