
Begitu sampai kelas tiba tiba saja naya merasakan sakit di bagian perutnya,sepertinya periode datang bulannya akan datang karena memang biasanya naya akan merasakan sakit perut yang tak tertahan kalau tamu bulanannya itu datang.
“kenapa lo nay?”tanya bagas yang kebetulan berpapasan dengan naya.
“Aku gak apa apa ko gas”sahut naya yang masih saja terus memegangi perutnya.Sedangkan wajahnya kini sudah mulai pucat dan keringat di dahinya sudah mulai bercucuran karena menahan rasa sakit.
“yakin lo?tapi wajah lo pucet begitu?lo yakin baik baik aja?”tanya bagas memastikan.
Naya menjawabnya hanya dengan anggukan saja,padahal dia sudah merasa tidak kuat dengan rasa sakitnya.
“jihan…”teriak bagas pada jihan yang lagi sibuk ngobrol sama murid yang lain karena memang bu indri memberikan tugas berkelompok.Merasa namanya di panggil jihan pun langsung menoleh ke depan karena posisinya saat ini sedang menghadap ke arah belakang.
“kenapa gas?”tanya jihan belum sadar kalau naya sedang kesakitan karena pandangannya terhalang oleh murid lain yang sedang berdiri.
“bestie lo nih sakit?”sarkas bagas.Jihan terperanjak kaget saat bagas mengatakan naya sakit,dengan cepat jihan pun meninggalkan tugasnya lalu berlari ke depan kelas.Dan benar saja jihan mendapati naya dengan wajah pucat,keringat yang bercucuran sambil memegangi perutnya.
“nay..lo kenapa?”tanya jihan khawatir.
“gak apa apa han,kayaknya tamu bulanan aku mau dateng,tapi ini sakit banget.”keluh naya.
“yaudah kita ke UKS aja yuk,sini biar gue bantu lo jalan.”pinta jihan yang kemudian mengalungkan tangan naya di bahunya.Baru saja berjalan langkah tiba tiba saja
__ADS_1
Brugh
Naya jatuh tak sadarkan diri dan seketika membuat suasana kelas menjadi riuh.Jihan yang sedang memegangi naya pun tak sanggup menahan tubuh naya hingga membuat mereka berdua jatuh tersungkur.Jihan panik dan langsung saja menepuk nepuk pipi naya berharap naya kembali sadar.Bersamaan dengan itu,arga yang baru saja masuk kelas kaget mendapati naya tengah tergeletak begitu saja di lantai.Semua murid lelaki disana berusaha mengangkat tubuh naya rame rame,tapi dengan gerakan cepat arga membelah lautan manusia itu lalu membopong tubuh naya seorang diri ke ruangan kesehatan sekolah.
“minggir..biar gue yang bawa naya.”ujar arga yang wajahnya dipenuhi kekhawatiran.
Setibanya di ruang kesehatan,naya langsung mendapatkan pertolongan pertama dari petugas yang sedang berjaga.Arga dengan setia mendampingi naya,tadinya jihan yang mau menemani naya tapi arga menyuruh jihan agar kembali ke kelas saja apalagi tugas dari bu indri belum selesai,akhirnya dengan terpaksa jihan pun mengikuti arahan arga.Jihan hanya takut naya marah kalau laki laki yang menolongnya tadi adalah arga,dan itu akan semakin sulit untuk naya menjauh dari arga.
“bagaimana bu keadaan teman saya?”tanya arga khawatir.Sang petugas kesehatan pun hanya mengulas senyum karena dia pikir laki laki ini adalah kekasih dari gadis yang dia bawa tadi karena terlihat sekali aura kecemasan dan kekhawatiran dari wajahnya.
“tidak apa apa,dia hanya mengalami dismenore saja.”
“dismenore apa bu?”tanya arga karena bahasa itu terdengar asing di telinganya bahkan mungkin seumur hidupnya baru mendengar istilah tersebut.
“tapi apa memang efeknya itu bisa sampai membuat seseorang pingsan seperti naya ?”petugas kesehatan pun kembali mengulas senyum kecilnya karena lelaki ini sepertinya memang benar benar khawatir.
“dismenore dapat bersifat ringan namun ada juga yang bersifat parah.”
“tapi naya tidak apa apa kan dok?dia tidak harus dibawa ke rumah sakit kan?
“tidak perlu,hanya dengan beristirahat saja nanti rasa sakitnya juga akan hilang kok.”
__ADS_1
“oh begitu yah,terima kasih banyak bu”
“sama sama kalau begitu saya tinggal dulu yah.”
“baik bu silahkan.”
Arga menatap wajah naya yang tampak begitu pucat,lalu kemudian dia memilih duduk di kursi yang berada tepat di samping ranjang naya.Hingga akhirnya mata yang tadi terpejam perlahan mulai membuka kelopak matanya.Naya yang baru saja sadar langsung meringis kesakitan kembali sambil memegangi perutnya.Sepertinya naya belum menyadari arga sedang berada duduk di sampingnya sambil memejamkan mata.
arga?kenapa dia disini?apa yang terjadi sama aku?gumam naya pelan.
Naya tidak mau arga sampai menyadari dirinya sudah sabar,maka dengan gerakan lambat naya berusaha untuk menurunkan kakinya dan hendak pergi dari ruangan kesehatan tersebut.Tapi sayang,saat naya berhasil memindahkan kakinya dari atas ranjang ke lantai tiba tiba saja arga terbangun dan lansgung menarik tangan naya.
“mau kemana?”tanya arga lembut.Arga sadar naya sedang menghindarinya,bahkan saat ini saja naya berusaha untuk kabur darinya.Naya terperanjak kaget,usaha dia untuk pergi diam diam gagal total.
“aku mau ke kelas”jawab naya tanpa melihat wajah arga.Arga bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah depan naya,barulah tatapan mereka kembali bertemu.
“mau kabur?”tebak arga dengan tatapan mata yang sulit diartikan oleh naya,bahkan hanya melihat mata arga saja sudah membuat hati naya deg degan.
“enggak..aku bilang mau ke kelas”jawab naya yang tiba tiba saja jutek.Arga semakin heran dengan perubahan sikap naya,dia berusaha menghindar sekarang ditambah lagi dia jutek mendadak.
“kamu kenapa sih nay?kalau aku ada salah sama kamu aku minta maaf.Tapi jangan menghindar dari aku.”ucap arga dengan nada suara sedikit tinggi dan itu membuat hati naya seperti tersayat.tanpa basa basi naya langsung pergi dari ruangan kesehatan menuju kelasnya.
__ADS_1
Aaaaaarrrgggghhhhhh
Bersambung