Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
28.Amarah Lusi


__ADS_3

"awwwwww”pekik bela yang kesakitan sedangkan teman bela yang lain nya hanya bisa menyaksikan bagaimana lusi menyerang bela dengan car menarik rambut bela hingga dia meringis kesakitan.Mereka tidak berani membela bela yang sepertinya sudah membuat masalah dengan lusi,mereka sudah merasa takut duluan dengan lusi yang mendapatkan julukan“ratu kejam“di sekolahan nya itu.


“heh..gue udah ngasih peringatan sama lo kemarin tapi lo masih ngeyel aja.Lo beneran gak takut sama gue?”ujar lusi yang masih menarik rambut bela dan mata yang melotot.Sedangkan bela semakin kesakitan karena lusi semakin menarik rambutnya dengan kencang.


“aku gak ngerti kamu ngomong apa lusi?”bela berusaha untuk melepaskan rambutnya dari cengkraman lusi tapi ternyata tenaganya masih kalah dengan kekuatan cengkraman lusi.


“lo ini emang polos apa pura pura beg* sih?lo kemarin pulang bareng arga kan?dan lo dibonceng sama dia?masih lupa lo?”bentak lusi yang tak berniat melepaskan cengkramannya.


“kemarin aku cuma minta tolong sama arga lusi karena aku kecopetan kemarin aku bingung harus minta tolong sama siapa lagi.”bela berusaha membela dirinya.


“dari ribuan siswa yang sekolah disini kenapa lo cuma minta tolong sama arga?kenapa?lo beneran suka sama dia?jawab gue.”lusi terus saja mencecar bela,padahal bela sudah sangat meringis kesakitan tapi sepertinya lusi dengan sengaja mentulikan pendengarannya.

__ADS_1


“ada apa ini?”tiba tiba saja pak aji sang guru killer masuk ke dalam kelas bela,tadi pas dia sedang lewat depan kelas bela telinganya tak sengaja mendengar ribut ribut.Dan ternyata pas dia masuk dia melihat lusi sedang menarik narik rambut bela tapi tidak ada seorang pun yang berusaha melerai mereka.


“lusi apa yang kamu lakukan?”tanya pak aji penuh intimidasi.Mendengar bentakan dari pak aji lusi seketika menjadi panik karena aksinya tertangkap basah oleh guru killer pula.


“saya…saya...”lusi sampai terbata batamenjawab pertanyaan dari pak aji saking dirinya ketakutan.


“kalian berdua ikut saya ke ruang guru sekarang.”perintah pak aji pada bela dan juga lusi,sedangkan siswa yang lain hanya menatap iba pada bela yang justru korban tapi juga ikut kena imbasnya.


“lusi bisa kamu jelaskan pada bapak kenapa tadi kamu menjambak rambut bela?”lusi yang tadinya tertunduk langsung menatap wajah pak aji,kenapa dia saja yang disalahkan?kalau saja bela tidak mencari gara gara sebelumnya gak mungkin juga dia melakukan penyerangan pada bela,pikir lusi.


“bela duluan pak yang nyari masalah sama saya.”tuduh lusi tak terima kalau hanya dia yang disalahkan disini.Bela terkejut ketika lusi malah menuduhnya mencari masalah terlebih dulu pada bela.

__ADS_1


“bohong pak,saya gak ngerasa nyari masalah sama lusi.Bapak jangan percaya sama dia pak.”sahut bela membela dirinya.


“heh..justru elo yang nyari masalah sama gue duluan,?”Lusi dan bela malah saling berdebat dan saling melemparkan kesalahan dan hal itu membuat pak aji semakin pusing.


“sudah…sudah..kalian berdua membuat kepala saya menjadi pusing.Kalau begitu kalian berdua saya hukum untuk membersihkan semua toilet di sekolah ini.”


“apa?????”jawab lusi dan bela secara bersamaan kemudian mereka pun saling pandang.


“kenapa?hukuman dari saya kurang?baiklah kalau gitu akan saya tambah,kalian-”


“jangan pak jangan..baik kita akan membersihkan toilet sesuai perintah bapak.”potong lusi dengn cepat.Tidak ada pilihan lain untuk lusi dan bela saat ini,daripada mereka harus mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat,karena ini saja sudah berat menurut mereka berdua.Mereka berdua pun keluar dari ruang guru dengan wajah yang ditekuk.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2