Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
46.Arga Mendadak Pergi


__ADS_3

Senin pagi disambut dengan penuh semangat oleh Naya,karena hari ini merupakan hari pertama ujian kenaikan kelas.Beberapa hari ke belakang Naya sudah belajar keras siang dan malam agar nanti dia bisa mempertahankan kembali nilainya dan menempati kembali juara umum di sekolahnya.Karena bagi Naya hal itu sangatlah penting untuk menunjang masa depannya nanti.Ya naya belajar giat dari sekarang karena rencananya dia ingin masuk perguruan tinggi negeri di kotanya dengan menggunakan jalur beasiswa,agar dia tak harus lagi merepotkan kedua orang tuanya memikirkan biaya kuliahnya nanti.Malahan Naya sudah berencana untuk mengambil kerja part time sambil kuliah agar dia bisa memiliki uang saku tanpa harus meminta pada orang tuanya.


Naya dan Jihan berangkat bersama menggunakan angkutan umum,seperti biasa setiap senin mereka akan berangkat lebih awal karena biasanya jalanan akan sedikit macet.Jihan sudah tidak pernah lagi menanyakan Arga pada Naya karena dia benar benar melihat ada yang tidak beres dengan hubungan mereka berdua.


Sepanjang perjalanan ke sekolah,Naya memfokuskan pandangan matanya ke arah samping sambil melihat pemandangan indah yang tersaji.Hamparan sawah yang padinya mulai menguning menjadi perhatiannya saat ini,namun matanya tak berkedip saat dia tak sengaja menatap Arga sedang membonceng seorang gadis dengan pakaian seragam sekolah yang sama dengan dirinya.


"Lusi?"gumamnya.Hati Naya mendadak tak karuan melihat pemandangan barusan,padahal dia berniat untuk melupakan Arga karena sejak kejadian beberapa minggu lalu,apalagi Arga tak pernah sekalipun datang untuk menjelaskan alasannya.Hatinya memang berharap,tapi dia tidak mau terlalu fokus.Naya sedang berusaha untuk menghapus bayang bayang Arga walaupun rasanya tidak akan mudah dan butuh waktu apalagi mereka satu sekolah.Gara gara yang dilihatnya tadi Naya sampai tidak fokus kalau angkutan umum yang membawanya dan Jihan sudah berhenti tepat di gerbang sekolahnya.Naya baru tersadar saat dia merasakan bahunya ditepuk,dan ternyata Jihan yang melakukannya.


"Nay..bengong sih?ayo turun kita udah sampai."ucap Jihan yang sudah turun terlebih dulu kemudian memberikan ongkos pada supir angkutan tersebut.


"Maaf han tadi aku melamun,oia ini uangnya aku ganti."ucap Naya sambil merogoh saku bajunya kemudian menyerahkan selembar uang lima ribu pada Jihan karena tadi Jihan membayarkan ongkosnya.Namun Jihan menolaknya,Naya bisa menggantinya saat pulang nanti toh pulang sekolah nanti mereka kan kembali menggunakan jasa transportasi umum.Naya pun kembali memasukan uang berwarna cokelat tersebut ke saku bajunya.Saat dirinya akan melangkahkan kaki ke kelas dia tak sengaja melihat Arga kembali dengan Lusi yang tampak lebih akrab,belum lagi senyuman yang terpancar dari wajah arga membuat hati Naya kembali menciut.Dia merasa rasa sukanya pada Arga benar benar hanya sebatas angan dan impian saja.Naya langsung memalingkan wajahnya seolah dia tidak mau melihat Arga dan Lusi yang sedang ngobrol,tak bisa dipungkiri ada rasa cemburu yang menjalar ke dalam hatinya.Walau sekeras apapun dia ingin menentangnya tapi rasa itu memang benar adanya.Karena ruangan ujian Arga dan Naya yang berbeda jadi kesempatan dia untuk melihat Arga semakin menipis saja.Seolah jarak sekarang menjadi tembok penghalang untuknya.Dan selama seminggu itu pula Naya sudah tidak pernah lagi berpapasan dengan Arga mungkin terakhir dia melihat Arga saat hari pertama ujian kenaikan kelas.

__ADS_1


Dan hari ini adalah hari pembagian rapot di sekolah Naya,karena seluruh siswa sudah berhasil mengikuti ujian dengan lancar dan tertib.Namun yang membuat Naya kecewa adalah dia sama sekali tidak melihat Arga di acara ini,padahal seluruh siswa kelas sepuluh dan sebelas hampir hadir semua.Hanya Arga yang tak terlihat batang hidungnya sama sekali.Naya menyapu tiap sudut sekolah,namun yang dia cari tetap tidak ada.Hati Naya mulai gamang,apakah Arga sakit atau apa?pikirnya.


Kini seluruh siswa sudah berkumpul di lapangan sekolah,meskipun masih pagi namun ternyata sinar matahari sudah mulai panas dan membuat suasana lapangan menjadi gaduh karena para siswa mengeluh kepanasan.Hal yang sama pun dilakukan Jihan,dia sampe harus berdiri kemudian berjongkok lagi agar dirinya tidak terkena sinar matahari apalagi sudah hampir lima belas menit mereka kumpul di lapangan tapi acara pengumuman para juara kelas belum dimulai juga.Alhasil para siswa mulai melipir ke pinggir lapangan untuk mencari tempat teduh sambil menunggu acara dimulai.Daritadi Jihan tampak menggerutu karena merasa tak tahan dengan sinar matahari yang terasa membakar kulitnya.Tapi tak lama pak Yusuf sebagai kepala sekolah Budi Pertiwi mulai memasuki lapangan,para siswa yang berteduh pun mulai berhamburan memenuhi lapangan kembali.Acara penyerahan trophy dan juga piagam penghargaan pada siswa dan siswi berprestasi pun sudah diberikan.Dan Naya kembali menjadi juara umum di sekolahnya.Dan dia berhasil masuk ke kelas favorit di kelas dua belas nanti.Jihan yang berdiri tepat di samping Naya pun langsung memebri pelukan selamat,Jihan tak pernah tak kagum dengan kemampuan Naya.Sebagai sahabat dia pun merasa bangga atas prestasi Naya selama di sekolah.Walaupun dia harus berpuas diri karena dia hanya mendapatkan posisi dua puluh besar dan itu membuatnya harus berpisah dengan Naya karena tidak satu kelas lagi.


Sebenarnya pikiran Naya tidak fokus,karena sejak daritadi dia terus memikirkan Arga yang benar benar tidak menunjukan batang hidungnya bahkan sampai acara selesai.Tidak ada pilihan,Naya harus menanyakan hal ini pada Bagas sebagai sahabat dekat Arga.Naya memperhatikan satu per satu teman sekelasnya sampai dia mendapati bagas sedang duduk bersama Bela.Dengan rasa tak enak pada Bela,Naya tetap berjalan menghampiri keduanya yang sedang asyik mengobrol.Dia lebih baik memberanikan diri daripada harus menahan rasa penasaran yang sejak daritadi menghantuinya,pikir Naya.


"Hai Bel..gas!!!!!"sapa Naya ramah dan menyunggingkan senyuman manisnya.


"Eh Naya..ada apa Nay?oia by the way selamat yah lo kembali jadi juara umum di sekolah."sahut bagas yang kemudian membenarkan posisi duduknya.


"makasih gas..bel.."jawab Naya.

__ADS_1


"oia ada apa Nay?"tanya bagas kemudian.Dia yakin Naya akan menanyakan sesuatu padanya sampai sampai dia harus menghampiri dirinya.Naya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,sebenarnya dia merasa malu menanyakan keberadaan Arga pada Bagas apalagi disana ada Bela,tapi Naya pun bingung kepada siapa lagi dia harus bertanya sedangkan Arga dekatnya sama Bagas.


"Gas...aku mau tanya,Arga kemana yah?kok daritadi aku gak ngeliat dia?apa dia sakit?"tanya Naya penasaran,akhirnya kata kata itu lolos dengan lancar dari mulutnya.Sementara ini dia akan mengesampingkan dulu rasa malunya,apalagi hampir anak anak satu kelasnya sudah tahu kalau dia dan Arga berteman dekat.Jadi tidak mungkin akan ada yang berpikiran macam macam kalau dia hanya menanyakan keberadaan Arga saja.


"Arga?emang dia gak ngasih tahu lo?"jawab Bagas yang sepertinya kebingungan,dan itu membuat Naya makin penasaran saja karena dari jawaban yang dilontarkan Bagas,dia sudah bisa menebak ada satu hal yang tidak dia ketahui.


"Emang apa yang gak Arga kasih tahu ke aku gas?"tanya Naya yang tiba tiba saja perasaannya tidak enak takutnya ada hal buruk yang menimpa Arga dan dengan sengaja Arga tidak memberitahunya.Apalagi terakhir kali dia bertemu dengan Arga,Naya marah marah dan meninggalkan Arga sendirian.


"Arga kan pindah sekolah!!!!"


Deg

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian yah!!!!


__ADS_2