
"Arga??"
"kenapa kamu disini?bukannya tadi kamu sama pak Gery mau pergi?"tanya Naya bingung.
Namun bukannya menjawab pertanyaan Naya,Arga malah mengeluarkan dompet miliknya kemudian mengambil uang kertas berwarna merah beberapa lembar lalu memberikannya pada pengemudi ojeg online tersebut.Dengan wajah bingung,pengemudi ojeg online tersebut pun nampak ragu untuk menerima uang tersebut,pasalnya dia tidak mengerti apa tujuan dari laki laki muda yang sekarang sedang berdiri di hadapannya saat ini memberi uang kepadanya begitu banyak.
Menyadari dengan kebingungan pengemudi tersebut pun hanya mengulas senyuman kecilnya.
"maaf saya tidak bermaksud apa apa,saya hanya ingin membayar ongkos gadis ini.Bapak tidak perlu mengantarnya sampai tujuan karena dia akan pergi bersama saya."ucap Arga sambil memasukan kembali dompetnya ke dalam saku celananya.
"tapi ini terlalu banyak mas,ongkosnya ga sampai lima puluh ribu kok."sahut pengemudi itu dengan wajah masih bingung.Dia ingin menolak,tapi Arga terus memaksa agar pengemudi tersebut menerimanya.
"gak apa apa pak,anggap ini rezeki bapa hari ini."
"Alhamdulillah..makasih banyak mas..mba..kalau begitu saya permisi.Mari mba!!!"ujar pengemudi tersebut dengan wajah sumringahnya karena tak menyangka akan mendapatkan rezeki nomplok hari ini.
"Arga..kamu apaan sih?kok malah nyuruh si bapa tadi pulang?lalu aku gimana?"omel Naya.
"sudah aku bilang kamu pulang sama aku,ada banyak hal yang mau aku jelasin sama kamu.Ayo!!!"ucap Arga sambil menarik lengan Naya kemudian menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobilnya.Naya pun hanya bisa menuruti perintah Arga karena memang dia juga mempunyai banyak pertanyaan yang akan ditujukan pada Arga nanti.
Dan disinilah mereka berdua sekarang,Arga mengajak Naya ke sebuah restoran yang merupakan tempat favorit Arga.
"Nay...ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu."ucap Arga sambil memegang kedua tangan Naya dan menggenggamnya dengan kuat.Naya pun tak kalah kaget,dia tak.menyangka Arga akan melakukan hal di luar dugaannya.Untuk saat ini jantung Naya berdegup tak beraturan,nafasnya pun seakan terhenti di tenggorokan.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini saat kita sekolah dulu,tapi aku tahu saat sekolah dulu kamu ingin fokus pada pelajaran dan memilih untuk tidak ingin berpacaran dulu.Maka dari itu sebisa mungkin aku menahan diri untuk tidak mengatakan hal apapun sama kamu,padahal aku ingin sekali kamu tahu.Kalau aku menyukai kamu Nay."
__ADS_1
Deg
"maksud kamu apa ga?"tanya Naya.Arga menatap Naya semakin dalam,dia tahu pernyataannya saat ini pasti membuat Naya bertanya tanya.
"Aku menyukai kamu Naya,bahkan saat ini rasa suka itu sudah berubah menjadi cinta dan sayang semenjak beberapa tahun terakhir.Pertemuan kita kembali saat ini,membuat aku semakin yakin kalau kamu adalah jodohku Nay.Sejauh apapun aku dan kamu berpisah,tapi kalau kita berjodoh aku yakin kita akan dipertemukan kembali.Dan ternyata doaku selama ini dikabul sama Tuhan.Aku dan kamu bertemu lagi Nay"
"Kalau aku bilang,aku juga menyukai kamu apa kamu percaya ga?apa kamu tahu aku juga menyimpan perasaan yang sama seperti kamu?"jawab Naya dengan mata yang sudah mulai mengembun.Untuk beberapa saat,Arga hanya terdiam mendengar ucapan Naya.
"Nay..apa kita dulu sebenarnya???"tanya Arga yang diangguki Naya.
"kita sama sama saling suka ga,tapi kita sama sama saling memendamnya."ucapan Naya membuat Arga langsung memeluknya tanpa permisi,bahkan pelukan itu seolah menandakan bahwa itu merupakan pelukan kebahagiaan,karena pada akhirnya mereka bisa mengungkapkan satu sama lain.
"tapi kenapa waktu itu kamu malah pergi tiba tiba dan pindah sekolah?"tanya Naya kembali sambil melerai pelukan Arga.
"Itu karena mama aku sakit Nay,mama masuk rumah sakit jadi mau gak mau aku pun harus pindah sekolah agar aku juga bisa ikut merawat mama."
"waktu itu ponsel ku hilang,sementara aku tidak mengingat nomor siapapun.Jadi saat itu aku putuskan akan menemui kamu saat pengambilan rapot,tapi...."ucapan Arga tergantung begitu saja.
"tapi apa ga?"
"saat itu aku datang ke sekolah untuk menemui kamu,tapi...kamu malah pergi dengan laki laki lain dan kamu terlihat sangat mesra dengan dia.Aku cemburu Nay..hatiku sakit.Aku pikir laki laki itu adalah pacar kamu.Jadi aku memutuskan untuk kembali kesini dan mulai melupakan kamu selamanya.Tapi ternyata aku tak pernah bisa melakukan hal itu Nay,aku benar benar jatuh cinta sama kamu."
Mendengar ucapan Arga,Naya memaksa otaknya berpikir keras mengulang memori ke beberapa tahun lalu.Selama dia bersekolah,dia tak pernah sekalipun pergi atau pulang bersama laki laki lain selain Arga.Namun ternyata Naya bisa mengingat,siapa kira kira laki laki yang dimaksud oleh Arga.
"kak Dewa?apa laki laki itu kak Dewa?kalau iya..dia bukan pacar aku ga,tapi sepupu yang udah aku anggap sebagai kakak aku sendiri.Kenapa kamu gak pernah nanya sama aku langsung ga?lagipula kenapa waktu aku yang telpon kamu,yang angkat kenapa suara cewek?"tanya Naya cemburu.
__ADS_1
"Tapi selama ini aku gak pernah menjalin hubungan dengan siapapun Nay,sedangkan dipikran aku aja udah penuh sama nama kamu."ungkap Arga yang membuat Naya melayang ke langit ke tujuh.
"Lalu ini?"tanya Naya sambil memperlihatkan sebuah foto Arga tengan bersama seorang wanita lengkap dengan sebuah caption yang pernah membuat Naya merasakan sakit hati.Namun bukannya menjawab,Arga malah tertawa terbahak bahak.
"oh..jadi kamu cemburu yah?"ledek Arga.
"kalau iya emangnya kenapa?jadi ini siapa ga?"tanya Naya kesal.
"mau tau aja apa mau tau banget?"
"yaudah kalau gak mau ngasih tahu juga gak apa apa,tapi aku mau pulang sekarang juga"ancam Naya yang ingin bangkit namun ditahan oleh Arga.
"dia sepupu aku Nay,aku sudah katakan tidak pernah ada lagi wanita selain kamu di hati aku.Aku benar benar mencintai kamu Nay.Maukah kamu jadi calon istri aku?"ucap Arga spontan dan juga sungguh sungguh
"tapi bagaimana dengan gadis bernama tiara yang ingin dikenalkan sama kamu ga?"
"aku tidak ingin mengenal lagi wanita lain,karena sekarang aku sudah bertemu kembali dengan belahan jiwaku yang sempat pergi."
"tapi bagaimana dengan orang tua kamu ga?aku takut status sosial kita menjadi penghalang."tanga Naya penuh kekhawatiran.Sedangkan Arga terus menggenggam tangan Naya.
"percayalah Nay...mereka sudah tahu tentang kamu.Karena aku hampir sudah menceritakan semua tentang kamu sejak dari dulu.Maka dari itu,aku ingin mengenalkanmu langsung pada kedua orang tuaku.Bagaimana?apa kamu mau?"tanya Arga dengan wajah yang lebih serius,sepertinya ucapannya saat ini tidaklah main main.Dia benar benar ingin membawa Naya ke hadapan kedua orang tuanya.
Dengan hati yang masih setengah ragu,apakah nanti orang tua Arga akan menerimanya atau tidak.Naya pun tetap mengangguki ucapan Arga karena sudah tidak ada lagi yang diragukan oleh Naya.Arga mencintai dirinya,dan dia pun sebaliknya dia begitu mencintai Arga.
"yasudah besok sepulang kantor,aku akan ajak kamu ke rumah untuk bertemu kedua orang tuaku yah."kata Arga yang kemudian memeluk Naya erat.
__ADS_1
Bersambung