Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
59.Bingung Harus Bersikap Bagaimana


__ADS_3

Hari pertama bekerja,tak lantas membuat Naya merasa kesulitan karena Arga selalu mengajarinya dengan sabar walaupun berada di dekat Arga jantung Naya selalu berdebar sama halnya seperti dulu,rasa itu tak pernah berubah.Arga adalah laki laki yang selalu mampu membuat hati dan jantungnya bergetar.Tapi justru pikiran Naya tak bisa lepas dengan kejadian yang tadi sempat terjadi di ruangan Arga.Dia memegang kembali bibirnya,rasanya ciuman Arga tadi terasa masih membekas di bibir miliknya.


Sore menjelang jam kantor pun telah usai,tapi Naya masih sibuk menatap layar komputer di depannya.Dia masih sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang belum selesai.Saat matanya sedang fokus dengan deretan huruf di layar komputer,tiba tiba saja dia dikagetkan oleh kedatangan Arga yng sudah berdiri tepat di sampingnya.


"Belum selesai?"tanya Arga yang sudah menanggalkan jasnya lalu menentengnya di tangan kirinya,sedangkan keemeja lengannya sengaja dia gulung sampai siku.Sumpah demi apapun Naya semakin terpesona dengan ketampanan Arga kali ini,yang menurutnya Arga semakin mempesona berpuluh puluh kali lipat,pikir Naya.


"Ahh..ini baru selesai kok pak"sahut Naya yang langsung mematikan layar komputernya.Lalu meraih tas miliknya dan menyelempangkan di bahunya.


"Yaudah ayo.."ajak Arga yang sambil menyejajarkan langkahnya dengan langkah Naya,karena Naya malah berjalan di belakangnya.Merasa heran dengan sikap Naya,Arga pun menghentikan langkahnya


"kok jalannya di belakang aku terus sih Nay?"tanya Arga heran.Melihat Arga mengehntikan langkahnya,spontan membuat Naya pun melakukan hal yang sama.


"Gak apa apa pak..saya lebih nyaman seperti ini.Lagipula ini masih di area kantor saya merasa gak enak kalau jalan sejajar dengan bapak."jawab Naya sambil menunduk.


"Ayolah Nay..ini sudah bukan jam kantor lagi,kenapa kamu masih memanggilku pak?emang aku setua itu apa?"


"Tapi ini masih di kantor pak,rasanya kurang sopan kalau saya memanggil atasan saya hanya dengan nama saja."jawab jujur Naya.


"oke baiklah terserah kamu saja,tapi kalau di luar kantor please panggil aku kayak biasa aja yah."


"Baik pak"jawab Naya yang masih berjalan di belakang Arga.Sebenarnya dia merasa ragu saat menerima tawaran Arga untuk pulang bareng,dia takut ada yang bergosip hal yang tidak tidak mengenai kedekatannya dengan Arga saat ini.Belum lagi status dia yang masih dibilang karyawan baru di kantor Arga.

__ADS_1


Saat Arga hendak menuju pintu keluar,tiba tiba saja suara yang familiar di telinganya memanggilnya.


"Arga..."panggil seseorang yang tak lain adalah Pak Gery papanya sendiri.Arga langsung membalikkan badannya saat dia tahu siapa yang memanggilnya tadi.


"Papa?ada apa pah?"tanya Arga,sedangkan Naya sengaja menjauhkan dirinya dari mereka berdua karena merasa tak enak pada keduanya.Dia pun memilih untuk terus berjalan keluar kantor,sedangkan Arga yang sedang fokus berbicara dengan papanya sampai tak fokus kalau Naya sudah tidak ada di dekatnya.


"Arga..hari ini papa mau mengajak kamu untuk bertemu dengan keluarga om Wahyu teman papa,sekaligus mengenalkan kamu pada putri mereka Tiara."ucap papa Gery.


"Maaf pah aku tidak bisa,hari ini aku sudah ada janji dengan seseorang.Jadi aku tidak bisa ikut dengan papa."tolak Arga yang sudah mempunyai acara dengan Naya.


"Tapi Arga..mama kamu minta supaya kamu ikut."


"Tapi aku bener bener gak bisa pah,aku mohon tolong jangan paksa aku."


Arga yang menyadari kalau Naya sudah tidak ada di sisinya pun langsung berlari ke arah luar,dia melihat ke kiri lalu ke kanan mencari keberadaan Naya namun tidak ada.Tapi tak lama kemudian ekor matanya melihat Naya sedang mengenakan helm lalu menaiki sebuah motor yang Arga yakini adalah motor ojek online terlihat dari seragam yang dikenakan pengemudi tersebut.


Tanpa pikir panjang,Arga oun langsung masuk ke dalam mobilnya yang sudah terparkir tepa di depan lobi dan berencana untuk mengejar kendaraan roda dua yang tadi membawa Naya.


Flashback On


Naya sengaja menghenntikan langkahnya di sebuah pilar yang mempunyai ukuran yang cukup besar sehingga menutupi keberadaan dirinya,entahlah dia merasa penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh anak dan juga papa tersebut.Sehingga dia menajamkan telinganya mendengarkan setiap ucapan dari Pak Gery,laki laki yang pernah mewawancari dirinya dan juga papa dari Arga.

__ADS_1


Deg


Hati Naya bagai dihujam puluhan pisau,saat telinganya mendengar Arga akan dikenalkan dengan seorang gadis dari teman papanya.Hati Naya kembali menciut,dia sadar diri saat ini perbedaan dirinya dengan Arga ebgitu jelas terlihat.Arga yang merupakan anak dari seorang owner,sedangkan dia hanyalah sebagai staff biasa di kantor mereka.Padahal Naya sudah merasa senang dengan sikap Arga padanya tadi,Dia yakin Arga juga mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya,karena di tengan tengah ciuman mereka tadi telinga Naya mendengar kalau Arga mengatakan merindukannya.Hal yang sama yang dia rasakan pada Arga namun tak pernah berani untuk mengutarakannya terlebih dulu.Namun rasa senang itu kembali memudar karena ditampar oleh kenyataan.


Dengan menahan hati yang sakit,akhirnya Naya melanjutkan langkahnya meninggalkan kantor tersebut lalu memesan sebuah ojek online untuk mengantarkan dia pulang.Sepertinya rencananya untuk pergi bersama Arga akan dia batalkan,karen apergi dengan Arga hanya akan membuat hati di lukanya semakin menganga.Naya sudah pusing memikirkan perasaannya yang setiap hari semakin rumit.Terlalu banyak wanita lain yang akan menjadi saingannya nanti,dan dia merasa dari segi apapun dia pasti akan kalah.Jadi lebih baik mulai detik ini juga dia benar benar akan membuang perasaanya untuk Arga jauh jauh,dan bersikap profesional saat di tempat kerja.


Flashback Off


Di sepanjang jalan Naya terus menyeka air matanya dengan tisu yang di pegang,otaknya tak bisa berhenti memikirkan seorang gadis bernama Tiara yang akan dikenalkan pada Arga.Dia yakin gadis itu sangat unggul dalam hal apapun sampai sampai orang tua Arga ingin dia mengenalnya.


Tin...Tin...Tin...


Suara klakson sebuah mobil yang melaju kencang di belakang Naya membuyarkan lamunannya,untuk saat ini dia belum mengenali siapa pemilik mobil yang sejak daritadi membunyikan klaksonnya.


"Mba..kayaknya mobil di belakang membunyikan klaksonnya untuk kita,apa mba kenal?"tanya driver tersebut.


"aku gak kenal mas,udah jalan aja."titah Naya yang tidak mempedulikan suara klakson yang sejak daritadi dibunyikan.


Arga yang sudah kesal karena motor tersebut tak kunjung berhenti,akhirnya dia melakukan hal yang cukup berbahaya yaitu dengan menggunting jalan dari kendaraan roda tersebut,mau tak mau driver ojol tersebut pun harus menarik remnya kemudian membantingkan motornya ke samping agar dia tidak menabrak mobil yang tiba tiba saja berhenti di depannya.Arga pun lansgung keluar dari mobilnya menghampiri Naya.


"Arga????"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2