
Pria bernama pak Gery itu terus fokus mendengarkan Naya memperkenalkan dirinya serta bagaimana dia dulu belajar keras agar semua harapan dan cita citanya bisa terwujud.Dan ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dia menceritakan semua hal tentang,Naya pun tak lupa meyakinkan sang pemilik perusahaan bahwa walaupun dirinya merupakan seorang fresh graduate tapi dia akan berusaha untuk cepat belajar dan memahami semua tentang pekerjaannya.
Dan sesi perkenalan diri pun berakhir,kini Naya hanya bisa menghela nafas sebanyak banyaknya karena sepanjang dia menjelaskan tentang dirinya dia masih dihantui oleh perasaan khawatir dan juga gugup,karena sebenarnya dia memang sangat mengharapkan untuk bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut.Apalagi setelah bertemu pemilik perusahaan tersebut,Naya merasa dia akan betah bekerja di tempat itu.
"Baiklah Naya..saya rasa saya tertarik dengan cerita kamu,apalagi saya melihat kegigihan dan kecerdasan dalam diri kamu.Dan bagi saya itu sudah merupakan paket yang sempurna untuk mengisi posisi sekertaris yang sedang kosong.Saya memang membutuhkan SDM yang seperti kamu untuk menjadi karyawan saya."ucap pak Gery yang sudah merasa sreg dengan Naya.Tapi untuk hal ini dia tidak bisa memutuskan sendiri,karena memang dia membuka lowongan pekerjaan untuk putranya yang kini menjabat sebagai seorang Direktur di kantor itu juga.Kebetulan memang sekertaris putranya yang lama sudah mengundurkan diri karena pindah ke luar kota mengikuti suaminya.
"Terima kasih banyak pa atas sanjungannya,tapi bagi saya itu terlalu berlebihan."sahut Naya malu merasa semua pujian yang dilayangkan kepadanya terlalu berlebihan,sebelum dia sendiri membuktikan semua kemampuannya nanti.Naya masi harap harap cemas menunggu keputusan dari laki laki di hadapannya yang saat ini terlihat masih sibuk membolak balikan berkas CV dirinya.
"Tunggu sebentar...Naya kamu pernah bersekolah di SMA Budi Pertiwi?"tanya pak Gery yang membuat Naya bingung,kenapa pria bernama Pak Gery itu tiba tiba saja menanyakan asal dia bersekolah dulu.
"Betul sekali pak..saya memang alumni dari SMA Budi Pertiwi,apa bapak tahu sekolah itu?"tanya Naya yang merasa penasaran,bagaimana pak Gery itu bisa mengetahui nama sekolah tersebut.Sedangkan sekolah itu berada di sebuah kota kecil yang jaraknya cukup jauh dari ibukota.
"Tentu saja saya tahu Naya,anak saya juga dulu pernah bersekolah disana bahkan sepertinya dia satu angkatan dengan kamu.Karena tahun lukus kamu saja sama dengan anak saya."jawab Pak Gery.
"Apa boleh saya tahu nama anak bapa siapa?mungkin saya juga mengenalinya,kalau memang benar anak bapak satu angkatan dengan saya."Pertanyaan itu pun akhirnya lolos begitu saja dari mulut Naya,karena dia merasa penasaran bagaimana anak dari seorang bos perusahaan besar bisa bersekolah disana,pikir Naya realistis.
"Anak saya bernama A.."
Drrttt
Drrttt
Drrttt
"Naya..kamu bisa tunggu sebentar?saya permisi angkat telepon dulu"ucap pak Gery yang kemudian diangguki oleh Naya.Tak lama pak Gery pun berjalan cukup jauh untuk menerima telepon tersebut,dan kini dia sedang nampak serius berbicara dengan seseorang di balik telepon.Tak lama kemudian pak Gery pun berbalik arah dan berjalan kembali ke arah dimana Naya duduk.
"Emmmm Naya maaf sekali untuk interview hari ini,saya rasa cukup sampai disini karena saya harus pergi ada urusan mendadak"
__ADS_1
"baik pak Gery terima kasih banyak.Oia pak maaf untuk hasilnya kira kira dikabarkan kapan yah?"tanya Naya sebelum keluar dari ruangab tersebut.
"Ah iya saya sampai lupa,maklum saya sudah tua.Nanti pihak HRD akan memberi kabar paling cepat sore ini dan paling lambat besok pagi."kekeh pak Gery diiringi dengan gelak tawa yang khas.
"Baik pa..kalau begitu saya permisi.Selamat siang pak"Naya pun berpamitan sambil menjabat tangan pemilik perusahaan tersebut.Dia kembali berjalan ke arah lift lalu kemudian dia berjalan ke arah pintu luar untuk mencari angkutan umum yang melintas di depan kantor tersebut.Cukup lama tidak ada angkot yang melintas,Naya pun masih setia berdiri di tepi jalan sambil sesekali melirik arloji di pergelangan tangannya.Ternyata waktu sudah menunjukan pukul dua belas siang,pantas saja dia merasa kepanasan berdiri di bawah sinar terik matahari.Dia menolehkan kepalanya ke kanan dan juga ke kiri karena sudah hampir sepuluh menit dia menunggu tapi tak ada satupun angkutan umum berjalan ke arahnya.Akhirnya dia memutuskan untuk memesan ojeg online kembali daripada dirinya harus menunggu sesuatu yang tidak jelas,pikir Naya.
Tak lama ojeg online yang dipesannya pun tiba,namun baru saja dia akan menaiki ojeg tersebut.Matanya tak sengaja menangkap keberadaan seseorang yang baru saja keluar dari sebuah mobil berwarna hitam yang baru tiba di loby kantor tempat tadi dirinya melakukan interview.Tapi dia berusaha menepis pikirannya,dia mungkin salah lihat.Akhirnya Naya pun berusaha cuek dan bersikap acuh.Dia tahu sebenarnya di lubuk hati yang paling dalam dia masih mencintai laki laki tersebut,dia pun tak menampik kalau dia begitu merindukan laki laki yang telah membawa separuh hatinya pergi.Tapi kali ini dia benar benar meyakinkan dirinya kalau apa yang barusan dia lihat hanyalah sebuah halusinasinya saja dia tidak mau tenggelam dalam masa lalu walaupun sebenarnya dia masih berada di posisi tersebut.
Saat dirinya tiba di kamar kosnya,tiba tiba saja deringan ponsel miliknya yang berada di dalam tas miliknya membuyarkan lamunannya.Entahlah semenjak matanya tak sengaja menangkap sosok tersebut,dia malah merasakan rindunya pada laki laki yang menjadi cinta dalam diamnya semakin menggebu.Dengan langkah gontai Naya pun membuka resleting tas miliknya kemudian memeriksa ponsel miliknya untuk melihat siapa yang sudah menghubunginya.
Ternyata sebuah nomor tak dikenal kembali menelponnya,
Selamat siang..Apa benar ini dengan Mba Nayarra Adelia?
Selamat siang betul mba..maaf ini dengan siapa yah?
Apa mba?saya diterima bekerja?mba nya gak bohong kan?
Tidak mba..saya ucapkan selamat yah.Dan untuk detail pekerjaan mba seperti apa,mba besok bisa bertemu dengan mba Dea sekertarisnya pak Gery,beliau yang akan menjelaskan uraian pekerjaan mba nanti.
Baik mba..terima kasih banyak informasinya.
Sama sama dan selamat sore
Sore mba
Tut
__ADS_1
Naya pun memutuskan panggilan teleponnya kemudian di bersorak senang karena akhirnya dia bisa keterima bekerja di kantor itu.Dia juga tak menyangka kalau kabar ini akan secepatnya sampai di telinganya,padahal tadi dia sudah menyiapkan mental kalau informasi tersebut baru dia akan dapatkan besok lagi,belum lagi dia harus siap kalau pada akhirnya dia tidak diterima.Namun yang membuat Naya heran adalah perkataan dari pihak HRD tadi,kalau Dea adalah sekretaris pak Gery yang sesuai dugaan awalnya.Lalu nanti dia akan menjadi sekretaris siapa pikir Naya yang lupa menanyakannya.Tapi tak apalah,menurutnya sudah bisa keterima kerja pun alhamdulillah.Saat itu juga Naya langsung menghubungi nomor ponsel ibunya untuk menyampaikan kabar gembiranya.
Assalamaualaikum Nay..ada apa?
Walaikumsalam..ibu sama ayah apa kabar?Naya kangen sama kalian.
Ibu sama ayahmu baik baik saja Nay,sama nak ibu juga kangen sama kamu.Rumah semakin sepi saja semenjak kamu merantau.
Makanya doain Naya yah bu biar Naya bisa sukses dan bisa membeli rumah disini supaya ibu sama ayah bisa tinggal bareng lagi sam aku.
Amin..ibu sama ayah selalu doain kamu nak.
Makasih yah bu,oia bu Naya sekalian mau ngasih tahu ayah sama ibu kalau Naya sudah keterima kerja dan besok sudah mulai masuk kerja.
Alhamdulillah..selamat yah nak.Semoga pekerjaan kamu disana lancar dan sukses
Amin..makasih banyak doanya yah bu.Oh yaudah kalau gitu Naya tutup dulu teleponnya yah bu,nanti Naya telpon ibu lagi.Ibu sama ayah sehat sehat disana.
Sama nak..kamu juga harus jaga kesehatan disana yah nak jangan sampai telat makan.
Iya bu assalamualaikum..
Walaikumsalam...
Setelah berbicara dengan ibunya melalui sambungan telepon,Naya pun langsung berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena waktu sudah menunjukan waktu dzuhur.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian yah guys☺