
Jam istirahat sudah berakhir,arga dan bagas baru saja memasuki kelas bersamaan.Naya yang tak sengaja melihat arga masuk ke dalam kelas langsung saja memalingkan wajahnya ke sembarang arah pura pura tidak melihat arga.Tapi sialnya arga menyadari tingkah laku naya barusan,dan seketika membuat arga keheranan.Dia hendak mendekati naya untuk menanyakan hal itu namun langkahnya harus terhenti karena Pak Aji yang merupakan guru matematika yang killer sudah memasuki ruang kelas,sehingga arga mengurungkan niatnya itu dan langsung kembali ke mejanya.Naya pun merasa lega karena pak aji langsung datang sehingga menyelamatkannya dari arga yang pasti sudah curiga dengan perubahan sikapnya.
“selamat siang anak anak….”
“siang pak..”sahut para murid kompak karena mereka sudah ketakutan dengan tampang tak bersahabat dari pak aji tersebut.
“kumpulkan PR kalian di meja bapak sekarang..”titahnya.Semua murid pun langsung mengeluarkan buku latihan mereka lalu satu per satu mulai menyimpannya di meja pak aji termasuk naya,dan sepertinya semua murid tidak akan pernah sampai lupa kalau pak aji memberikan mereka PR karena mereka tahu kalau sampai lupa mengerjakan PR dari pak aji,hukuman yang lumayan seram akan menanti mereka.Ada yang disuruh menghormat pada bendera sampai jam pelajarannya selesai,ada yang disuruh push up tapi ini di khususkan untuk murid lelaki bahkan ada juga yang di hukum membersihkan toilet.Membayangkannya saja membuat mereka ketakutan duluan.Tapi lain hal dengan arga yang kelimpungan karena ternyata semalam dia lupa menegrjakan PR nya,arga mendengus kesal bagaimana dia bisa melupakan hal ini.Tapi dengan gentle arga langsung saja mengangkat tangan kanannya dan mengakui kesalahannya.
__ADS_1
“maaf pak..saya belum mengerjakan tugas dari bapak.”pengakuan arga jelas langsung mengundang perhatian semua murid seantero kelas dan melayangkan tatapan iba karena setelah ini pasti pak aji akan memberikannya hukuman.Naya termasuk salah satunya,dalam hatinya dia merasa kasihan karena lupa mengingatkan arga untuk mengerjakan tugas dari pak aji padahal arga semalam datang ke rumahnya untuk meminjam catatan kimia.
“arga…kenapa kamu sampai lupa mengerjakan tugas dari saya?”tanya pak budi yang sudah melayangkan tatapan tajamnya.
“maaf pak saya lupa.”sahut arga berterus terang.
adddduuuuh arga kenapa lo nyari gara gara sama guru killer satu ini sih?rutuk bagas teman sebangku arga.
__ADS_1
“iya pak sudah”
“yasudah sekarang kamu pergi ke lapangan dan berdiri disana sampai pelajaran saya selesai.”perintah pak aji yang langsung di angguki arga.Arga dengan pasti berjalan ke luar kelas,ada rasa iba yang singgah di hati kecil naya karena arga harus menerima hukuman dari pak aji.Tapi dia sudah bertekad dalam hatinya mulai saat ini dia akan mulai menjaga jarak dengan arga karena takut rasa sukanya akan semakin dalam jika sering menghabiskan waktu dengan arga,naya menatap nanar punggung arga yang mulai menghilang di balik pintu.
“baiklah anak anak kita lanjutkan pelajaran kita.”ujar pak aji yang kini sedang sibuk membuka buku halaman per halaman.
"iya pak."sahut anak anak kompak.
__ADS_1
Setelah kepergian arga naya menjadi tidak fokus,pikirannya kembali tertuju arga yang akan menerima hukuman di tengah lapangan mana panas sedang terik teriknya.pikir naya.
Bersambung