
Masih dalam suasana panas, membuat ketiga orang yang berada di belakang Jojo mulai merasa tegang akan situasi yang mereka rasakan diruangan ini. Sungguh mereka tidak pernah menyangka akan menyaksikan kekejaman nona mereka secara langsung di depan mata mereka.
"Ku peringatkan jangan pernah ikut campur urusan ku!!"ucap lelaki tua itu dengan amarah.
"Kenapa?. Kau takut?"tanya Jojo dengan nada mengejek.
"Takut sama bocah ingusan sepertimu?. Mimpi!!"ujarnya menatap sengit ke arah Jojo.
"Hais, Pak tua ingat umurmu, nanti tenggorokanmu sakit!"ucap Jojo sambil mengusap-ngusap telinganya yang berdengung mendengar ucapan keras orang yang ada didepannya.
"Kau!"ucap lelaki itu yang baru menyadari Yudi yang berada satu ruangan dengannya.
"Kau menghianatiku?"tanyanya dengan marah.
"Bu-bukan seperti itu tuan"ucap Yudi yang mulai merasa cemas akan nasib keluarganya.
"Ingatlah nasib keluargamu yang berada di tangan ku!"ucapnya mengancam Yudi agar tidak menghianatinya.
Antonio, nama lelaki yang sedang berseteru dengan Jojo saat ini adalah ayah kandung dari istrinya Yudi. Memanfaatkan keadaan, Antonio akan mengancam membunuh istrinya beserta calon anaknya yang masih berada dalam kandungan.
"Antonio Hadelaric, yang sudah berganti nama menjadi Larry Gadeson lelaki yang ditinggalkan oleh sang istri dan beserta kedua anaknya. Anda juga masih kerabat dekat dengan Haris Hadelaric. Apa itu benar?!"tanya Jojo yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
Deg
"Bagaimana wanita ini tau, bahkan Haris saja tidak mengetahui bahwa aku masih terikat saudara dengannya. Tidak-tidak ini pasti hanya kebetulan saja. Iya hanya kebetulan saja!"ucap Antonio atau nama yang dikenal sebagai Larry.
Tidak jauh berbeda dengan Larry, Yudi yang sudah selama ini mengenal ayah kandung dari istrinya cukup kaget saat mendengar apa yang Jojo ucapkan, bahwa sang ayah mertua masih kerabat dekat dengan atasannya.
"Saya tidak akan mengganggu orang lain jika orang lain tidak mengganggu saya terlebih dahulu!"ucap Jojo sambil menatap tajam.
"Jelaskan dengan benar!"pinta Larry yang merasa kebingungan atas ucapan Jojo.
"Leo!"ucap Jojo. Mengerti maksud Jojo, Leo mulai menjelaskan apa yang sudah dialami perusahaan BAS Crop.
Menjelaskan secara rinci apa saja yang dialami dan berapa kerugian yang menimpa BAS Crop. Membuat Larry merasa waspada terhadap wanita didepannya ini. Walaupun ia membenarkan bahwa dalang dari kerugian BAS Crop adalah dirinya.
"Ada apa dengan anda tuan?. Apa ada yang salah?"tanya Jojo dengan tersenyum manis.
"Ka-kau, dari mana kau tau?"tanyanya dengan mata melotot kearah Jojo.
"Sudah saya katakan sebelumnya tuan, tidak ada yang tidak mungkin tuan, jika saya menginginkan itu!" ucap Jojo memandang remeh kearah Larry yang sudah berubah wajah pias.
"Hahahhah ternyata wanita sepertimu sangat ingin bermain dengan ku rupanya"ucap Larry sambil mengelurkan pistol dari saku jaketnya.
Menodongkan pistol yang tepat di pelipis Jojo, membuat Leo, Yudi dan juga Sherly semakin mencemaskan keadaan Jojo.
"Hahahaha"tawa Jojo menggema di ruangan itu , sungguh membuat merinding bagi mereka yang mendengarkan. Seperti seorang psikopat Jojo tertawa dengan keras.
"Orang tua sepertimu sudah tidak pantas memegang benda itu tuan!"ucap Jojo saat menghentikan tawanya dan kembali dalam tatapan seriusnya.
Dor
Bunyi tembakan peringatan Larry lepaskan ke sudut ruangan itu dan tepat mengenai guci besar yang berada di pojok ruangan.
__ADS_1
Jojo masih saja terlihat tenang tanpa merasa terancam dengan tembakan peringatan yang dilepaskan oleh larry dan beberapa anak buah Larry yang sudah bersiap untuk menembak mereka berempat.
"Jangan pernah ikut campur urusan ku!"ucapnya dengan marah.
"Tidak ada yang ingin ikut campur urusanmu, hanya saja kau sendiri yang telah menggali lubang kuburanmu"balas Jojo yang tak mau kalah.
"Cukup!!, akan ku pastikan mulutmu itu tidak bisa berbicara lagi!"ancam Larry dengan penuh amarah.
"Lihat saja nanti!"ujar Jojo tersenyum sinis.
Saling menatap sengit keduanya tidak memperdulikan suasana yang semakin memanas dalam ruangan itu.
Larry kembali menarik pelatuk pistol dan siap melepaskan tembakannya yang kedua. Jojo yang sudah mulai bosan, mulai menunjukkan kebolehannya.
Mengeluarkan pistol dengan santai di belakang tubuhnya, keduanya saling siap melepaskan tembakan.
"Nona ternyata kau sangat mengerikan jika marah!"ucap Yudi dalam hati melihat aksi Jojo yang membuatnya bergidik ngeri.
"Aku semakin mengagumimu Nona"ucap Sherly dalam hatinya.
"Luat biasa!"ucap Leo yang ikut merasa kagum akan kemampuan Jojo yang terlihat tenang tanpa beban
Terbiasa dalam dunia bawah membuat Jojo pantang untuk mundur jika mangsanya belum ia lumpuhkan.
"Berterima kasihlah kepada ku, bahwa kematianmu akan aku percepatkan!"ucap Jojo dengan kejam.
"Tidak akan pernah terjadi!"
"Bersiaplah ******, kau akan mati mengenaskan saat ini!"ucap Larry yang tidak mau kalah kejamnya dengan Jojo.
Melihay sikap tenang Jojo, membuat Larry merasakan perasaan cemas yang cukup kuat, tetapi ia menutupi rasa itu dengan kata-kata yang ia lontarkan untuk Jojo.
Tidak berselang lama suara tembakan kembali terdengar, dan itu berasal dari pistol yang berada di tangan Jojo.
"Huh tepat sasaran!"ucap Jojo sambil meniup ujung pistolnya.
Teriakan kesakitan Larry menggema di ruangan itu, tapi anehnya para pengawal yang menodongkan pistol ke arah Jojo tidak bereaksi saat melihat tuannya terkena tembakan pada lengan kanannya.
"Kenapa kalian diam saja hah?!"teriak marah Larry kepada para pengawal yang ada diruangan itu.
"Mereka tidak akan mendengarkan perintah anda tuan"ucap Jojo sambil melangkah mendekati Larry yang sudah mundur beberapa langkah akibat tembakan dari Jojo.
"Kalian semua menghianatiku?"tanya Larry dengan marah.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut para pengawal yang mengelilingi mereka.
"Berengsek kalian semua!"teriak Larry dengan penuh amarah. Mencoba menarik pelatuk pistolnya, Larry mengarahkan pistolnya tepat ke arah Yudi yang tengah menatap ngeri keduanya.
Jojo yang melihat siapa sasaran dari tembakan pistol Larry mulai menendang tangan Larry secara kasar, seketika Larry jatuh tersungkur kelantai yang keras.
"Sudah mau mati banyak tingkah"ucap Jojo yang sudah berjongkok didepan Larry.
"Yudi!"panggil Jojo dengan suara nyaring.
__ADS_1
Mendengar namanya di pnggil, Yudi melangkah dengan takut mendekat kearah Jojo dan Larry.
"Sa-saya nona"ucap Yudi yang sudah berkeringat dingin, melihat darah yang sudah mengalir cukup banyak di tangan Larry.
"Hukuman apa yang pantas untuk dia?"tanya Jojo sambil menunjuk ke arah Larry.
"Apa kamu tidak mau membalaskan apa yang telah kamu alami selama ini Yudi?"tanya Jojo yang tidak mendengar jawaban dari pertanyaan Jojo.
"Leo, Sherly, menurut kalian hukuman apa yang pantas?"tanya Jojo kepada keduanya yang sudah berdiri didekatnya.
"Dipenjara Nona"ujar Sherly
"Hukum mati!"ucap Leo santai.
Merasa dirinya semakin terancam, Larry meminta pengampunan kepada sang menantunya dan juga Jojo, agar mereka memberi kesempatan kedua untunya.
"Nona, ampuni saya nona saya janji tidak akan mengusik kehidupan mantan istri dan juga anak saya lagi nona"ucap Larry yang bersujud didepan kaki Jojo.
Masih dalam pandangan datar, Jojo menatap Larry yang bersujud di kakinya.
Tidak mendapat respon dari Jojo, Larry memohon kepada Yudi yang tengah menatap iba kearahnya.
"Yu-yudi tolong maafkan ayah mertuamu ini, ayah berjanji tidak akan mengganggu kalian!"
"Tolong berikan satu kesempatan lagi untuk ayah nak"ucap Larry dengan wajah memohon sambil menahan sakit lengan kanannya akibat tembakan dari Jojo.
Tidak tega melihat sang ayah mertuanya bersujud di kakinya, Yudi memerintahkan Larry untuk berdiri sejajar dengannya.
"Bangunlah ayah, jadikan ini sebagai pelajaran untuk ayah kedepannya, dan jangan pernah mengulanginya lagi"ucap Yudi dengan bijak disertai dengan senyum tulus.
"Pasti nak, pasti itu. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kedua untuk ayah"ucap Larry dengan tersenyum manis.
Ketiga orang yang berada didekat Yudi, hanya memperhatikan interaksi antara ayah dan menantu itu tanpa berkomentar.
Mengalihkan pandangan dari ayah mertuanya, Yudi menatap memohon kepada Jojo agar tidak membunuh ayah mertuanya cukup dengan hukuman penjara saja sudah cukup menurutnya.
"Nona, saya mohon kepada anda jangan bunuh ayah mertua saya nona, berikanlah dia satu kesempatan lagi nona"ucap Yudi dengan nada memohon kepada Jojo.
"Walaupun selama ini kamu tau, bahwa dia selalu berbuat jahat dan bahkan ingin memisahkan kamu, anak dan istrimu?"tanya Jojo sambil menatap dalam kemata Yudi.
"Iya nona"ucap Yudi dengan tulus.
"Baiklah, aku akan memberikan kesempatan dan jika dia"ucap Jojo dengan sengaja menghentikan ucapannya.
"Maka tidak ada kehidupan lagi untuknya!"ucap Jojo dengan kata penuh penekanan.
"Ayo pergi, dan kalian semua bereskan ini semua!"ucap Jojo kepada para anak buah Larry yang sebetulnya sudah menjadi anak buahnya.
Apa yang tidak bisa saat jaman sekarang, dengan punya uang banyak, maka kekuasaan akan mudah didapatkan.
Ketiganya berjalan meninggalkan Yudi yang tengah berpamitan kepada ayah mertuanya. Sudah berpamitan Yudi meninggalkan ayah mertuanya dan melangkah menyusul mereka bertiga.
Baru tiga langkah, dua suara tembakan beruntun terdengar di telinga mereka membuat mereka menghentikan langkahnya seketika.
__ADS_1
Dor
Dor