Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
16. Kucing Liar


__ADS_3

Masih dalam pandangan yang sama, ketiganya di buat kaget saat pemotor itu melepaskan helemnya dan itu ternyata seorang wanita.


"Gilaaa cewek bro"seru Hendra yang tak percaya, karena ia mengira adalah lelaki.


"Gila, keren banget cewek itu"ucap Feri yang masih tak percaya.


"sudah kuduga"gumam Arseno, walaupun pengendara itu menggunakan jaket hitam kulit kebesaran tapi dari posturnya tidak seperti seorang lelaki menurut Arseno.


"Lah bukannya itu cewek yang tadi siang?"tanya Feri heran. Saat melihat Jojo sudah melepaskan helem dan meletakkannya di atas motornya.


"Siapa?"tanya Hendra penasaran.


"Cewek yang pingsang waktu jam sosialisasi disekolahan"jelas Feri.


"Gila, gak nyangka ternyata dia keren juga ya"ucap Hendra dengan kagum.


"Wow badannya bro ****!"ucap Hendra dengan tatapan mesumnya yang melihat Jojo melepaskan kancing jaketnya dan memperlihatkan tanktop hitamnya.


"Tutup mata kalian!"seru Arseno yang tidak rela kepada kedua temannya yang melihat tubuh Jojo, walaupun ia mengakui bahwa Jojo memiliki postur yang sangat bagus untuk anak SMA seusianya.


"Dasar kucing liar"desis Arseno yang memandang Jojo yang berbincang dengan beberapa lelaki disana.


................


Posisi Jojo saat ini.


"Dengar-dengar tadi ada yang sakit?"tanya ketua perkumpulan itu.


"Masa Queen kita lemah, sakit dikit langsung pingsan"timpal yang lainnya yang ikut mengejek Jojo.


"Itu hanya akal-akalan dia saja"ucap mereka tanpa canggung mengobrol dengan Jojo.


Dari perkumpulan itu tentunya terdapat beberapa kalangan, baik itu dari kalangan biasa sampai kalangan atas tapi mereka tidak pernah membeda-bedakan, yang penting mereka kumpul dengan perasaan senang.


Beberapa anggota Black Shadow juga tergabung dalam kumpulan itu, tetapi mereka hanya mengatakan bahwa mereka hanyalah sebuah klub motor dan yang lainnya percaya saja. Karena selama ini tidak ada yang mengetahui identitas asli Jojo maupun anggota Black Shadow lainnya.


Jojo hanya diam saja mendengarkan teman-temannya mengobrol ataupun membahas dirinya.


Tidur di atas aspal pinggiran jalan, dengan sebatang rokok sudah ia hidupkan, tanpa memperdulikan sekitarnya Jojo terlihat santai menghisap rokoknya dan menghembuskannya keudara.


...............


Ketiga orang yang melihat itu hanya dengan ekpresi yang berbeda.


"Sungguh diluar dugaan, selain ia anak klub motor ternyata dia juga prokok"ucap Handra yang tidak mengaka.


"Lihat-lihat dia melakukan itu seolah-olah sudah terbiasa"lanjut Hendra lagi.


"Astaga, apa dia akan kesini?"tanya Feri yang melihat Jojo berjalan ke arah mereka.


"Mungkin saja"timpal Hendra.


"Mau kemana Jo?"tanya mereka melihat Jojo pergi dengan jalan kaki.


"Nyari makan"teriak Jojo yang sudah berjalan agak jauh dari mereka.


Berjalan dengan santai Jojo menuju salah satu tempat makan di sana, karena ia merasa haus dan juga lapar.


Masih dengan rokok di tangannya Jojo sesekali menghisap ujung rokok itu dengan santai tanpa memperdulikan tatapan orang-orang sekitar yang menatap liar kepadanya.


Bagi mereka, seorang wanita yang merokok adalah wanita nakal.

__ADS_1


Sampai di salah satu tempat makan, Jojo langsung memesan makanan.


"Eh nak Jojo, sudah lama gak kesini, Kemana saja?"tanya penjual itu yang mengenal Jojo karna setiap Jojo datang untuk berkumpul maka akan makan di warung itu.


"Biasa sibuk sekolah bu"ucap Jojo dengan senyum manis.


"Bu, buatkan makanan yang enak untuk Jojo ya"pinta Jojo.


"Seperti biasanya kan neng?"tanya ibu penjual.


"Iya bu seperti biasa"ucap Jojo dan mulai mencari tempat duduk untuknya makan.


Membalikkan badan ia melihat ketiga lelaki tengah menetap ke arahnya dan itu membuat ide jahil Jojo bermunculan.


"Hallo nona"sapa Hendra kepada Jojo yang berjalan mendekat meja mereka bertiga.


"Ya hallo juga"balas Jojo


"Kalian pada makan disini juga?"tanya Jojo kepada ketiganya.


"Iya nona, kan makanan disini enak-enak dan murah lagi"ucap Hendra dengan tertawa kecil.


Jojo sengaja duduk tepat di samping Arseno sedangkan kedua teman Arseno duduk di depan mereka.


"Kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Jojo kepada Arseno yang sejak dari melihat kearahnya terus.


"Kenapa keluar?"tanya Arseno tanpa menjawab pertanyaan Jojo.


"Bosan saja"ucap Jojo santai.


Tanpa rasa canggung Jojo menyandarkan kepalanya di lengan Arseno. Secara tidak sadar Arseno meletakkan tangan kanannya di pinggang Jojo.


"Tidak"jawab Jojo dengan pelan.


"Astaga kalian ini jangan bermesraan didepan kami"ucap Hendra dengan kesal.


"Nona, nama kamu siapa?"tanya Hendra yang tidak tau nama Jojo.


"Panggil saja Jojo"jawab Jojo yang masih bersandar di lengan Arseno.


"Oh, nama saya Hendra dan ini Feri"ucap Hendra memperkenalkan mereka berdua.


"Ya salam kenal"ucap Jojo ramah.


"Neng pesananya tarok disini?"tanya ibu penjual itu kepada Jojo.


"Iya bu letakkan saja disini"ucao Jojo yang sudah duduk sempurna.


"Kamu yakin makan ini semua?"tanya Hendra yang melihat ada beberapa jenis makanan di atas meja mereka, ada nasi goreng, ayam bakar dan beberapa jenis sate tersaji di atas meja itu.


"Tentu saja"ucap Jojo yakin.


"Apa kalian mau?"tawar Jojo.


"Tidak, melihat mu saja aku merasa kenyang"ucap Feri.


Makan dengan lahap Jojo tanpa memperdulikan tatapan tak percaya dari ke tiga orang itu.


"Kenapa?"tanya Jojo sambil mengunyah makanannya.


"Tidak"ucap mereka bersamaa.

__ADS_1


"Kalian tidak bekerja?"tanya Jojo kepada ketiganya yang masih memakai seragam polisi.


"Bekerja tapi sekarang lagi istirahat"jawab Feri.


"Habiskan dulu makanan mu"ucap Arseno sambil memberikan air putih kepada Jojo, melihat itu Jojo tersenyum senang kepada Araseno.


"Terima kasih sayang"ucap Jojo menerima minuman dari Arseno.


"Ternyata porsi makanmu banyak sekali ya, apa kau tidak merasa sesak?"tanya Hendra yang melihat Jojo sudah menghabiskan semua makananya.


"Tidak"jawab cepat Jojo.


"Wah, bisa-bisa jatuh miskin pacar kamu melihat porsi makan kamu yang banyak"timpal Feri.


Mendengat kata pacar, membuat raut wajah Arseno mengalami perubahan. Kedua temannya menyadari, jika Arseno tidak menyukai saat mendengar kata "pacar" itu.


"Cari yang kaya"jawab Jojo santai.


"Emang kamu punya pacar?"tanya Hendra mencoba menggali informasi.


"Tidak ada"jawab Jojo cepat dan mengeluarkan rokoknya dari kantong jaket yang ia kenakan.


Melihat hal itu ketiganya hanya memperhatikan Jojo yang menghisap santai ujung rokok itu tanpa beban.


"Apa kau sering rokok?"tanya Arseno


"Hanya ingin saja"jawab Jojo dengan tenang.


"Diantara kalian ada yang mau menjadi pacar ku?"tanya Jojo dengan muka serius sambil mematikan api rokoknya.


Mendengar pertanyaan Jojo membuat ketiganya menatap Jojo heran.


"Baiklah jika kalian tidak mau"ucap Jojo sambil berdiri dari tempat duduknya menuju ibu penjual itu. Jojo mengatakan beberapa kata kepada ibu itu, dan ibu penjual hanya merespon dengan anggukkan kepala saja.


"Baiklah bu, Jojo pamit dulu"ucap Jojo sambil melangkah keluar dari warung makan itu.


"Hati-hati neng"ucap ibu penjual itu. Melihat Jojo sudah menjauh, ibu penjual itu menghampiri meja yang diduduki oleh Jojo.


"Permisi, ini tagihan dari Jojo tadi belum di bayar"ucap ibu itu.


"Hah maksudnya gimana bu?"tanya Feri bingung.


"Tadi itu, kata si eneng Jojo, pacarnya yang akan membayar tagihan makannya dan mas ini pacarnya kan?"tunjuk ibu itu kepada Arseno.


"Buk"ucapan Hendra terpoyong karena Arseno dengan cepat bersuara.


"Berapa bu?"tanya Arseno sambil mengeluarkan dompetnya.


"Untuk pesanan neng Jojo tadi 50 ribu nak"jelas ibu itu.


"Oh ini pacarnya nak Jojo"ucap ibu itu sambil meneliti penampilan Arseno.


"Ternyata si eneng pintar juga cari pacarnya"ucap ibu itu sambil meninggalkan meja mereka.


"Ekhemm ada yang diakui pacar ni kayaknya"ucap Hendra.


"Wah sebentar lagi ada yang lepas status duda ni"timpal Feri yang ikut mengejek Arseno.


Sedangkan Arseno hanya diam saja tanpa merespon ucapan kedua temannya ucapan kedua temannya.


Entah kenapa suasa hati Arseno sangat senang saat ibu penjual tadi mengatakan bahwa dirinya kekasih Jojo.

__ADS_1


__ADS_2