Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
35. Perjalanan


__ADS_3

Pagi hari, para anggota club motor trail tengah mempersiapkan keberangkatan mereka menuju kampung pesisir.


Mereka membawa 3 mobil box yang mengangkut barang yang mereka beli dari uang penggalangan dana dan sebagian lagi mereka akan membagikan untuk setiap kepala kelurga di sana.


"Apa sudah siap semua?" tanya ketua kelompok mereka yang bernama Bara.


"Sudah Bar, dan Jojo dan kedua temannya akan menyusul kita nanti" jawab Dimas selaku wakil ketua.


"Ya sudah kalau begitu dan ayo kita berangkat" ucap Bara yang melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


Puluhan motor trail, 3 mobil box dan 1 mobil pajero yang membawa beberapa tenaga medis. bahkan beberapa motor polisi dan satu buah mobil juga ikut mengamankan perjalanan mereka yang akan di tempuh selama 8 jam.


Mereka mulai malajukan kendaraan dengan beriringan menuju kampung pesisir.


.......................


Sedangkan tiga buah mobil box dan tiga buah motor trail sudah melaju terlebih dahulu, karena tujuan mereka berbeda dan mereka akan menyusul rekan lainnya.


Setiap mereka melewati posko tempat penampungan, maka ketiganya akan berhenti untuk memberikan bantuan.


Sebenarnya Jojo sudah memberitahukan kepada Bara, agar mereka hanya fokus untuk menyiapkan bantuan untuk wilayah pesisir saja, karena daerah di sana lebih parah, akibat dampak banjir dari muara sungai yang meluap.


Mobil box yang mereka bawa sudah kosong dan Jojo langsung memerintahkan untuk mereka kembali ke kota.


Jojo, Rima dan Zidan memutar haluan mereka menyusul rekan mereka lainnya.


Sedangkan untuk para anggota yang pergi terlebih dahulu menuju lokasi, berhenti sejenak untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang cukup lelah.


"Apa yang menyusul tadi sudah dalam perjalanan?" tanya Dena menghampiri Bara yang sedang meminun air mineral.


"Ya, mereka sedang menuju kesini" jawab Bara.


Para anggota lainnya ada yang tiduran, merokok dan ada juga memakan beberapa cemilan.


...................


Melihat hari semakin siang membuat mereka melanjutkan perjalanan agar saat mereka sampai nanti tidak kesoren.


Mereka mulai memasuki area hutan yang cukup lebat, dengan keadaan jalan yang tidak semulus perkotaan membuat perjalanan mereka sedikit terhambat.


Di pertengahan jalan, kendaraaan yang di komando oleh Bara berhenti di tengah jalan dan diikuti yang lainnya.


"Ada apa?"tanya Dena yang di bonceng oleh dimas.


"Entahlah aku kurang tau" jawab Dimas jujur.


Mereka berdua turun dari motor masing-masing dan diikuti oleh yang lainnya.


Mereka melihat ada sebuah pohon kayu yang cukup besar melintang di tengah jalan.


"Ayo kita pindahkan pohon itu, sepertinya ada yang sengaja menghalangi jalan kita" ucap Bara yang menduga-duga.


"Mungkin saja!"pikir mereka.

__ADS_1


Mereka mulai bekerjasama dengan para aparat yang mengawal mereka untuk memindahkan pohon besar yang menghalangi jalan mereka.


Setelah pohon besar itu bisa di pindahkan kepinggir jalan yang cukup bebatuan. Sekelompok para pria mengepung mereka yang berjumlah sekitar 50 orang.


Dari jumlah saja mereka kalah, melihat orang-orang sudah mengepung mereka membuat mereka kaget.


"Apa mau kalian?" tanya Bara kesal.


"Serahkan sebagian barang yang kalian bawa" ucap salah satu orang yang bisa diduga dia adalah ketua dari kelompok begal itu.


"Kalau kami tidak mau bagaimana?" tanya Bara sinis.


"Maka kami akan merebut dengan paksa" ujarnya yang tidak mau kalah.


Para polisi yang ikut dalam perjalanan itu hanya menatap waspada, bukan mereka tidak ingin terlibat. Hanya saja mereka masih mengamati situasi, jika situasi tidak terkendali maka mereka akan memberikan tembakan peringatan.


Dalam rombongan itu juga ada Arseno, Ayu, Hendra, Feri dan shinta, bahkan ada beberapa rekan lainnya yang ikut mengamankan perjalanan mereka.


"Bagaimana ini komandan?" tanya salah seorang polisi kepada Arseno sambil melihat para begal yang membawa senjata tajam.


"Kita pantau dulu" ucap Arseno datar.


Mendengar ucapan dari komandan mereka membuat mereka belum bisa bertindak tanpa aba-aba dari komandan.


..................


"Cepat serahkan barang kalian" ujar pemimpin itu dengan geram.


"Tidak akan!" ucap Dimas.


"Akhhh lepas" teriak Dena.


"Kalau kalian mau dia selama, serahkan apa yang kami minta" ucap begal itu sambil meletakkan pisau di depan leher Dena.


"Lepaskan dia" ucap Dimas murka.


Mereka mulai terlibat baku hantam, para tenaga medis dan perempuan di giring masuk ke dalam mobil, agar sesuatu yang tidak di inginkan tidak terjadi.


Jojo, Rima dan Zidan baru saja datang awalnya menatap heran dari jauh bahwa mereka belum sampai tempat yang di tuju.


Melihat perkelahian didepannya membuat Jojo dan kedua rekannya menancapkan gas motor ketengah-tengah perkelahian.


"Berhenti!" teriak Jojo keras.


Melihat ada orang asing yang dengan berani masuk kedalam pertempuran mereka membuat, perkelahian itu mulai meredah.


"Apa mau kalian?" tanya Jojo yang sudah paham situasi.


"Kami ingin barang yang kalian bawa itu serahkan kepada kami setengahnya" pinta pemimpin itu sambil berjalan mendekat ke arah Jojo, Rima dan Zidan yang sudah berdiri didepan mereka.


"Hanya itu?"tanya Jojo santai yang masih menggunakan helemnya.


"Ya" ucap lelaki itu dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah" jawab Jojo santai.


"Tapi ada syaratnya" ucap Jojo datar.


"Katakan!" ucap mereka dengan arogant.


"Biarkan mereka lewat" ucap Jojo santai sambil melepas kancing tengah jaket kulitnya.


"Tidak bisa, pasti kalian akan mengelabui kami kan?" tanya salah satu dari mereka yang tidak percaya.


"Kalian bisa memegang kata-kata ku" ucap Jojo dengan tegas.


Bahkan Jojo dengan santai melepas sebagian jaket kulitnya yang melekat di tubuhnya.


Melihat penampilan Jojo membuat para begal itu menatap nafsu keraha Jojo.


"Bagaimana?" tanya Jojo sambil membuka helem dan diikuti oleh Rima dan Zidan.


"Tidak akan" tolak mereka dengan mentah-mentah.


"Yakin?" tanya Jojo dengan tersenyum sinis sambil membuka sedikit jaket yang ia kenakan dan arah pandang para begal yang berkumpul itu terhenti pada pinggang ramping Jojo bahkan Zidan dan Rima juga melakukan hal yang sama.


Melihat pistol berwarna Gold itu bertengger manis di pinggang Jojo membuat nyali mereka sedikit menciut dan saling pandang satu sama lainnya.


"Ini penawaran terakhir ku!"ucap Jojo sambil maju beberapa langkah.


"Jika kalian memberikan kami jalan, maka aku akn menukar dengan yang lebih banyak dari yang kalian inginkan" ucap Jojo santai.


"Benarkah?" tanya salah satu dari mereka yang mulai tergiur dengan tawaran Jojo.


"Tentu saja" ucap Jojo yakin.


"Baiklah kami akan memberikan kalian jalan dan kalian bertiga harus tinggal disini dahulu" putus ketua begal itu.


"Bara! ajak yang lain kelokasi segerah, awan sudah mulai mendung" ucap Jojo tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tapi" ucap Bara yang tidak menahu tentang Jojo.


"Pergi!"ucap Tegas Jojo sambil menatap tajam Bara.


Deg


Ketiga lelaki bagian tengah melihat Jojo merasa kaget, ternyata tebakan mereka sangat tepat. Karena saat pertama kali Jojo bersuara Arseno dan kedua sahabatnya merasa familiar dengan suara yang mereka dengar.


....................


Arseno berjalan dengan pelan mendekati Jojo yang sedang menatap para begal yang berdiri di hadapannya.


"Sayang!" panggil Arseno yang sudah berdiri di belakang Jojo.


"Eh, kau juga disini?" tanya Jojo pura-pura tidak tau kalau Seno juga mengawal perjalanan mereka.


"Pakai jaketnya sepertinya mau hujan" ucap Arseno yang membantu Jojo memasang jaketnya kembali.

__ADS_1


"Terima kasih Mas" ucao Jojo sambil tersenyum manis.


Semenjak hubungan keduanya dekat Jojo dan Arseno punya panggilan khusus yang menandakan bahwa mereka sepasang kekasih.


__ADS_2