
Jojo sudah menjauh dari kediaman Elejar dengan berjalan kaki. Masih dalam keadaan suasana hati yang kurang baik, membuat Jojo malas membawa kendaraannya.
Berjalan dengan santai dengan tatapan kosong, membuat Jojo terkadang meresa sedih akan nasib yang ia jalani.
Berjalan dengan santai dan masih menatap kosong ke arah jalanan.
Melihat ada warung di seberang jalan membuat Jojo menyebrang tanpa melihat keadaan sekitar.
Berada tepat di tengah jalan, tanpa diduga Jojo hampir tertabrak mobil. Dengan secara reflek Jojo menggeser tubuhnya dan hanya terkena bagian pinggangnya.
Merasa tubuh yang cukup lelah bahkan terkena benturan di bagian pinggangnya. Membuat Jojo berdiri tidak seimbang dan hampir terjatuh di atas aspal jalan yang keras.
Melihat orang yang di senggol mobilnya terjatuh, membuat lelaki itu turun dari dalam mobil untuk membantu Jojo berdiri.
Jojo yang merasa tangannya di bantu oleh seseorang langsung berpegangan agar ia bisa berdiri dengan sempurna.
"Terima kasih" ucap Jojo tulus.
Deg
Mendengar suara yang cukup familiar, membuat Aeseno menarik lengan Jojo kembali.
"Lepas"ucap Jojo ketus yang masih belum tau siapa yang merik lengannya.
"Apa yang" ucapan Jojo terpotong karena mendengar suara di yang tidak asing di telinganya.
"Seno"ucap Jojo kaget, karena jika ia tidak berkonsentrasi maka Jojo tidak akan merasa ada kehadiran seseorang.
"Ada apa dengan mu?"tanya Arseno khawatir melihat darah yang sudah mengering di wajah Jojo.
"Maaf karena aku tidak hati-hati jadinya kau terluka" ucap Arseno sendu.
"Aku tidak apa-apa, lagi pula ini bukan kejadian barusan" ucap Jojo cuek.
"Apa yang terjadi?"tanya Arseno penasaran.
"Papa!"panggil Aziel yang ikut menghampiri papanya yang tidak kunjung kembali masuk mobil.
"Hai, apa yang terjadi dengan mu?"tanya Aziel heran melihat keadaan Jojo jauh dari kata baik dan ada noda darah yang sudah mengering di pipi Jojo.
"Apa kau lagi berakting menunjukkan wajah menyeramkan" ejek Aziel.
" Sudahlah, ayo aku akan mengobati luka mu" ucap Arseno.
"Tidak perlu, kalian pergilah" ucap Jojo datar dan meninggalkan kedua lelaki yang beda usia.
"Kenapa?"tanya Arseno heran dan berjalan menghentikan langkah Jojo.
"Tidak ada" jawab Jojo santai.
"Apa kau kesal karena ucapan ku?" tanya Aziel menatap Jojo dan papanya.
"Tidak" jawab Jojo singkat.
Sebenarnya Jojo sangat malas dan masih merasa sedikit pusing dan lelah akan kejadian di rumah Elejar.
"Katakan apa yang sudah terjadi sebelumnya?" tanya Arseno geram karena Jojo mencoba melepaskan pegangan tangannya.
"Tinggalkan aku sendiri" ucap Jojo dengan cukup keras dan penuh emosi.
"Hei tenanglah" ucap Arseno mengguncang kedua bahu Jojo dengan kesar.
Aziel yang melihat Jojo seperti itu membuat dirinya tambah merasa bersalah dan menatap sedih kepada Jojo.
Dengan segerah Jojo memeluk tubuh Arseno erat.
"Biarkan seperti ini dulu" pinta Jojo dengan suara serak.
Merasa Jojo sudah mulai tenang membuat Arseno melepaskan pelukannya, dan membawa Jojo masuk kedalam mobilnya.
......................
__ADS_1
Sebenarnya ayah dan anak itu bertujuan untuk makan malam diluar. Karena insiden itu, membuat Arseno mengurungkan niatnya untuk makan malam bersama di luar.
Arseno melajukan mobilnya menuju kerumahnya, Aziel yang berada di samping Arseno hanya diam sesekali menatap Jojo melalui kaca tengah mobil.
Jojo yang duduk di bangku belakang, hanya menatap sendu ke arah luar kaca mobi. Tanpa ia sadari air matanya jatuh secara perlahan.
"Tidak tidak aku tidak boleh larut dalam pemikiran" ucap Jojo dalam hati.
Tidak terasa mobil yang dikemudikan Arseno sampai di kediamannya dengan sempurna.
"Ayo sudah sampai" ajak Arseno kepada Jojo yang masih nelamun menatap luar mobil tapi pandangannya kosong.
"Eh, sudah sampai ya?"tanya Jojo kaget karena Arseno menggoncang lengannya.
"Iya, selamat datang di rumah ku!" Ujar Arseno yang menuntun Jojo keluar dari dalam mobilnya.
Mereka masuk bersamaan dan masuk kedalam rumah yang mewah yang berlantai 3.
" Duduk lah disini"ucap Arseno kepada Jojo untuk duduk di sofa ruang keluarga.
Tanpa membantah Jojo langsung duduk, tidak jauh dari tempat duduk Jojo, Aziel hanya diam memperhatikan Jojo.
"Apa itu sakit?"tanya Aziel mencoba untuk akrab.
"Tidak"jawab Jojo sambil meraba-raba lukanya.
Tidak berselang lama, Arseno datang sambil membawa kotak obat beserta baskom kecil untuk membersihkan luka Jojo.
"Ini cukup parah"ujar Arseno sambil meneliti luka Jojo.
"Apa ini karena ulah ku?" tanya Arseno sambil membasuh disekitar luka Jojo.
"Bukan, ini karena gelas kaca!" jawab Jojo santai.
"Gelas kaca?"tanya Arseno heran.
"Iya gelas kaca, dia memukul ku dengan gelas kaca" jelas Jojo.
"Cuman masalah kecil" jawab Jojo santai.
"Nah istirahatlah di kamar tamu" yang sudah mengobati luka Jojo.
"Boy, antar ounty Jojo kekamar tamu. Papa mau keluar dulu" pinta Arseno kepada anaknya.
"Kenapa?"tanya Arseno heran, melihat Jojo menatap tajam kepadanya.
"Ada yang salah?"tanya Arseno lagi.
"Aku bukan ountynya, aku calon mamanya"ujar Jojo dengan tersenyum manis.
"Dasar" ucap Arseno gemas.
Aziel yang mendengar ucapan Jojo hanya menatap malas ke arah Jojo.
Dengan malas Aziel mengantar Jojo kekamar tamu. Sampai didepan kamar tamu, Aziel langsung berbicara ketus kepada Jojo.
"Masuk sana, aku juga mau istirahat" ucap Aziel dengan ketus.
"Baiklah anak ku, mama mu ini akan istirahat dulu" ucap Jojo yang sangat senang membuat Aziel kesal.
"Dasar bocah"umpat Aziel.
"Hei, asal kau tau saja ya!. Bocah ini bisa membuat bocah!" ucap Jojo dengan bangga.
"Dasar tidak waras" kesal Aziel sambil meninggalkan Jojo.
..........................
Jojo berbaring di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar.
"Astaga perut ini, ternyata lupa diisi. Gara-gara wanita sialan itu, aku bisa melupakan acara makan ku" ucap Jojo kesal dan keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
Jojo menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan. Sampai di depan kulkas, tanpa permisi Jojo langsung membuka dan mencari-cari yang ia inginkan.
Jojo mendapatkan beberapa buah apel dan jeruk. Dengan semangat ia memakan buah itu tanpa tersisah, tetapi hal itu belum bisa mengatasi rasa laparnya.
"Kau sedang apa?"tanya Aziel yang melihat Jojo duduk bersila di depan kulkas.
"Aku lagi mencari makanan yang bisa aku makan" ucap Jojo tanpa menatap Aziel.
"Pembantu disini akan datang di pagi hari, dan pulang di sore hari" ucap Aziel sambil mengambil minuman dingin.
"Kenapa kau tidak memasak saja?"tanya Aziel.
"Ah, itu terlalu merepotkan!" ucap Jojo malas.
"Merepotkan atau kau yang tidak bisa memasak?" tanya Aziel dengan penuh selidik.
"Hehehehe keduanya" jawab Jojo dengan cengengesan.
"Sepertinya papa ku sangat salah dalam memilih wanita" ucap Aziel tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Kenapa bisa begitu?"tanya Jojo penasaran.
"Lihat saja tidak ada yang bisa di banggakan dari dirimu" cibir Aziel.
"Hei, kau tidak boleh mengejek calon mama mu ini" tunjuk Jojo pada dirinya sendiri.
"Kau mau ngapain?" tanya Jojo, saat melihat Aziel tengah membuka salah satu lemari kecil.
"Kau mau memasak mie instand untuk ku?"tanya Jojo senang.
"Enak saja, gara-gara membawa mu kami tidak jadi makan diluar" jelas Aziel.
"Apa?" tanya Aziel kepada Jojo yang menatap dirinya.
"Kalau mau masak sendiri" ucap Aziel sambil memberikan sebungkus mie instand kepada Jojo.
"Jangan bilang kalau kau juga tidak bisa memasak mie instand? tanya Aziel sambil melotot.
"Tentu saja bisa" ucap Jojo dengan gugup.
Jojo menuangkan air panas sisa Aziel untuk merendam mie nya. Mencium aroma khas dari mie instand membuat perut Jojo tambah lapar.
Mie yang di tunggu untuk bisa di santap akhirnya sudah matang.
Saat mengaduk mienya, Jojo merasa heran kenapa aroma mienya tidak seperti punya Aziel pikir Jojo.
"Aziel"panggil Jojo.
"Hemmmm"jawab Aziel yang sibuk menyantap mie instand.
"Kenapa punya ku tidak seperti punya mu, sedangkan kemasannya sama?"tanya Jojo heran.
"Tidak sama bagaimana?"tanya Aziel heran.
"Ini lihatlah" ucap Jojo sambil menggeser mangkok mienya.
"Kenapa kau tidak memasukkan bumbunya?"tanya Aziel yang meneliti mie punya Jojo.
"Bumbu?"tanya Jojo sambil menggaruk kepalanya.
"Iya bumbu, di dalam kemasan tadi ada kemasan kecil-kecilkan?. Nah itu tu bumbu-bumbunya" jelas Aziel panjang lebar.
"Yah, sudah aku buang. Aku pikir itu tidak ada gunanya" ucap Jojo lesu.
"Astaga kau ini" ucap Aziel geram.
"Jangan marah-marah, aku ini calon mama mu" ucap Jojo yang ikut kesal.
"Sudahlah lupakan itu. Ini makanlah!"ucap Aziel terpaksa sambil menggeser mangkok mie yang sedang ia nikmati.
"Wah kau memang calon anak yang berbakti" ucap Jojo yang senang hati menerima mie yang tinggal setengah.
__ADS_1
Jojo memakan mie dengan semangat, selain lapar, ia juga sudah mulai bisa mengakrabkan diri kepada Aziel.