Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
43. Introgasi


__ADS_3

Keesokan paginya, Jojo sudah bersiap ingin berangkat kesekolah menggunakan motornya.


"Ada apa ini?" tanya Jojo heran melihat ada mobil polisi di Kosan miliknya.


"Ini nona katanya mereka ada perlu sama nona" ujar penjaga disana.


Jojo mengernyit bingung dan ada apa sebenarnya ini!.


"Ada apa mencari ku?" tanya Jojo bingung.


"Anda yang bernama Jojo?" tanya polisi yang bertuliskan nama Heri.


"Benar?" jawab Jojo santai.


"Silahkan anda ikut kami ke kantor polisi nona, kami membutuhkan keterangan dari anda!" ucap Heri.


"Atas dasar apa?" tanya Jojo bingung.


"Atas kekerasan penganiyaan terhadap saudari Amel Anderson!" jelasnya dengan tegas.


"Tidak ku sangka kau ternyata sangat nakal!" ujar Ayu yang di tugaskan untuk menjemput Jojo.


Mendengar ucapan polisi itu, Jojo mulai menatap malas kepada kedua polisi didepannya.


"Baiklah" ucap malas Jojo dan langsung masuk kedalam mobil polisi.


"Aku akan baik-baik saja" ucap Jojo tegas yang melihat bawahannya menatap cemas dirinya.


Setelah kepergian mobil yang membawa Jojo, mereka masih berkumpul di depan kosan itu mulai menyebarkan berita tentang penangkapan Jojo yang menurut mereka tidak jelas dan secara sepihak.


.........................


Sedangkan Zidan Rima yang baru memarkirkan kendaraannya di sekolah, saat mendengar berita itu keduanya langsung menuju lokasi yang ditujuh oleh Jojo.


Elejar yang mendapatkan kabar serupa mulai memerintahkan Leo agar mengirimkan pengacara untuk Jojo.


"Leo, hubungi pengacara ternama dan terbaik, bantu Jojo agar keluar dari tempat itu!" ujar Elejar dengan marah.


"Baik tuan" jawab Leo.


"Leo tambahkan lagi orang-orang kita agar cepat menguasai perusahaan Anderson, saat tiba nanti kita bisa dengan mudah menjatuhkan perusahaan itu" sambung Elejar dengan geram.


"Lakukan tugas mu sekarang Leo" perintah Elejar tegas.


"Kurang ajar, kau akan merasakan kerak terdalam kesengsaraan Anderson!" ujar Elejar dengan marah.

__ADS_1


"Kalian akan terima balasan dari apa yang kalian perbuat!" teriak Elejar yang tak bisa menahan emosi, saat mendapat kabar jika dalang penangkapan Jojo ada hubungannya dengan keluarga Anderson.


......................


Di kantor polisi Zidan dan Rima bergegas masuj kedalam dan menunggu didepan ruang introgasi dengan perasaan khawatir.


"Kalian kenapa kesini?" tanya Feri heran melihat kedua teman Jojo.


"Kami sedang menunggu Jojo" jawab Zidan.


"Memangnya ada apa?, kenapa? apa yang terjadi?" tanya Feri yang ikut khawatir.


"Dia di bawa kesini dan sedang di introgasi" ucap Rima dengan suara bergetar.


Mendengar ucapan Teman Jojo membuat Feri bergegas menuju ruangan Arseno.


Dengan kasar Feri membuka pintu ruangan Arseno dan hal itu membuat orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.


"Ada apa?" tanya Arseno dengan suara tinggi bahkan wajahnya sangat kesal dengan kelakuan temannya yang satu ini.


"Nanti saja marahnya" ujar Feri dengan geram.


"Ada apa?" tanya Arseno yang mulai biasa saja.


Mendengar ucapan Feri membuat Arseno bergegas keluar dari ruangannya menuju ruang introgasi dengan sedikit berlari.


"Apa yang terjadi?" tanya Arseno kepada Zidan dan Rima yang sedang berada di luar ruang introgasi.


"Kami tidak tau, saat mendapatkan kabar jika Jojo di bawa ke kantor polisi kami langsung kesini" jelas Rima.


"Aku akan mencari tahu hal ini!" ujar Arseno.


.......................


Didalam ruang intorgasi,


"Nama?" tanya polisi itu.


"Jovanda" jawab Jojo datar yang sedang duduk terikat di kursi.


"Apa kau mengakui jika kau melakukan pemukulan terhadap Amel Anderson?" tanya Polisi itu sambil mengelilingi kursi Jojo.


"Ya" jawab Jojo singakat.


Plakk

__ADS_1


Sebuah tamparan polisi itu layangkan kepada Jojo.


"Kau harus mendekam di penjara mulai hari ini" ucap polisi itu dengan tersenyum miring.


"Hahahaha ternyata tebakan ku benar jika kalian adalah anjing penjaga keluarga Anderson" ucap Jojo yang terkekeh sinis.


"Kurang ajar" bentak polisi yang memiliki postur tubuh gemuk dan perut buncit.


"Jika bukan itu, terus apa?" tanya Jojo santai tanpa memperdulikan tamparan kembali di berikan kepada pipinya.


"Itu sangat pantas kau terima!" ujarnya dengan marah, walaupun sebenarnya memang benar adanya.


"Jika aku keluar dari sini! kalian orang pertama yang aku hukum!" ujar Jojo dengan tersenyum devil.


"Itu tidak akan terjadi, karena kamu tidak akan bisa lepas dari kami" ucap polisi itu dengan keyakinan.


"Lihat saja nanti!" ucap Jojo dengan tersenyum manis.


Tidak lama setelah Jojo berucap, pintu ruang introgasi terbuka dengan kasar.


"Apa yang kalian lakukan ha?" tanya Arseno dengan lantang.


"Jangan ikut campur!" ujar mereka dengan tegas.


"Seharusnya tidak seperti ini, carilah bukti-bukti yang kuat jangan main hakim sendiri" ucap Feri dengan marah melihat kondisi Jojo terikat dengan kedua sudut bibir pecah.


"Aku akan menuntut kalian!" ujar Arseno dengan marah dan langsung mendekati Jojo yang sedang berpura-pura tertindas.


"Sayang, maaf kalau aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik" ucap Arseno sesal sambil melepaskan ikatan di tubuh Jojo.


"Tidak apa-apa" ujar Jojo dengan pelan.


Dengan erat Jojo memeluk leher Arseno, ia harus bersikap biasa saja, jika tidak maka dia tidak akan terkendali dan itu bisa membongkar jati dirinya.


"Sudah tidak apa-apa" ucap Arseno untuk menenangkan Jojo.


"Feri, Hendra kalian urus kedua bajingan itu! dan cari bukti-bukti agar apa yang mereka lakukan ini salah!" ujar Arseno dengan tegas sambil menggendong Jojo seperti koala.


"Sepertinya kalian sudah membuat kesalahan yang sangat besar!" ujar Feri saat melihat Jojo dan Arseno meninggalkan ruang introgasi.


"Berdoalah agar nasib kalian ada sedikit keberuntungan!" sambung Hendra yang tidak kalah sinis.


Keduanya langsung pergi meninggalkan ruang intorgasi untuk menyusul Arseno yang membawa Jojo.


Sedangkan kedua polisi paruhbaya itu termenung memikirkan apa yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya. Kekejaman dan sikap tegas Arseno sangat tidak diragukan oleh rekan-rekannya. Walaupun terbilang masih muda, beberapa polisi senior menaruh hormat dan segan jika berursan dengan seorang Arseno

__ADS_1


__ADS_2