Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
47. Calon Keluarga


__ADS_3

Semua orang yang berada di ruang keluarga mengalihkan pandangan mereka ke arah Arseno dan seorang wanita cantik yang berdiri di samping duda beranak satu tersebut.


"Ma, lihat kakak membawa kakak ipar datang!" ujar Agra dan langsung mendekati Arseno dan Jojo yang masih berdiri di tempatnya.


"Perkanalkan nama ku Agra, kau bisa memanggil ku dengan sebutan adik ipar" ucap Agra yang ingin berjabat tangan kepada Jojo dan langsung di sambut oleh Arseno.


"Mas!" tegur Jojo yang melihat tangan Arseno yang menyalami Arga dan itu bukan dirinya.


"Namanya Jojo" ucap Arseno sambil menatap tajam kepada sang adiknya yang suka jahil.


"Dasar posesif" kesal Agra sambil menatap malas kepada sang kakak.


"Sepertinya kakak ipar masih muda, dan lebih pantas menjadi adik ku" ucap Agra yang semakin memancing kekesalan sang kakak.


"Kau!" tunjuk Arseno kesal.


"Kenapa? memang begitukan kenyataannya?" ujar Agra dengan santai.


"Kalian ini selalu saja ribut" ucap nyonya besar Honson.


"Selamat datang di rumah kami nak" ucap Mama Arseno sambil memeluk Jojo singkat dan langsung di balas oleh Jojo.


Mereka mulai duduk sedangkan Arseno duduk tepat di samping Jojo bahkan tangan kirinya melingkar di pinggang Jojo.


"Tidak ada yang akan membawanya kabur!" cibir Agra yang melihat tangan sang kakak berada di pinggang Jojo.


"Jadi kamu yang namanya Jojo?" tanya mama Arseno.


"Iya nyonya, kenalkan nama saya Jovanda biasanya di panggil Jojo" ucap Jojo sambil tersenyum menatap kedua paruh baya di depannya beserta kedua adik Arseno.


"Apa kita pernah bertemu?" tanya tuan Honson yang sedari tadi merasa tidak asing melihat Jojo.


"Mungkin saja tuan" ucap Jojo santai.


"Tentu saja kita pernah bertemu calon papa mertua, calon menantu anak mu ini sangat populer di dunia bisnis" ucap Jojo dalam hati yang tau maksud dari papanya Arseno.


"Mungkin itu perasaan papa saja" ucap nyonya Honson agar suasana tidak canggung.


"Benar itu pa" ucap Agra yang ikut berbicara.


Arseno hanya diam dan mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan. Sedangkan Alexa selalu menatap tidak suka kepada Jojo, selain asal usul Jojo yang tidak jelas, Jojo juga tidak cocok bersanding dengan kakaknya yang penuh karismatik itu.


"Kami dengar kau masih SMA ya?" tanya mama Arseno dengan hati-hati.


"Wah kakak benar-benar beruntung dapat daun muda" ujar Agra yang semakin gencar mengejek Arseno.


"Aku juga merasa kakak terlalu tua untuk calon kakak ipar ku ini" sambung Agra lagi.

__ADS_1


"Jangan membuat suasana tidak nyaman"peringatan dari mama Arseno.


"Iya nyonya saya masih SMA dan duduk di kelas 3 dan juga saya sudah 2 kali tidak naik kelas" ucap jujur Jojo tanpa menutupi tentang sekolahnya.


"Dasar bodoh!" umpat Alexa dengan pelan tetapi orang yang ada di ruang keluarga tersebut sangat jelas mendengar ucapan Alexa yang menyindir Jojo.


"Alexa!" ucap Arseno dengan suara tegas seperti biasanya.


"Memang kenyataan" kesal Alexa sambil beranjak berdiri dan akan meninggalkan ruang tamu tersebut.


"Lexa" panggil Arseno dengan sedikit berteriak.


"Sudah mas aku tidak apa-apa" ucap Jojo sambil tersenyum manis kepada Arseno yang sedang bermuka kesal akan kelakuan sang adik yang kurang sopan terhadap kekasihnya.


"Maafkan sikap Alexa ya, dia orang akan seperti itu jika belum kenal dekat" ujar mama Arseno kepada Jojo.


"Tidak apa-apa nyonya saya maklumi" ucap Jojo.


"Jangan panggil nyonya panggil saja mama biar sama dengan Arseno" pinta nyonya Honson dengan senang hati.


"Baik ma" ucao Jojo patuh, dan rasanya sudah lama sekali dia tidak memanggil sebutan mama dan biasanya di akan mengucapkan kata-kata itu kepada orang tua yang dekat dengannya saja.


"Tinggal dimana?" tanya tuan Honson.


"Saya tinggal di kos-kosan tuan" jawab Jojo.


"Ma" tegur Arseno yang melihat raut muka Jojo yang berubah sendu.


"Mereka sudah tidak ada ma" jawab Jojo dengan senyum getir.


"Sudah tidak apa-apa, anggap saja kami ini orang tua kamu" ucap mama Arseno dengan tulus.


"Dan kau juga harus memanggil ku dengan sebutan papa seperti Seno" ucap papa Arseno.


Deg


Ucapan yang sangat ingin sekali Jojo ucapkan, entah kenapa jika dengan keluarga Honson Jojo sangat nyaman bahkan ia merasa akan mendapatkan hal-hal yang sangat menakjubkan dalam dirinya yang tidak pernah ia rasakan selama ini.


"Baik pa" ucap Jojo dengan suara sedikit bergetar.


Mereka mulai berbincang dengan asik, bahkan Agra selalu menjahili sang kakak karena menyukai orang yang berumur jauh di bawah dirinya.


.......................


Hari sudah mulai larut dan Arseno berpamitan kepada kelurganya untuk mengantar Jojo pulang.


"Pa ma, kami pulang dulu dan Seno takut Jojo pulangnya terlalu larut" pamit Arseno yang sudah beranjak berdiri dan di ikuti yang lainnya.

__ADS_1


"Ya sudah hati-hati kalau begitu" ucap Mama Arseno. Mereka mulai mengantar kepergian Arseno dan Jojo keluar rumah.


"Hati-hati jangan kebut-kebut" ucap mama Arseno sambil melepas pelukan Arseno.


"Kami pamit pulang dulu ma pa" ucap Jojo sambil menyalami kedua orang tua Arseno.


Saat sudah menyalami papa Arseno, Jojo memandang sejenak tangan tuan Honson yang ada di dalam gengaman tangannya.


"Sungguh hangat, apa ini rasanya pamitan kepada ayah sendiri" ucap Jojo dengan sendu dalam hatinya.


"Ada apa?" tanya papa Arseno yang melihat Jojo terus memandang tangannya yang di genggam Jojo dengan erat.


"Ah tidak ada pa" ucap Jojo dengan gugup karna ia merasa cukup terkejut apa yang ia lakukan.


"Kami pulang ma pa" pamit Arseno dan mulai masuk kedalam mobil setelah Jojo masuk dan duduk dengan baik.


Di dalam mobil hanya keheningan, Arseno yang melihat Jojo sejak tadi hanya diam sambil memandang keluar jendela mobil.


"Ada apa?" tanya Arseno sambil mengusap pundah Jojo dengan lembut.


"Tidak ada" jawab Jojo yang masih memandang keluar jendela.


"Apa kau kepikiran apa yang di ucapkan oleh Alexa?" tebak Arseno.


"Bukan itu" ucap Jojo sambil menatap Arseno dengan pandangan sedihnya.


"Terus?" tanya Arseno yang semakin penasaran.


"Sudah lupakan saja" ucap Jojo sambil tersenyum manis kepada Arseno.


"Terima kasih" ucap lirih Jojo sambil memeluk Arseno dari samping.


"Buat?" tanya Arseno.


"Telah memperkenalkan aku kepada keluarga mu" ucap Jojo sambil memeluk Arseno dengan erat.


Tidak terasa mobil yang di kemudikan oleh Arseno sudah memasuki pekarangan kos-kosan Jojo.


"Apa sebegitu nyamannya memeluk mas mu ini?" tanya Arseno lembut sambil mengusap pelan rambut Jojo.


"Ha?" ucap Jojo bingung sambil menatap mata Arseno.


"Kita sudah sampai di depan tempat tinggal kamu sayang" ucap Arseno sambil mencubit hidup Jojo dengan pelan.


"Kenapa tidak bilang dari tadi" ucap Jojo yang merasa malu.


Semenjak dirinya berhubungan dengan Arseno, tingkat kewaspadaan Jojo sedikit menurun jika berada di dekat Arseno.

__ADS_1


__ADS_2