
Di kampung pesisir, semua orang bekerja sama dalam membangun beberapa tenda untuk tempat beristirahat dan tempat pengobatan gratis.
Para warga sangat bersyukur atas kedatangan relawan kali ini, selain mereka mendapatkan uang tunai, sembako dan mereka juga mendapatkan pengobatan gratis dengan obat yang kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya.
Hari sudah semakin sore, kegiatan mereka pada saat datang ke lokasi hanya mempersiapkan barang-barang yang akan di bagikan keesokan harinya. Sedangkan untuk pengobatan di mulai pada malam harinya, dan beberapa tim bergantian ada yang di posko, dan ada yang mendatangi langsung kediaman para masyarakat.
Hari semakin menunjukkan, bahwa matahari akan berubah menjadi rembulan.
Para relawan dan beberapa masyarakat tengah mempersiapkan menu makan malam yang mereka masak menjadi menu santap mereka pada malam hari.
.......................
Para anggota relawan yang di ketuai oleh Bara mulai berdatangan untuk makan malam bersama sebelum melanjutkan aktivitas selanjutnya.
Mereka belum bisa menyantap makan yang sudah tersaji didepan mereka. Di karenakan mereka masih menunggu beberapa rekan lainnya yang masih menuju tenda yang di jadikan tempat makan bersama.
"Jojo dan kedua temannya mana Seno?" tanya Hendra yang belum melihat kehadiran Jojo dan kedua temannya.
"Oh iya, pada kemana itu anak?" tanya Feri yang ikut menyadari.
"Sepertinya mereka masih dalam perjalanan menuju kesini" ucap Arseno yang mencoba terlihat biasa saja.
"Perhatian semuanya!, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat 30, dan ada beberapa teman kita yang ternyata masih belum bergabung. Dan baru saja mereka berpesan agar tidak menunggu, dan kita bisa memulai untuk makan malam yang ala kadarnya"
"Saya selaku perwakilan ingin meminta maaf kepada kalian semua. Jika menu yang ada di hadapan rekan-rekan sekalian tidak sesuai dengan selera kalian dan maupun alasan lainnya dan saya meminta maaf yang sebesarnya"
"Selamat makan untuk kita semua!" ujar Bara yang memberitahukan jika acara makan malam sudah bisa dinikmati.
Mereka makan dengan lahap dan bahkan ekspresi mereka menunjukkan biasa saja. Walaupun menu yang tersaji hanya bagar asam ikan laut dan kerupuk.
Tidak perlu memakan waktu berjam-jam untuk menghabiskan makanan yang ada di depan mereka.
Satu persatu mereka mulai menyelesaikan acara makan mereka, ada yang mulai membersihkan bekas makan mereka, dan ada juga yang mulai berinteraksi dengan para warga untuk membantu tim medis.
Jojo dan diikuti beberapa rekan lainnya mulai menuju tempat menu makan malam yang sudah tersedia.
Arseno yang melihat Jojo mulai memasuki tenda dan mulai mendekatinya.
"Dari mana saja?" tanya Arseno yang penasaran.
"Hanya keliling saja" ucap Jojo santai.
"Jojo, Rima, Zidan. Ajaklah yang lain makan dahulu karena kita akan mulai beraktivitas satu jam lagi" ucap Bara yang ikut mendekat ke arah Jojo dan rekan yang lain.
Mendengar intruksi dari Bara, mereka mulai mendekati meja yang sudah berisi beberapa tempat yang berisikan makanan.
Rima mulai mengambil nasi secukupnya dan diikuti oleh Jojo di sampingnya setelah itu baru Zidan.
"Kamu tidak bisa memakan ini" ucap Rima yang melihat lauk yang ada di tempat itu.
"Kenapa?" tanya Jojo dan Zidan heran. Kebetulan mereka antri yang paling terakhir.
"Ini makanan laut" ucap Rima pelan.
"Sudah aku makan nasinya saja" ucap Jojo tenang.
"Aku akan merebus mie instand dulu" ucap Zidan yang mulai berjalan cepat dari sana.
Melihat Jojo dan Rima saling berbisik dan tidak jadi mengambil makanan membuat Ayu punya bahan agar bisa mempermalukan mereka.
"Kenapa? tidak suka makanannya? atau takut tidak higenis?" tanya Ayu dengan sinis.
"Bukan," ucapan Rima terpotong karena lengannya di senggol oleh Jojo.
"Sudah tidak apa-apa kita tungu Zidan saja dulu" ucap Jojo tenang.
"Kenapa tunggu temannya? apa teman kamu membawa ayam goreng? atau pizza? atau makanan enak lainnya?" tanya Ayu yang semakin membuat yang lainya berpendapat tidak mungkin Jojo punya pemikiran hal itu.
"Nah, makan itu jangan berlagak bersih dan jadi pemilih" ucap Ayu yang sudah menuangkan makanan laut kedalam piring Jojo. Sedangkan Rima ia sudah sedari tadi meletakkannya sendiri.
"Kenapa sayang?" tanya Arseno yang mulai mendengat suara ribut-ribut dalam tenda.
"Lihatlah bocah ingusan yang kau sukai ini Seno. Dia tidak mau memakan makanan itu karena takut sakit perut" ujar Ayu yang semakin jadi.
"Bukan seperti itu, dia tidak mau karena ada alasannya" ucap Rima yang sedikit emosi.
"Alah itu bisa saja itu hanya alasan saja, dasar anak manja!" ucap Ayu sinis.
"Kau!" tunjuk Rima yang semakin terpancing emosi.
"Aku kenapa" tunjuk Ayu kepada dirinya sendiri sambil tertawa sinis.
"Tutup mulut busuk mu itu" ujar Rima dengan marah.
"Cukup!" ucap Jojo yang sedikit membentar agar keduanya tidak berlanjut perang mulut.
Walaupun Jojo juga merasa kesal kepada Ayu tapi dia tidak mau menunjukkan hal itu didepan orang banyak.
Jojo dengan santai duduk bersila yang beralaskan tikar tipis diikuti oleh Rima dan Arseno.
.......................
Dengan rasa kesal, Jojo mulai memasukkan potongan ikan kedalam mulutnya. Jojo mulai mengunyah ikan itu dengan perlahan, Rima tidak bisa mencegah Jojo karena ia takut melihat tatapan serta ucapan Jojo melalui batinnya.
__ADS_1
Satu suapan mulai melewati tenggorokan, Zidan yang tidak sengaja melihat itu mulai berteriak marah.
"Apa yang kau lakukan hah?" tanya Zidan dengan marah.
Mendengar suara Zidan yang tinggi membuat mereka menatap heran, bukankah Jojo hanya memakan makanannya, kenapa harus marah, pikir mereka yang melihat kejadian itu.
"Muntahkan!" ucap Zidan yang sudah membuang mangkuk mie sembarangan.
"Aku bilang muntahkan!" teriak Zidan.
"Ada apa?" tanya Arseno bingung.
"Jo, Jojo kau tidak apa-apakan?" tanya Rima dengan khawatir dan melihat Jojo yang mulai mengatur nafasnya.
"Rima, kenapa kau mengizinkannya?" tanya Zidan dengan marah.
"A-aku sudah melarangnya tapi wanita itu terus memaksa Jojo" ucap Rima dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang, sayang. Jojo, hei-hei kau dengar aku?" psnggil Arseno dengan cemas. Karena ia melihat Jojo semakin sulit bernafas.
"Panggilkan tim medis cepat!" teriak Zidan murka.
Dua orang tenaga medis mulai berlari dengan tergesah-gesah menuju tenda yang di tempat oleh Jojo.
"Cepat periksa!" bentak Zidan dengan keras.
Kedua orang itu mulai memeriksa keadaan Jojo yang semakin sulit bernafas.
Melihat keadaaan Jojo membuat Ayu yang awalnya tersenyum senang dan mendadak menunjukkan ekspresi takut.
"Pindahkan dia agar bisa berbaring dengan nyaman" ujar salah satu anggota medis itu. Yang sudah memasang oksigen ke hidung Jojo.
Dengan cepat Arseno menggendong Jojo menuju ketenda lainnya agar Jojo menjadi lebih baik.
"Bagaimana?" tanya Zidan saat mereka selesai memeriksa keadaan Jojo.
"Sebaiknya kalian ingatkan jika dirinya tidak bisa memakan makanan seafood dan selebihnya tidak ada yang fatal" ujar Dokter itu.
"Kembali bertugas" ujar Zidan dengan tegas.
"Apa yang terjadi?" tanya Zidan geram karena dia merasa kecolongan. Rima mulai menjelaskan dari awal sampai akhir. Zidan mencerna dengan baik begitu juga dengan Arseno, Hendra, Feri bahkan Ayu juga ikut mendengarkan dengan baik.
Mendengar penjelasan Rima, membuat keempat lelaki itu menatap tajam ke arah Ayu yang menunduk takut.
"Urusan kita belum selesai nona!" ucap Zidan dengan tatapan tajam.
Zidan pergi, ke salah satu tenda untuk mengambil beberapa ramuan yang selalu ia bawa dan kembali ke tempat Jojo sedang di rawat.
Di kampung pesisir, semua orang bekerja sama dalam membangun beberapa tenda untuk tempat beristirahat dan tempat pengobatan gratis.
Para warga sangat bersyukur atas kedatangan relawan kali ini, selain mereka mendapatkan uang tunai, sembako dan mereka juga mendapatkan pengobatan gratis dengan obat yang kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya.
Hari sudah semakin sore, kegiatan mereka pada saat datang ke lokasi hanya mempersiapkan barang-barang yang akan di bagikan keesokan harinya. Sedangkan untuk pengobatan di mulai pada malam harinya, dan beberapa tim bergantian ada yang di posko, dan ada yang mendatangi langsung kediaman para masyarakat.
Hari semakin menunjukkan, bahwa matahari akan berubah menjadi rembulan.
Para relawan dan beberapa masyarakat tengah mempersiapkan menu makan malam yang mereka masak menjadi menu santap mereka pada malam hari.
.......................
Para anggota relawan yang di ketuai oleh Bara mulai berdatangan untuk makan malam bersama sebelum melanjutkan aktivitas selanjutnya.
Mereka belum bisa menyantap makan yang sudah tersaji didepan mereka. Di karenakan mereka masih menunggu beberapa rekan lainnya yang masih menuju tenda yang di jadikan tempat makan bersama.
"Jojo dan kedua temannya mana Seno?" tanya Hendra yang belum melihat kehadiran Jojo dan kedua temannya.
"Oh iya, pada kemana itu anak?" tanya Feri yang ikut menyadari.
"Sepertinya mereka masih dalam perjalanan menuju kesini" ucap Arseno yang mencoba terlihat biasa saja.
"Perhatian semuanya!, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat 30, dan ada beberapa teman kita yang ternyata masih belum bergabung. Dan baru saja mereka berpesan agar tidak menunggu, dan kita bisa memulai untuk makan malam yang ala kadarnya"
"Saya selaku perwakilan ingin meminta maaf kepada kalian semua. Jika menu yang ada di hadapan rekan-rekan sekalian tidak sesuai dengan selera kalian dan maupun alasan lainnya dan saya meminta maaf yang sebesarnya"
"Selamat makan untuk kita semua!" ujar Bara yang memberitahukan jika acara makan malam sudah bisa dinikmati.
Mereka makan dengan lahap dan bahkan ekspresi mereka menunjukkan biasa saja. Walaupun menu yang tersaji hanya bagar asam ikan laut dan kerupuk.
Tidak perlu memakan waktu berjam-jam untuk menghabiskan makanan yang ada di depan mereka.
Satu persatu mereka mulai menyelesaikan acara makan mereka, ada yang mulai membersihkan bekas makan mereka, dan ada juga yang mulai berinteraksi dengan para warga untuk membantu tim medis.
Jojo dan diikuti beberapa rekan lainnya mulai menuju tempat menu makan malam yang sudah tersedia.
Arseno yang melihat Jojo mulai memasuki tenda dan mulai mendekatinya.
"Dari mana saja?" tanya Arseno yang penasaran.
"Hanya keliling saja" ucap Jojo santai.
"Jojo, Rima, Zidan. Ajaklah yang lain makan dahulu karena kita akan mulai beraktivitas satu jam lagi" ucap Bara yang ikut mendekat ke arah Jojo dan rekan yang lain.
Mendengar intruksi dari Bara, mereka mulai mendekati meja yang sudah berisi beberapa tempat yang berisikan makanan.
__ADS_1
Rima mulai mengambil nasi secukupnya dan diikuti oleh Jojo di sampingnya setelah itu baru Zidan.
"Kamu tidak bisa memakan ini" ucap Rima yang melihat lauk yang ada di tempat itu.
"Kenapa?" tanya Jojo dan Zidan heran. Kebetulan mereka antri yang paling terakhir.
"Ini makanan laut" ucap Rima pelan.
"Sudah aku makan nasinya saja" ucap Jojo tenang.
"Aku akan merebus mie instand dulu" ucap Zidan yang mulai berjalan cepat dari sana.
Melihat Jojo dan Rima saling berbisik dan tidak jadi mengambil makanan membuat Ayu punya bahan agar bisa mempermalukan mereka.
"Kenapa? tidak suka makanannya? atau takut tidak higenis?" tanya Ayu dengan sinis.
"Bukan," ucapan Rima terpotong karena lengannya di senggol oleh Jojo.
"Sudah tidak apa-apa kita tungu Zidan saja dulu" ucap Jojo tenang.
"Kenapa tunggu temannya? apa teman kamu membawa ayam goreng? atau pizza? atau makanan enak lainnya?" tanya Ayu yang semakin membuat yang lainya berpendapat tidak mungkin Jojo punya pemikiran hal itu.
"Nah, makan itu jangan berlagak bersih dan jadi pemilih" ucap Ayu yang sudah menuangkan makanan laut kedalam piring Jojo. Sedangkan Rima ia sudah sedari tadi meletakkannya sendiri.
"Kenapa sayang?" tanya Arseno yang mulai mendengat suara ribut-ribut dalam tenda.
"Lihatlah bocah ingusan yang kau sukai ini Seno. Dia tidak mau memakan makanan itu karena takut sakit perut" ujar Ayu yang semakin jadi.
"Bukan seperti itu, dia tidak mau karena ada alasannya" ucap Rima yang sedikit emosi.
"Alah itu bisa saja itu hanya alasan saja, dasar anak manja!" ucap Ayu sinis.
"Kau!" tunjuk Rima yang semakin terpancing emosi.
"Aku kenapa" tunjuk Ayu kepada dirinya sendiri sambil tertawa sinis.
"Tutup mulut busuk mu itu" ujar Rima dengan marah.
"Cukup!" ucap Jojo yang sedikit membentar agar keduanya tidak berlanjut perang mulut.
Walaupun Jojo juga merasa kesal kepada Ayu tapi dia tidak mau menunjukkan hal itu didepan orang banyak.
Jojo dengan santai duduk bersila yang beralaskan tikar tipis diikuti oleh Rima dan Arseno.
.......................
Dengan rasa kesal, Jojo mulai memasukkan potongan ikan kedalam mulutnya. Jojo mulai mengunyah ikan itu dengan perlahan, Rima tidak bisa mencegah Jojo karena ia takut melihat tatapan serta ucapan Jojo melalui batinnya.
Satu suapan mulai melewati tenggorokan, Zidan yang tidak sengaja melihat itu mulai berteriak marah.
"Apa yang kau lakukan hah?" tanya Zidan dengan marah.
Mendengar suara Zidan yang tinggi membuat mereka menatap heran, bukankah Jojo hanya memakan makanannya, kenapa harus marah, pikir mereka yang melihat kejadian itu.
"Muntahkan!" ucap Zidan yang sudah membuang mangkuk mie sembarangan.
"Aku bilang muntahkan!" teriak Zidan.
"Ada apa?" tanya Arseno bingung.
"Jo, Jojo kau tidak apa-apakan?" tanya Rima dengan khawatir dan melihat Jojo yang mulai mengatur nafasnya.
"Rima, kenapa kau mengizinkannya?" tanya Zidan dengan marah.
"A-aku sudah melarangnya tapi wanita itu terus memaksa Jojo" ucap Rima dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang, sayang. Jojo, hei-hei kau dengar aku?" psnggil Arseno dengan cemas. Karena ia melihat Jojo semakin sulit bernafas.
"Panggilkan tim medis cepat!" teriak Zidan murka.
Dua orang tenaga medis mulai berlari dengan tergesah-gesah menuju tenda yang di tempat oleh Jojo.
"Cepat periksa!" bentak Zidan dengan keras.
Kedua orang itu mulai memeriksa keadaan Jojo yang semakin sulit bernafas.
Melihat keadaaan Jojo membuat Ayu yang awalnya tersenyum senang dan mendadak menunjukkan ekspresi takut.
"Pindahkan dia agar bisa berbaring dengan nyaman" ujar salah satu anggota medis itu. Yang sudah memasang oksigen ke hidung Jojo.
Dengan cepat Arseno menggendong Jojo menuju ketenda lainnya agar Jojo menjadi lebih baik.
"Bagaimana?" tanya Zidan saat mereka selesai memeriksa keadaan Jojo.
"Sebaiknya kalian ingatkan jika dirinya tidak bisa memakan makanan seafood dan selebihnya tidak ada yang fatal" ujar Dokter itu.
"Kembali bertugas" ujar Zidan dengan tegas.
"Apa yang terjadi?" tanya Zidan geram karena dia merasa kecolongan. Rima mulai menjelaskan dari awal sampai akhir. Zidan mencerna dengan baik begitu juga dengan Arseno, Hendra, Feri bahkan Ayu juga ikut mendengarkan dengan baik.
Mendengar penjelasan Rima, membuat keempat lelaki itu menatap tajam ke arah Ayu yang menunduk takut.
"Urusan kita belum selesai nona!" ucap Zidan dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Zidan pergi, ke salah satu tenda untuk mengambil beberapa ramuan yang selalu ia bawa dan kembali ke tempat Jojo sedang di rawat.