Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
48. Bahagia dan Benci


__ADS_3

Melihat Jojo sudah masuk kedalam kos-kosannya, Araseno langsung menghidupkan mesin mobilnya dan menancapkan gas mobilnya untuk kembali ke rumah miliknya sendiri.


Sampai di depan rumahnya, Arseno langsung memarkirkan mobilnya di garasi dan langsung masuk kedalam rumah dengan santai.


..................


Tepat pada hari minggu Arseno mengajak Jojo dan juga Aziel ke puncak. Untuk menikmati waktu hari libur bukanlah hal yang mudah bagi Arseno, selain ia mempunyai pekerjaan serta jabatan di kepolisian, ia juga harus membantu sang adik dalam mengelola perusahaan.


Saat Arseno mengutarakan kepada Aziel untuk pergi ke puncak, dengan semangat Aziel menyetujui ajakan sang papa. Melihat anaknya sangat antusias membuat Arseno tersenyum bahagia.


Selain ia bisa menyenangkan sang anak dirinya juga akan berusaha untuk mendekatkan anak kepada Jojo, yang kelak akan menjadi ibu sambungnya.


Mandapat ajakan Arseno membuat Jojo langsung menyetujui ajakan sang kekasih hati kepadanya.


Kini didalam mobil yang di kendarai langsung oleh Arseno terdapat 2 orang penumpang yang menemani perjalanannya. Aziel yang duduk tepat di samping Arseno mengemudi sedangkan Jojo duduk di kursi belakang dengan santai sambil memainkan ponselnya.


Perjalanan yang memakan waktu 30 menit lamanya sudah terlewati tanpa hambatan, dengan sempurna mobil berwarnah hitam itu berhenti tepat di parkiran khusus mobil.

__ADS_1


"Ayo turun sudah sampai!" ajak Arseno kepada keduanya yang masih sibuk akan aktivitas pada ponsel masing-masing. Tanpa membuag waktu keduanya langsung turun dan mulai mengedarkan pandangan mereka.


"Sudah lama sekali rasanya aku merasa ada di alam bebas" batin Jojo dengan sedikit seyum tipis.


Ketiganya berjalan menuju tempat pembelian tiket masuk agar bisa mengunjungi serta mencoba beberapa permainan yang telah di sediakan.


Arseno sengaja memilihkan waktu keberangkatan sekitar jam 4 sore, karena ia akan berencana untuk sekalian makan malam bertiga.


"Tiket untuk 3 orang" pinta Arseno kepada petugas penjual tiket.


"Terima kasih" ucap ketiganya dan langsung masuk ke dalam dan langsung di suguhkan beberapa taman yang indah beserta permainan yang sangat mengasikkan.


Berkeliling dengan langkah santai, ketiganya sesekali berhenti dan melihat-lihat permainan yang cocok serta menarik di mata mereka, dirasa cocok dan menarik maka mereka akan langsung menaikinya tanpa keraguan sedikitpun.


Puas dengan permainan, ketiganya beralih pada stand makanan serta minuman yang sangat memanjakan mata para pengunjung yang berdatangan ke lokasi taman bermain tersebut.


........................

__ADS_1


Dengan tubuh cukup melelahkan serta hati yang merasa gembira karna tidak menyangka akan merasakan beberapa jenis permainan yang mereka naikkan.


Mengingat hari sudah cukup sore, mereka bertiga memutuskan untuk pulang untuk beristirahat.


Tetapi sebelum itu, Arseno mengajak untuk makan malam terlebih dahulu sebelun kembali kerumah masing-masing dan langsung di setujui keduanya.


Sampainya di salah satu restoran ketiganya masuk secara bergantian dengab Aziel yang memimpin jalan dan untuk Jojo dan Arseno, keduanya mengikuti langkah Aziel dengan tangan Arseno menggenggam tangan Jojo.


Sedangkan di bagian pojok ruangan restoran tersebut menatap benci kepada ketiga orang yang baru memasuki restoran, dan lebih tepatnya menatap benci kepada Jojo.


"Ternyata buah tidak jauh jatuhnya dari pohon" umpat seorang wanita yang merasa geram melihat kedekatan Jojo dengan Arseno.


Dia adalah Sakira Anderson kakak tiri Jojo, atau anak kedua dari keluarga Anderson. Sakira sudah lama sudah menyukai Arseno bahkan sejak mereka bersekolah di SMA yang sama dan saat itu Arseno adalah senior Sakira di sekolahan tersebut.


Perasaan yang awalnya ia kubur, saat mendapat kabar bahwa sang pujaan hati sudah menikah dengan kekasihnya. Tapi pada saat mendapat berita bahwa istri Arseno atau ibu dari Aziel sudah meninggal membuat Sakira bertekad akan mendapatkan hati seorang Arseno Honson.


"Lihat saja anak haram akan ku tunjukkan tentang setatus yang harus kau terima" batin Sakira dengan tersenyum mistetius sambil menatap benci kepada Jojo.

__ADS_1


__ADS_2