
Sesudah membicarakan rencana itu, Jojo keluar menemui Rima dan Zidan di luar ruangan Elejar.
"Ayo kita makan siang di kantin kantor"ajak Jojo kepada Rima dan Zidan.
"Leo Sherly kalian di panggil ke ruangan Elejar"ucap Jojo dan langsung melangkah dan diikuti oleh Rima dan Juga Zidan.
....................
Diruangan Elejar.
"Bapak memanggil kami?"tanya Sherly
"Ya, saya ada tugas untuk kalian"
"Apa itu tuan?"tanya keduanya bersamaan.
"Kalian harus membuat Ramkes punya saham di perusahaan Anderson Crop"ucap Elejar tegas.
"Saya tidak perduli bagaimana caranya, kalian harus mendapatkan saham itu secepat mungkin. Kalau perlu hampir setengah seluruh saham yang ada di perusahaan itu harus atas nama Ramkes"jelas Elejar dengan sorot mata tajam.
"Baik pak kami akan usahakan"ujar keduanya tegas.
"Bagus, jangan sampai kita mengecewakan nona Ramkes karna tanpa jasa beliau kita tidak mungkin sampai di tahap ini"jelas Elejar.
Ini bukalah pertama kalinya Elejar memberitahukan kepada Sherly dan Leo jika Jojo adalah orang yang sangat penting dalam berhasilnya BAS Crop untuk mencapai puncak kejayaan.
Didukung oleh orang-orang hebat seperti Jojo, tentu pada awalnya Elejar sangat kagum akan kemampuan Jojo yang masih sangat mudah waktu itu, dan kini mereka mampu berada dipuncak kejayaan yang sangat luar biasa.
......................
Jojo, Rima dan Zidan memasuki area kantin, banyak pasang mata para karyawan yang menatap mereka saat ketiganya duduk untuk memesan makanan.
"Mau makan apa?"tanya Zidan yang membolak-balikkan buku menu.
"Entahlah aku jadi bingung, banyak sekali menu makanan ini yang sepertinya sangat menggiurkan"ucap Rima yang melihat daftar menu.
"Tinggal pilih saja"ucap Zidan kesal karna ia sudah lapar tapi Rima belum memutuskan apa yang akan ia pesan.
"Hais, lama sekali"kesl Zidan kepada Rima.
"Samakan sajalah punya Jojo"putus Rima pada akhirnya.
"Kenapa tidak dari tadi"ucap Zidan kesal.
"Kan, mau lihat-lihat dulu"ucap Rima pelan.
Tanpa menanggapi ucapan Rima, Zidan langsung pergi untuk memesan makanan mereka.
"Apa yang kau bicarakan sama Elejar tadi"tanya Zidan serius yang sudah duduk sempurna sambil menunggu pesanan mereka.
"Iya, kau membicarakan apa?"tanya Rima yang ikut penasaran.
"Aku meminta Elejar agar aku punya saham di perusahaan Anderson"ucap Jojo dengan datar.
Diantara mereka bertiga memang tidak ada rahasia, ketiganya akan saling terbuka satu sama lainnya.
"Apa perlu kami ikut turun tangan"tawar Zidan.
"Apa aku juga?"tanya Rima.
"Tidak perlu, Elejar pasti bisa mengatasi hal itu"ucap Jojo.
"Baiklah kalau begitu"ucap kedua serentak.
Kedatangan pihak kantin yang mengantarkan pesanan mereka, membuat ketiganya berhenti berbicara.
"Wah ternyata makanan disini enak-enak juga"ucap Rima yang mulai memakan makanannya.
"Pastilah itu"sahut Zidan dan Jojo.
Mereka makan dengan lahap tanpa memperdulikan disekitarnya.
Saat mereka asik dengan makanan yang ada didepan mereka, ada yang memukul meja dengan keras dan hal itu membuat aktivitas makan terhenti.
"Wah-wah, lihatlah para j****g kecil ini yang lagi asik menikmati uang hasil simpanan om-om tua"ucap Sesil dengan nada sinis.
Mendengar ucapan Sesil yang cukup keras membuat perhatian para karyawan disana kearah Jojo dan Rima.
__ADS_1
"Astaga, masa sih mereka seperti itu?"
"Mungkin saja nona Sesil salah sangka"
"Kasihan sekali mereka dihina nona Sesil"
"Diamlah nanti kita terkena masalah jika mencampuri urusan nona Sesil"
Beberapa ucapan yang mereka dengar tanpa menyangga. Karna mereka berpikir itu tidaklah penting.
Jojo, Rima dan Zidan menatap tajam wanita yang berani-berani menghina mereka yang sangat tidak masuk akal.
"Kenapa kalian diam?, benarkan apa yang saya katakan. Kalau kalian adalah wanita simpanan pria kaya?"ujar Sesil sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Nona apa kau mengenali kami?"tanya Rima yang ternyata sudah mulai emosi.
"Tentu saja, orang-orang yang seperti kalian ini yang penampilan yang sok polos pastilah kalian wanita simpanan diluar sana"ucap Sesil sambil memandang mereka sinis.
"Nona, jika kau tidak mengenali kami jangan membuat pernyataan yang tidak benar!"seru Zidan dengan nada yang cukup sopan.
"Alah itu hanya alasan kalian saja, sudahlah mengaku saja kalian!"ucao Sesil yang tetap tidak mau salah.
"Seharusnya kalian malu dengan pekerjaan itu, ingatlah pasti orang tua kalian sangat malu punya anak seorang anak yang sifatnya seperti kalian ini"ucap Sesil yang tidak sadar membuat ketiga yang tadinya menahan emosi dan kini mulai memuncak.
"Tutup mulut mu itu!"ujar Jojo dengan marah.
"Kau! tidak berhak berbicara seperti itu kepada kami"ucap Jojo yang sudah berdiri didepan Sesil yang mulai merasa takut akan tatapan mata Jojo yang tajam dan sedikit melotot.
"Kau!, ternyata kami terlalu berbaik hati kepadamu"sahut Rima yang ikut berdiri di samping Jojo.
"Apa kau merasa berkuasa karena ini kantor milik kakak iparmu?"tanya Rima dengan sinis.
"Tentu saja, karna perusahaan ini adalah milik kakak ipar ku"ucap Sesil dengan lantang.
Mendengat ucapan Sesil membuat para karyawan lainnya menunduk, karna selama ini mereka sangat takut bermasalah dengan Sesil karena statusnya sebagai ipar bos mereka.
Jojo, Rima dan Zidan mendengar pikiran mereka melalui mata batin menatap Sesil sinis.
Bukan hanya tiga serangkai itu saja yang memiliki kemampuan membaca pikiran, ada beberapa anggota black shadow juga bisa menggunakan kekuatan spiritual, mereka mendapatkan kelebihan itu saat mereka menjalani latihan yang cukup ekstrim.
"Oke, siapa takut!"tantang Sesil.
"Security!"teriak Sesil
Tidak berselang lama, dua orang security yang berbadan besar itu dapang menghampiri Sesil. Karena mereka mendengar adanya keributan di area kantin.
"Ada apa nona?"tanya secutity itu menghadap kearah Sesil.
"Kalian berdua usir mereka bertiga ini!"ucap Sesil yang menunjuk mereka bertiga dengan pandangan merendahkan.
Kedua security itu melihat ke arah Jojo dan Rima sedangkan Zidan hanya duduk tenang sambil menonton keributan yang ada di kantin.
"Maaf nona kami tidak bisa mengusir sembarangan orang"ucap salah seorang security yang mengenal ketiga orang yang ditunjuk oleh Sesil.
"Jadi kalian tidak mau?"tanya Sesil dengan marah.
"Oh, berarti kalian mau aku adukan sama kak Elejar agar kalian di pecat!"ujar Sesil dengan lantang.
"Bukan begitu nona"ucap keduanya bersamaan.
"Tunggu apalagi usir mereka ini"ucap Sesil dengan kesal.
"Mereka tidak akan berani mengusir kami dari sini nona"ucap Jojo menatap sinis Sesil.
"Kita lihat saja nanti"ucap Sesil dengan lantang.
"Sudahlah dibandingkan dirimu ini, mereka lebih layak berada di perusahaan ini"ucap Jojo dengan raut wajah datar.
"Kau!"tunjuk Sesil marah dan langsung melayangkan tamparan ke wajah Jojo. Tetapi itu tidak terjadi, karena mereka mendengar suara teriakan dari pintu masuk kantin.
"Hentikan!, ada apa ini?"tanya Elejar bingung.
Merasa terkejut akan kedatangan Elejar, Sesil dengan cepat mengubah raut wajah yang semula terkejut dan langsung berubah sedih.
"Kakak, lihat kedua wanita yang tidak tau diri ini, mereka bilang kalau aku tidak layak berada diperusahaan ini"ucap Sesil dengan muka sedih.
Sedangkan ketiganya kompak mempunyai pikiran yang sama yaitu, "dasar drama".
__ADS_1
Mendengar ucapan Sesil, yang ditujukan untuk Rima dan Jojo membuat Elejar dan kedua asistennya merasa tidak terima.
"Kenapa kau mengatakan mereka seperti itu?"tanya Elejar yang tidak mau menunjukkan rasa marahnya.
"Lihatlah kakak, pasti mereka ini mau menggoda para karyawan lelaki disini dan kakak harus hati-hati dengan sifat polos mereka ini jangan mudah ketipu"ujar Sesil dengan lembut penuh perhatian.
"Elejar!"ucap Jojo dengan tatapan mata tajamnya.
Mendengar Jojo yang memanggil bos mereka dengan nama saja, membuat mereka bertanya-tanya siapa gadis itu pikir mereka.
"Karna dia sudah mengacau acara makan siang ku dan sudah membuat ku tidak bernafsu makan lagi,"ucap Jojo dengan sengaja ia hentikan.
"Aku mau dia tidak bekerja lagi mulai hari ini!"ucap Jojo tegas.
Deg
"Apa-apaan ini beraninya dia menyuruh kak Elejar memecat ku dengan cara tidak hormat"ucap Sesil dalam hati sambil menatap Jojo dengan tatapan mematikan.
"Kakak, tidak akan menuruti ucapan dia kan?"tunjuk Sesil dengan wajah tidak percaya.
"Kemasi barang-barang mu Sesil"ujar Elejar tanpa menanggapi ucapan Sesil.
"Kakak aku ini adik iparmu, apa kakak tega memecat ku?"tanya Sesil yang masih tidak percaya.
"Sesil"bentak Elejar dengan geram.
Sesil menatap mata Elejar dengan berkaca-kaca seolah ini hanya mimpi.
"Tidak-tidak ini hanya mimpikan?"tanya Sesil dengan wajah sedih.
"Iya kau benar nona, jika ini hanya mimpi"ucap Rima santai.
"Tapi mimpi buruk"sambung Jojo dan itu membuat orang-orang manahan tawa atas ucapan Jojo yang terlihat santai.
"Kau!"tunjuk Sesil dengan marah.
"Tunggu pembalasan ku nanti"ancamnya dengan marah.
"Kami tunggu"ucap Jojo dan Rima serentak.
Dengan perasaan campur aduk Sesil pergi meninggalkan area kantin yang masih suasana tegang.
"Ada yang tidak terima jika nona Sesil dipecat?"tanya Jojo dengan lantang sambil menatap mereka sekilas dan terakhir ke mata Elejar.
Mendengar pertanyaan Jojo membuat mereka terdiam tanpa berani menjawab.
"Jika ada yang tidak terima, silahkan maju!"ucap Jojo lagi dengan lantang.
"Dengar baik-baik, kami tidak akan pernah membiarkan satu sampah pun berada di perusahaan BAS Crop!"ujar Jojo dengan tegas.
"Apa kalian senang kalau nona Sesil di pecat?"tanya Jojo sambil menatap para karyawan disana.
"Jawab!"teriak Jojo.
"Senang nona"ucap mereka bersamaan dengan tegas.
Mengingat bagaimana sikap Sesil yang semena-mena kepada mereka membuat mereka hanya diam tanpa mampu untuo membalas atas tindakan maupun ucapan Sesil.
"Akhirnya kita terbebas dari hinaan dari Sesil"
"Iya kau benar"
"Dulu dia selalu menghina posisi kita, tapi sekarang lihatlah dia sangat mudah dikeluarkan"
"Aku sangat yakin jika orang yang dihina oleh Sesil bukanlah orang biasa"
Ucapan-ucapan para karyawan yang terdengar oleh telinga Elejar membuat Elejar terdiam, karena ia sudah banyak mendengar desas-desus tentang kelakuan adik iparnya itu.
"Kau dengar Elejar, jangan sampai perusahaan ini memperkerjakan seorang sampah"peringatan Jojo kepada Elejar.
"Baik"ucap Elejar yang merasa tidak becus mendisiplinkan karyawannya.
"Dan kau Leo berikan mereka semua bonus"tunjuk Jojo kepada seluruh karyawan yang ada di sana.
"Baik nona"ucap Leo.
"Terima kasih nona"ucap para karyawan dengan bahagia karena menerima bonus.
__ADS_1