Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
39. Mengancam


__ADS_3

Seperti biasanya, Jojo mulai beraktivitas kembali seperti sebelumnya.


Pagi ini, Jojo berangkat kesekolah di jemput oleh Zidan. Merasa malas menyetir mobil akhirnya Jojo mengirim pesan kepada Zidan untuk menjemputnya.


Sampai di kelas, ternyata sudah banyak siswa yang berdatangan. Dengan santai Jojo dan Zidan menuju tempat duduknya.


"Berangkat bersama?" tanya Rima yang baru sampai didekat kursinya.


"Iya" jawab Zidan Jojo serentak.


Jam pelajaran pertama dimulai dengan baik!. Sampai jam istirahat berlangsung. Mereka mulai berjalan menuju kantin untuk makan siang bersama.


"Kapan kita jalan-jalan bersama?" tanya Chandra saat mereka sedang menunggu pesanan.


"Bagaimana kalau minggu depan?" tanya Rima yang ingat-ingat jika minggu depan Jojo dan Zidan juga punya waktu senggang.


"Sepertinya bisa" ucap Danu yang ingat-ingat kesibukkannya.


"Aku bisa saja" ucap Chandra dan Anggel serentak.


"Kamu Edward?" tanya Danu kepada Edward yang sibuk bermain ponsel.


"Ikut" jawab singkat Edward tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya.


"Berarti sepakatkan, kita perginya minggu depan?" tanya Chandra yang memastikan.


"Bisa" ucap mereka serentak kecuali Jojo dan Edward hanya menganggukkan kepala.


Makanan yang mereka pesan sudah tertata di atas meja mereka, tanpa menunggu lagi mereka menyantap dengan lahap makanan yang dipesan. Seperti biasa porsi makan Jojo dan Rimalah yang paling banyak di antara mereka bertujuh.


Mengenal cukup lama, membuat ketiga lelaki itu biasa saja melihat porsi makan Jojo dan Rima yang melebihi porsi makan mereka sendiri.


........................


Saat mereka sedang menikmati makanan dengan tenang, datang tiga orang cewek dengan gaya sombong mereka.


Siapa lagi jika bukan saudara tiri Jojo yang memimpin anggota yang terdiri tiga orang tersebut.

__ADS_1


"Wah-wah, aku rasa peringatan aku kemarin tidak kau hiraukan ya?" tanya Amel dengan sini sambil berdiri di dekat Jojo.


Mendengar ucapan Amel membuat ketiga serangkai itu mulai kehilangan nafsu makan.


"Bakal ribut ini!" ucap mereka dalam hati, yang Amel sangat sering memancing keributan dengan Jojo maupun anak-anak lainnya yang tidak setara dengannya.


Menghela nafas kasar, Jojo menghentikan makannya yang sudah mulai hilang selera.


"Apa mau kamu?" tanya Jojo dengan datar sambil berdiri dengan perlahan.


"Kamu masih saja bertanya!" ucap Amel yang seakan tidak percaya.


"Katakan saja!" ucap Jojo yang menahan kesal.


"Aku mau kamu, jauhi kekasih ku!" tunjuk Amel dengan percaya dirinya kepada Edward yang sedang memakan makanannya tanpa peduli perdebatan didekatnya.


"Untuk apa aku menjauhinya, jika aku tidak pernah mau mendekat kepadanya" ujar Jojo dengan santai.


"Tidak usah banyak alasan, mengaku saja!" ucap Amel yang semakin tidak mau kalah.


"Jangan pernah mengatakan bahwa ibu ku seorang wanita penggoda apalagi seorang ja***g!" ucap Jojo dengan tatapan tajam, sedangkan kedua tangannya sudah terkepal erat agar emosinya tidak meledak.


"Pergilah dari sini Amel, jika tidak," ucapan Rima terpotong karena Amel bersuara lebih dahulu.


"Jika tidak apa hah? memang benarkan kalau ibunya itu seorang penggoda" ucap Amel yang semakin memancing emosi.


"Diam!" bentak Jojo dengan keras.


"Kenapa tidak terima!" ujar Amel dengan suara tidak kalah keras dengan Jojo.


Plak


Satu tamparan mendarat sempurna di pipi mulus Amel.


"Aku sudah berusaha menahan diri sedari tadi, tapi kau tetap saja selalu berbicara omong kosong!" ujar Jojo dengan marah.


"Berani-beraninya kau anak ja**ng menampar ku" tunjuk Amel dengan marah.

__ADS_1


"Dasar anak haram!" hardik Amel dengan lantang.


"Aku bukan anak haram!" bentak Jojo didepan muka Amel yang memerah sebelah karena bekas tamparan dari Jojo.


"Kalau kau bukan anak haram, lalu apa? anak ja***g?" tanya Amel dengan sinis.


"Diam!" bentak Rima dan Zidan bersamaan karena mereka tidak tahan lagi akan perkataan Amel yang semakin membuat mereka kesal.


"Jangan ikut campur kalian!" ucap Amel kepada Zidan Rima.


"Dengar kalian semua! bahwa wanita didepan ku ini adalah anak haram dan ibunya menggoda papa ku, dan itu membuat rumah tangga kedua orang tua ku hampir hancur dan di ambang penceraian" ucap Amel dengan lantang.


"Tutup mulut mu!" ujar Edward yang sedari tadi tidak perduli.


"Kenapa, mau membela anak haram ini?" tunjuk Amel dengan sinis kepada Jojo.


"Ibu ku bukan penggoda!" ucap Jojo yang tidak terima atas ucapan Amel.


"Jika bukan penggoda terus apa ja***g maksudmu?" ujar Amel dengan santai.


"Aku bilang diam!" bentak Edward semakin marah bahkan ia memukul meja dengan keras.


Melihat Edward membela Jojo didepan matanya membuat Amel menatap benci Jojo. Dengan emosi, Amel mengambil gelas yang ada di atas meja dan langsung memukul kepala Jojo dengan keras.


"Kurang ajar!" teriak Jojo dan langsung menghajar Amel secara berutal.


Melihat Jojo yang semakin tidak terkendali dan Amel sudah babak belur di hajar Jojo, membuat Zidan dan Rima menahan Jojo yang sedang di landa emosi.


"Sudah Jo, jangan mengotorkan tangan mu hanya untuk seorang sampah" ucap Rima sambil menarik Jojo yang ingin memukul Amel kembali.


"Kita akan balas mereka secepatnya dengan cara kita!" sambung Zidan yang ikut menahan tubuh Jojo agar tidak melanjutkan aksinya.


Mendengar ucapan Rima dan Zidan membuat Jojo berhenti dan mengatur nafas yang tidak beraturan.


"Kau! jangan pernah mengusik ku.Jika tidak aku akan melakukan lebih dari ini!" ujar Jojo yang sudah mulai tenang.


"Kau!, kau akan membayar apa yang kau lakukan kepada ku hari ini!" ancam Amel dengan sorot mata benci yang menatap kepergian Jojo bersama Rima dan juga Zidan.

__ADS_1


__ADS_2