Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
36. Baik-baik Saja


__ADS_3

Setelah sedikit perdebatan, rombongan itu melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Awalnya Arseno ingin pergi bersama Jojo, dengan alasan semua baik-baik saja membuat Arseno dengan berat hati meninggalkan Jojo dan kedua temannya.


Setelah semuanya berlalu, Jojo mulai berbicara dengan santai kepada para pembegal itu. Bahkan iya sambil tiduran di atas pohon yang awalnya menjadi penghambat perjalanan mereka.


"Berapa yang kalian inginkan?" tanya Jojo sambil memejamkan matanya.


"Apa kau serius?" tanya mereka yang seakan tidak percaya.


"Jika kami tidak serius mana mau kami tinggal disini" jawab Rima cepat.


"Dan juga kami bisa saja membunuh kalian jika kami mau" sambung Zidan sambil mengelap pisau lipatnya.


"Jangan menakuti mereka!" ujar Jojo yang merasa ada aurah ketakutan dan kegelisahan yang berasal dari segerombolan itu.


"Kenapa kalian menghalangi jalan mereka?" tanya Jojo yang ingin tahu alasan tindakan mereka.


"Sebenarnya kami tidak bermaksud untuk melakukan hal itu. Hanya saja kami melakukan itu agar orang-orang memberikan setengah bantuan mereka kepada kampung kami" ucap pemimpin itu sedikit takut.


"Kenapa tidak meminta kepada petugas di daerah kalian?" tanya Zidan.


"Sudah, hanya saja mereka beralasan jika kampung kami tidak terlalu berhak menerimanya" ucap mereka dengan pandangan penuh emosi.


"Tuntut saja mereka" ucap Rima santai.


"Waktu itu kami pernah protes dan mereka mengancam akan menghentikan bantuan di daerah kami, jika kami masih protes" ujar salah satu dari mereka.


Mendengar penjelasan mereka satu persatu kata-kata yang terucap membuat Jojo menghela nafas kasar.


Baik Jojo, Rima dan Zidan dapat melihat kejujuran yang mereka ucapkan.


...................


Jojo yang sudah duduk tegak di atas pohon yang tergeletak itu dengan santai ia mulai beranjak dari sana.


"Begini saja, aku akan akan memberikan kalian sejumlah uang yang tidak seberapa dan sebagai janji ku. Nanti kami akan ketempat kampung kalian, bagaimana?" tanya Jojo yang memulai kesepakatan.


"Bagaimana kalau anda tidak menempatinya?" tanya mereka.


"Akan ku pastikan itu tidak akan terjadi" ucap Jojo tegas.


Jojo mulai membuka ransel yang tidak terlalu besar yang ia gunakan dan dengan santainya ia mengeluarkan setumpuk uang di hadapan mereka.

__ADS_1


"Uang 80 juta ini sebagai tanda bahwa ucapan ku bukanlah main-main semata. Mungkin jumlahnya tidak sebesar yang kalian ingin dan sebagai pelengkapnya kami akan ke perkampungan kalian mungkin dua atau tiga hari lagi kami akan kesana" ucap Jojo yang sudah menyerahkan uang yang ia sengaja bawa.


"Tunggu Jo, aku akan memberikan mereka sedikit" ucap Rima dan langsung menumpuk uangnya di atas uang yang di berikan Jojo.


"Aku juga" ucao Zidan yang ikut memberi.


Jumlah uang yang mereka terima sebesar 180 juta dan itu membuat mereka sedikit gugup, karena selama ini mereka belum pernah melihat langsung uang dengan jumlah yang sangat banyak.


"Terima kasih, terima kasih kalian sudah mau membantu kami" ucap pemimpin mereka dengan haru.


"Sama-sama anggap saja itu sebagai perkenalan kita" ucap Jojo santai.


"Apa nama perkampungan kalian?" tanya Zidan.


"Ah, kami lupa memberitahukan, bahwa daerah kami dari sini sekitar 15 KM, dan hanya bisa di lalui roda dua saja" ucap mereka yang mengingat jalan menuju tempat mereka yang bisa di katakan tidak layak.


"Apa di sana ada lapangan luas?" tanya Jojo.


"Ada!" ucao mereka semangat.


"Kalau begitu beritahukan saja apa nama kampung kalian" ucap Jojo.


"Orang-orang menyebutnya Kampung Rumbai" ujar mereka.


"Disana kami menggunakan sistem panel surya dan saat malam hari saja semua yang berhubungan dengan listrik akan terhubung" jelas pemimpin begal itu lagi.


Mendengar hal tersebut, Jojo langsung menatap membatin.


"Lakukan apa yang perlu dilakukan" ucap Jojo melalui batin dan didengar oleh Zidan dan Rima.


"Siap"jawab keduanya kompak.


"Aku rasa ini sudah selesai dan kami akan kesana tiga hari lagi, dan kalian pulanglah dahulu dan bagikan itu kepada orang-orang disana!"seru Jojo dengan aurah pemimpinnya.


"Baik, kami akan menjaga amanah ini dengan baik" ucap salah satu mereka dengan tegas.


"Kalian kesini pakai apa?" tanya Rima yang ingin tahu.


"Kami menggunakan motor kebun dan kami menitipkan di desa sebelah, sekalian kami membeli perlengkapan yang tidak ada di desa kami" ucap pemimpin itu.


"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu dan hati-hati untuk kalian" ucao Jojo.


Jojo, Rima dan Zidan mulai meninggalkan mereka dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


........................


"Mereka sangat baik, lihat betapa mudahnya mereka memberikan uang sebanyak ini dengan percuma!" ujar mereka dengan haru.


"Iya kau benar, kita harus membagi rata uang ini dan juga kita beli barang-barang sangat sulit di dapatkan" ucap mereka.


......................


Sedangkan di tempat lain seorang lelaki berseragam berdiri dengan gelisah karena wanita yang ia tunggu hampir 1 jam lamanya tidak kunjung datang. Awan yang tadinya mendung sekarang sudah berubah menjadi rintik-rintik hujan yang mengenai permukaan tanah.


"Seno, tananglah Jojo pasti akan datang sebentar lagi" ucap Hendra yang mulai jengah dengan kelakuan Arseno yang sedari tadi terus menatap ke arah jalan.


"Kenapa dia belum juga sampai? apa terjadi sesuatu hal?" tanya Arseno dengan cemas.


"Apa bagusnya bocah ingusan itu" ucap Ayu dengan nada meremehkan.


"Mungkin saja dia sudah di habisi" ucap Ayu lagi semakin membuat Arseno cemas.


"Diam!" kesal Feri yang tidak terima atas ucapan rekan kerjanya itu.


"Kenapa? kan bisa saja" ucap Ayu kesal.


Tidak berselang lama ketiga motor trail itu mulai masuk pekarangan kampung pesisir, Arseno yang melihat itu langsung berlari menghampiri Jojo yang baru mematikan mesin motornya.


"Ada apa?" tanya Jojo heran melihat raut wajah Arseno.


"Syukurlah, tadi itu ada cacing yang kepanasan" ucap Hendra yang sudah mendekat dengan mereka.


"Cacing?"tanya Jojo heran sambil menatap Hendra.


"Siapa lagi kalau bukan cacing duda" cibir Feri.


Mendengat ucapan Feri, Jojo menatap Arseno yang masih bermuka kusut.


"Sudah, kami baik-baik saja" ucap Jojo sambil tersenyum.


"Benarkah?" tanya Arseno yang lupa sifat arogantnya jika sedang bertugas.


"Aku lelah" ucap Jojo manja sambil menyandarkan kepalanya ke dada Arseno.


Melihat kedua orang itu membuat mereka meninggalakan keduanya.


Arseno menggendong Jojo seperti kuola dan Jojo dengan senang hati menerima perlakuan Arseno.

__ADS_1


__ADS_2