Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
28. Tekad Kuat


__ADS_3

Keesokan harinya Jojo tidak kesekolah, dikarenakan Elejar menghubunginya untuk datang kerumahnya dan berkaitan dengan pekerjaan.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 Jojo melajukan mobil dengan cepat menuju kediaman utama Elejar.


Dengan membunyikan klakson mobil sebanyak dua kali, seketika gerbang yang menjulang tinggi terbuka otomatis.


Masuk kedalam kediaman Elejar, banyak penjaga yang menjaga setiap sudut rumah itu, mengingat posisi Elejar sangat rentan akan diserang musuh membuat black shadow memperketat penjagaan di area rumah maupun penjagaan setiap anggota keluar rumah.


Turun dari dalam mobil, Jojo sudah disambut para penjaga disana dengan ramah.


"Selamat datang nona!"ucap mereka dengan serentak.


"Jika ada yang mencurigakan cepat melapor ke markas"ujar Jojo sambil menatap mereka dengan tatapan sebagai queen dari black shadow.


"Baik nona"ucap mereka patuh.


"Bagus, lanjutkan pekerjaan kalian!"seru Jojo dan langsung masuk ke kediaman Elejar yang sudah di bukakan pintu oleh salah satu penjaga disana.


Berjalan masuk dengan santai, Jojo melewati ruang keluarga, disana ada istri Elejar yang tengah bersantai.


Melihat kedatangan Jojo membuat Salvina Elejar atau istri Elejar berdiri menghampiri Jojo.


"Baru sampai?"tanya Salvina lembut yang sudah melepas pelukannya kepada Jojo.


"Iya baru saja"ucap Jojo.


"Apa ada masalah yang serius sampai-sampai kau yang harus turun langsung?"tanya Salvina.


Karena selama ini, Jojo sangat jarang datang kerumah mereka jika tidak berhubungan dengan hal yang sangat penting.


"Hanya membahas pekerjaan saja"jawab Jojo santai yang sudah duduk di sofa dan diikuti oleh Salvina Elejar.


"Baguslah kalau tidak ada yang begitu serius"ucap Salvina lega.


"Anak-anak kakak pada kemana?"tanya Jojo yang lupa kalau hari ini adalah hari sekolah atau hari kerja.


"Kan pada sekolah"ucap Salvina sambil tersenyum lembut.


"Aku lupa"ucap Jojo santai.


"Kenapa gak setelah pulang sekolah saja kesini?"tanya Salvina.


"Lagi malas"ucap Jojo santai.


"Dasar kamu ini"ucap Salvina malas.


"Sudah lama datangnya?"tanya Elejar yang baru menghampiri mereka berdua.


Elejar yang tidak sengaja melihat-lihat cctv di rumahnya dan melihat Jojo lagi mengobrol dengan istrinya.


Dengan langkah senang Elejar menghampiri Jojo yang sangat jarang datang kerumahnya.


"Baru saja" ucap Jojo santai.


"Sering-seringlah main kesini" ucap Elejar yang sudah duduk disamping kiri Jojo sedangkan sang istri di samping kanan Jojo.


"Pekerjaan ku banyak" jawab Jojo santai.


"Iya tau" ujar Elejar sambil mengacak rambut Jojo dan dengan kasar Jojo menepis tangan Elejar diatas kepalanya.

__ADS_1


"Ayo ke ruang kerja" ajak Elejar dengan mode serius.


"Kakak aku ke ruang kerja dulu ya"pamit Jojo kepada Salvina.


"Jangan terlalu di porsir kerjanya"ujar Salvina.


"Giliran bersama istri ku, kau sangat lembut. Bahkan kau juga memanggil dia kakak, sedangkan aku sangat jarang sekali kau memanggil ku dengan sebutan itu"ucap Elejar dengan kesal.


"Ingat umur mu, kau seperti remaja saja"ucap Jojo dan langsung menuju lantai 3 tempat ruang kerja Elejar.


"Dasar batu"umpat Elejar dengan kesal.


"Sudahlah sayang, diakan memang begitu"ucap Salvina agar Elejar tidak kesal kepada Jojo.


"Ya kau benar, aku keatas dulu ya"pamit Elejar sambil mencium kening Salvina.


............................


Sampainya diruang kerja, Elejar melihat Jojo duduk santai di atas sofa sambil memejamkan matanya.


"Apa hal yang serius sehingga kau tidak kekantor?"tanya Jojo yang masih memejamkan matanya.


"Tentang saham di perusahaan ayahmu"ucap Elejar santai.


"Dia bukan ayah ku"ucap Jojo datar.


"Oke-oke lupakan itu"ucap Elejar yang tidak mau memancing kemarahan gadis kecilnya ini.


"Kami sudah berhasil membeli saham di perusahaan Anderson, dan BAS juga sudah kerja sama dengan perusahaan yang mau menukar sahamnya untuk mu"jelas Elejar.


"Bagus, berapa persen?"tanya Jojo.


"Hanya 25 persen" jawab Elejar dengan pelan.


"Aku sarankan agar kau bekerja sama dengan Devano Anderson. Sepertinya ia ingin menghancurkan masa kejayaan Anderson"ucap Elejar.


"Hahaha ternyata kakak tiri ku itu sudah mulai bergerak rupanya"ucap Jojo dengan tertawa sinis.


Di keluarga Anderson hanya Devano yang bisa menerima Jojo, dengan sikap dewasa yang dimiliki Devano. Membuat Jojo begitu menghormati kakaknya, bahkan ia mengirim beberapa penjaga untuk Devano.


"Sepertinya begitu, dengan adanya rasa benci dan dendam, orang-orang berlebelkan keluarga bisa disingkirkan" ujar Elejar.


"Ya kau benar"ucap Jojo dengan tersenyum miring.


"Apa rencana mu selanjutnya?"tanya Elejar penasaran, kerena Jojo tipikal orang yang susah di tebak.


"Saat ini belum" jawab Jojo santai.


"Aku ada permintaan lagi untuk mu" ucap Jojo menatap Elejar dengan serius.


"Katakan!"ujar Elejar yang pembahasan kali ini lebih serius.


"Delwis Crop" ucap Jojo singkat.


Mendengar nama itu membuat Elejar mendadak kaku dan keringat dingin. Dimana ia mengingat kehancuran keluarganya yang disebabkan oleh perusahaan itu.


"Sampingkan rasa pribadimu Elejar" ucap Jojo dengan sedikit keras. Karena ia melihat Elejar mulai merasa gelisah.


"Ini sudah terlalu lama untuk bajingan itu!" ucap Jojo dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Apa-apa yang kau rencanakan?"tanya Elejar sambil menghapus keringatnya.


"Bekerjasamalah dengan perusahaan itu!"ucap Jojo dengan penuh penekanan.


"A-aku"ucap Elejar gugup karena masa-masa kelam itu datang dalam pikirannya.


"Aku apa?"tanya Jojo dengan keras.


"Apa kita harus membiarkannya begitu saja?"


"Atau melupakannya?"


"Apa itu yang kau inginkan?"tanya Jojo dengan bertubi-tubi.


"Jawab!. Jangan diam saja!"teriak Jojo.


"Aku ingin menjalani hidup ini dengan tenang kakak, aku ingin seperti orang pada umumnya yang seumuran dengan ku"ujar Jojo dengan sendu.


"Aku sangat ingin bermain, bercanda ria bahkan mejalani hidup ku dengan tenang!. Bagaimana aku bisa menjalani itu semua, jika rasa dendam dan benci itu selalu menghantui ku!"ucap Jojo dengan pandangan sendunya yang sangat jarang ia perlihatkan.


Salvina yang saat ini mendengar setiap perkataan Jojo dengan suami menatap sendu kepada mereka melalui celah pintu. Sungguh ia tidak bisa membayangkan apa yang sudah mereka alami sehingga mereka merasakan kebencian yang begitu mendalam.


"Ya kau benar, kita tidak bisa hidup dalam kegelapan terus"ucap Elejar yang sudah menguasai dirinya.


"Kita harus bisa mengahancurkan mereka yang sudah membuat kita seperti ini"ucap Elejar dengan sorot mata kebencian.


"Harus"ucap Jojo dengan tegas.


Tidak lama pintu di ketuk dari luar, dan Salvina langsung masuk sambil membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk menemani mereka berdiskusi.


Mereka berdua bersikap biasa-biasa saja di depan Salvina, walaupun Salvina tau bahwa keduanya menyembunyikan hal itu darinya.


"Terima kasi kakak"ucap Jojo tulus.


"Sama-sama sayang"ucap Salvina tulus.


Setelah kepergian sang istri Elejar kembali membuka pembicaraan.


"Apa langkah selanjutnya?" tanya Elejar.


"Aku sudah memasukkan orang-orang ku kedalam perusahaan itu"ucap Jojo dengan datar.


"Dan aku juga sudah memiliki saham di sana hanya saja yang bisa ku miliki hanya 10 persen saja"ucap Jojo.


"Aku akan menyetujui kerjasama dari mereka kalau begitu"ucap Elejar dengan yakin akan keputusannya. Walaupun lawan mereka kali ini bukanlah orang biasa.


"Aku akan menambahkan orang-orang ku agar memantau mereka lebih dekat lagi" ucap Jojo.


"Apa kau yakin dengan perasaan mu dengan anak pertama dari keluarga Honson?"tanya Elejar yang mendapatkan informasi jika Jojo dekat dengan Arseno Honson.


"Ya selain aku menyukainya, saham keluarga Honson juga ada di Delwis Crop"


"Bukankah itu sangat menguntungkan?"tanya Jojo dengan tersenyum.


"Hahahaha ternyata kau selalu bisa dan pandai dalam memanfaatkan situasi" ucap Elejar dengan tertawa.


"Begitula hidup Elejar, Jika kita tidak bisa menggigit maka kita yang akan di gigit"ucap Jojo santai.


"Ya kau benar, dan tidak ada yang menyangka jika kau sangat kaya raya mengingat saham mu dimana-mana tanpa membuka perusahaan"ucap Elejar dengan bahagia akan pencapaian Jojo.

__ADS_1


"Melihat jumlah saham mu, maka aku sangat yakin jika kau yang seharusnya menduduki posisi pertama untuk orang terkaya" sambung Elejar.


"Sepertinya"ucap Jojo acuh.


__ADS_2