Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
05. Pertemuan


__ADS_3

Selesai dengan pekerjaan memperbaiki motornya, Jojo masuk ke salah satu ruangan untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk pulang, karena hari sudah menjelang sore.


"Nona mau pulang kerumah atau kekosan?"tanya Mira saat melihat Jojo tengah bersiap untuk pulang.


"Sepertinya kekos"jawab Jojo sambil mengancingkan baju seragam yang ia kenakan tadi.


Jojo akan pulang kerumahnya, jika ada yang berhubungan dengan pekerjaan atau biasanya Jojo akan pulang pada hari sabtu dan minggu. Bisa di katakan Jojo sangat jarang pulang kerumahnya sendiri.


Bukan tidak ingin pulang hanya saja ia terlalu malas untuk pulang kerumahnya. Jojo akan pulang, jika itu menyangkut pekerjaan. Karna beberapa berkas penting dan tempat ternyaman bekerja adalah di rumahnya.


Mendengar jawaban Jojo, Mira merasa senang karena dia merasa punya banyak waktu untuk mengobrol dengan Jojo. Tempat penginapan yang dituju Jojo adalah tempat penginapan yang sama dengannya yaitu, tempat tinggal khusus para karyawannya sendiri.


Tinggal dikosan tempat khusus pekerja, Jojo tidak mematok harga, hanya saja mereka diharuskan untuk membayar listrik serta air mereka sendiri. Tidak diwajibkan bagi setiap pekerja untuk menginap disana dan itu hanya berlaku bagi yang mau saja.


Dua kendaraan yang beriringan keluar dari area bengkel, dengan Mira yang mengendarai mobil di depan, sedangkan Jojo mengikuti dibelakang mobil Mira.


..............


Tidak memakan waktu yang lama kedua kendaraan itu sampai di halaman kosan bagian khusus wanita. Sedangkan untuk para lelaki berada disebelah kanan pada gerbang masuk.


Melihat sang Nonanya datang mereka menunduk hormat kepada Jojo.


Para petugas yang berada di pos penjagaan merupakan para anggota Black Shadow, yang Jojo perintahkan untuk menjaga tempat itu maupun di beberapa tempat usaha yang Jojo jalani.


Masuk kedalam kamar yang biasa ia tinggali, Jojo merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Memejamkan mata sejenak untuk menghapus rasa lelah dan penat. Mencoba untuk melupakan apa yang terjadi hari ini, Jojo berusaha untuk mengendalikan emosi yang ada dalam dirinya.


Masih dalam keadaan yang tidak menentu, Jojo memutuskan untuk membersihkan terlebih dahulu dirinya, yang mulai merasa tidak nyaman karena keringat yang menempel pada tubuhnya.


Selesai membersihkan diri, Jojo membuka jendela kamarnya, sapuan angin yang berhembus menerpa wajahnya membuat Jojo semakin terlihat cantik.


Duduk di depan jendela dengan pikiran jauh menerawang, tangan Jojo meraba-raba diatas meja yang ada di sisi kirinya yang terdapat sekotak rokok dan sebuah korek api.


Menyalakan rokok dan menghisap sedalam mungkin lalu menghembuskan secara perlahan ke udara, Jojo merasa bebannya akan seperti asap yang mulai menghilang seiring berjalannya waktu.


Sebenarnya Jojo bukan pencandu rokok, hanya saja ia akan ngerokok jika merasa suasana hatinya kurang baik.


Menghabiskan tiga batang rokok, Jojo mulai menutup jendela kamarnya dan melangkah menuju tempat tidurnya. Jojo menghempaskan tubuhnya keatas kasur dengan sejuta pemikiran yang menerawang akan masa lalu maupun masa depan yang akan ia jalani nantinya.

__ADS_1


Cukup lama menatap langit langit kamar, Jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Membuat Jojo mulai memasuki alam mimpi.


.............


Pagi hari yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi ternyata Jojo sudah bangun lebih awal, bangun lebih cepat adalah suatu kebiasaan baginya. Memiliki jam tidur yang cukup singkat membuat Jojo bangun dengan perasaan lebih baik dari pada kemarin. Bangun dari tidur dan mulai bersiap untuk melakukan olahraga pagi yang biasa ia lakukan.


Selesai berolahraga pagi, Jojo bersiap untuk berangkat kesekolah. Memiliki tempat tinggal yang selain rumah utama, Jojo meletakkan beberapa seragam sekolah yang ia kenakan di setiap tempat yang ia tinggali.


Pagi ini Jojo malas menggunakan motor untuk pergi kesekolah. Karna tidak mau merepotkan mang Udin untuk mengantar mobil di pagi hari, jadinya Jojo memakai mobil Mira untuk kesekolah.


Sedangkan Mira pergi bekerja satu mobil dengan Gilang, yang satu arah dari tempat kosan tersebut. Dari tempat kosan itu, jarak dari sekolah lebih dekat dari pada rumah utama.


Sampai di parkiran sekolah Jojo memarkirkan mobil di parkir khusus mobil. Berjalan dengan santai sambil bermain ponsel dan ternyata kedua sahabatnya Rima dan Zidan sudah berada di samping kiri dan kanan.


Masuk kekelas dan duduk di bangku paling pojokkan, ketiganya masih sibuk dengan urusan masing masing dengan ponsel mereka.


Jojo yang ikut bermain posel tidak lama dia mendapatkan telpon dari seseorang. Tanpa membuang waktu ia langsung mengangkatnya.


Sambungan telepon


"Jika kamu tidak sibuk, gantikan aku ke Negara A. Aku tidak bisa kesana karena akan ada rapat di kantor dan juga istriku lagi tidak enak badan"ucap seseorang diseberang telpon.


"Kapan?"tanya Jojo singkat.


"Hari ini, jam sebelas siang",


"Nanti akan ada sekretaris beserta asisten ku, yang akan mendampingimu"lanjutnya lagi.


"Baiklah!"ucap Jojo singkat dan mematikan sambungan telpon.


Mematikan sambungan telpon ternyata ia sudah mendapat dua raut wajah banyak pertanyaan dari kedua sahabatnya yang tengah menatapnya saat ini.


"Elejar"ucap Jojo singkat.


Nagara Elejar adalah CEO dari BAS Crop, selama ini hubungan keduanya sudah seperti keluarga. Jika keduanya memakai bahasa formal maka yang mereka bahas adalah tentang pekerjaan.


"Apa ada masalah?"tanya Zidan dengan muka serius.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya saja jam sebelas nanti aku akan berangkat ke Negara A. Karena dia tidak bisa pergi"jawab Jojo.


"Apa perlu kami ikut?"tanya Mira dengan penuh harap.


"Tidak, kalian akan aku perintahkan untuk mengawasinya dari jauh"


"Apa kalian tidak keberatan?"tanya Jojo kepada keduanya.


"Siap menjalankan perintah!"seru keduanya dengan muka serius.


Jam pertama sudah dimulai, Jojo yang melihat jam yang sudah menunjukkan hampir jam sepuluh. Memberi kode kepada kedua sahabatnya yang duduk didepannya untuk keluar.


Dengan santai tanpa beban, Jojo keluar dari ruang kelas. Pemandangan Jojo yang keluar kelas sudah biasa bagi murid ataupun siswa lainnya dan mereka tidak banyak berkomentar apalagi Jojo mengatakan dengan alasan bekerja. Tentu gurunya percaya saja dan mengizinkan. Karna selama ini mereka tau bahwa murid mereka yang satu ini hidup sendiri.


..............


Keluar dari pekarangan sekolah, mobil melaju langsung kebandara, tadi Jojo sudah berpesan kepada Elejar untuk naik pesawat umum saja.


Untuk perlengkapannya ia sudah mengirim pesan kepada bi Ami untuk menyiapkan pakaian kerja selama dua hari.


Diperjalanan Jojo melihat banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang berjejer rapi di sisi kirinya. Tanpa memperdulikannya, Jojo tetap melajukan mobil dengan santai.


Melihat ada beberapa polisi yang memberhentikan kendaraan dan ada juga yang memeriksa surat surat kendaraan. Mobil Jojo juga mendapat perintah untuk menepikan kendaraannya.


Masih didalam mobil dengan mesin mobil masih menyala, pintu kaca mobil pengemudi di ketuk dari luar. Kaca mobil terbuka sepenuhnya, Jojo melihat ada seorang polisi yang berseragam lengkap tengah berdiri di samping kanan mobilnya.


"Silahkan tunjukkan surat-surat anda!"perintah polisi berseragam lengkap itu dengan sopan.


Menatap beberapa detik kepada polisi itu, Jojo akhirnya buka suara dan merubah raut wajahnya kembali dalam bentuk muka datar.


"Sebentar"ucap Jojo dan mulai membuka dompetnya, tetapi dia tidak menemukan STNK di dalam dompetnya ataupun di dashboar mobil.


"Maaf saya hanya punya sim saja, STNK saya ketinggalan"ucap Jojo yang sudah menyadari bahwa Mira lupa memberikan STNKnya.


"Silakan anda keluar Nona, agar bisa di tangani lebih lanjut!"ucap polisi itu yang mempersilahkan Jojo keluar dari dalam mobil.


Mengikuti polisi dari belakang, Jojo berjalan santai menuju pos yang dituju polisi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2