
Melangkah menuju ruangan Elejar, ternyata kedatngan mereka telah di sambut sekretaris dan asisten Elejar.
"Selamat datang nona-nona dan tuan"sapa Sherly dan juga Leo.
"Jangan bersikap formal kepada kami"sahut Jojo dengan tegas.
"Panggil saja aku Rima dan ini Zidan"ucap Rima yang memperkenalkan diri.
"Baik, silakan masuk kedatangan kalian sudah ditunggu tuan Elejar didalam"ucap Leo dan mempersilahkan mereka berjalan menuju ruangan Elejar.
Sampainya diruangan Elejar, mereka masuk tanpa menyapa sang punya ruangan yang lagi menatap layar komputernya.
"Terlalu serius bekerja akan membuat umurmu pendek Elejar"ucap Jojo yang sudah duduk di atas sofa.
"Benar itu Elejar, lihatlah rambutmu yang mulai memutih itu"ucap Rima yang ikut mengejek Elejar.
"Nanti, bisa-bisa istrimu menikah lagi"sahut Zidan.
Mendengat ucapan ketiga orang yang tidak sopan kepada tuan mereka, membuat Sherly dan Leo diam tanpa berkomentar.
"Dasar bocah ingusan"ucap Elejar kesal yang selalu diejek oleh ketiga bocah didepannya ini.
"Kami bicara fakta"ucap Rima dengan cepat.
Mendengar ucapan pedas ketiga orang didepannya adalah hal biasa bagi Elejar, bahkan ia tidak marah karena itu adalah hal biasa yang ia dengar.
"Kalian ini selalu saja tidak sopan kepada ku"kesal Elejar dan ikut duduk di sofa bersama mereka.
"Sherly suruh OB untuk mengantarkan minuman dan cemilan kesini"perintah Elejar.
"Baik pak"ucap Sherly patuh dan langsung keluar menelpon bagian OB agar membawakan pesanan yang diinginkan Elejar.
"Duduklah Leo, tidak perlu sungkan dengan pak tua itu"ucap Jojo santai.
"Enak saja tua"ucap Elejar.
"Duduklah Leo dan tidak perlu formal jika sedang menghadapi mereka"nasihat Elejar.
Jojo, Rima dan Zidan adalah tim inti layar belakang pada perusahaan BAS Crop, dan tentunya Elejar sangat menghormati mereka, walaupun umur mereka lebih mudah darinya.
"Ada perlu apa kalian sampai ingin menemui ku dikantor"tanya Elejar dengan muka serius, setelah semuanya lengkap bahkan minuman dan cemilan sudah tersaji di atas meja, begitu juga Sherly yang sudah duduk disamping Leo.
__ADS_1
"Baca lah ini"ucap Rima sambil memberikan berkas ke atas meja itu.
Dengan raut wajah serius Elejar membaca tiap lembar yang ada didalam berkas itu.
"Apa kalian sudah jadi orang miskin, sehingga meminta dana dengan sejumlah ini kepada ku?"tanya Elejar dengan mengejek.
"Enak saja miskin, tambah kaya iya"balas Rima sengit.
"Aku tidak ada masalah dengan jumlah uangnya, maksud ku kenapa harus aku yang mendanai acara ini?"tanya Elejar bingung yang mengingat ketiga orang didepannya ini termasuk orang kaya.
"Tidak ada yang tau kalau kami ini orang kaya dan sekolah saja kami memalsukan data menjadi anak beasiswa"ucap Zidan.
"Dasar kalian ini seenaknya saja"
"Kalian berdua jangan mudah ketipu sama penampilan mereka ini, jika dihitung kekayaan mereka ini tentu saja jauh di atas kalian. Bahkan aku saja mungkin lewat"ucap Elejar memberitahukan kepada kedua asistennya.
Mendengar penuturan Elejar membuat Leo dan Sherly berpikir seberapa kaya ketiga bocah dihadapan mereka ini.
"Asal kalian tau saja kalau mereka ini pembisnis yang handal dan bahkan bisnis mereka sudah ada dimana-mana" jelas Elejar lagi.
"Memangnya mereka ini bisnis apa saja?"tanya Sherly yang mulai terbiasa.
"Kalau Jojo ini pasti kalian sudah taukan, kalau dirinya punya saham 20 persen di BAS Crop, sedangkan aku hanya 25 persen. Belum lagi bisnis beratas namakan Ramkes, itu adalah semua miliknya"
"Dan Zidan ini, dia ahli dalam bidang teknologi dan sains yang banyak menjadi incaran pembisnis luar negeri.
"Nah kalian jangan sampai ketipu dengan status mereka yang hanya anak sekolah tapi tidak pernah sekolah ini"jelas Elejar dengan panjang lebar.
"Yang penting kami tetap pintar"ujar Rima dengan bangga.
"Ya pintat tidur di kelas"balas Elejar.
"Wah, rupanya data perusahaan kau sudah terlalu aman ya Elejar"ucap Rima dengan nada mengancam.
"Nah kan apa yang aku ucapkan tadi benar, jadi kalian jangan sampai ketipu sama ketiga iblis ini. Satu ahli IT, satu lagi ahli teknologi mesin dan satu lagi ahli keduanya. Jadi jangan pernah buat masalah sama mereka ini jika mau hidup aman"peringat elejar.
Mendengar ucapan Elejar membuat mereka tertawa kecil dan kagum akan kemampuan ketiga orang yang ada di hadapannya ini.
"Sudahlah pidatonya Elejar, dan bagaimana dengan berkas penggalangan dana itu kamu menyetujuinya kan? jika tidak makan perusahaan kau ini hanya akan tinggal nama hari ini"ucap Jojo dengan nada sedikit mengancam.
"Dasar tidak tau diri, meminta bantuan tetapi mengancam"cibir Elejar.
__ADS_1
"Kalian akan terima beres saja nantinya"ucap Elejar dengan yakin.
"Apa ada hal lain?"tanya Elejar.
"Siapkan beberapa petugas keamanan dan tim medis dan beberapa obat-obatan yang lengkap"ucap Jojo.
"Kenapa tidak mengajak anggota Black Shadow saja untuk membantu kalian"ususl Elejar.
"Bisa saja, tetapi tidak ada orang-orang kami yang akan mengamankan perusahaan sampai keluarga mu"ucap Zidan yang sedikit menyeringai iblis.
"Astaga, kalau begitu Leo yang akan mengurus semunya, iya kan Leo?"tanya Elejar yang memikirkan dampak atas ucapannya tadi.
"Baik tuan"jawab Leo tegas.
"Apa ada masalah di kantor?"tanya Jojo dengan tatapan menajam.
"Sejauh ini tidak ada dan masih dalam kendali"sahut Elejar dengan muka serius.
"Leo kamu harus lebih giat berlatih lagi dengan Bimo dan juga Andreas, karena kamu akan mengikuti Elejar kemanapun"
"Dan kau Sherly, kau juga sama seperti Leo tingkatkan lagi latihan kalian"ucap Jojo tegas.
"Baik nona"ucap keduanya serentak.
Selama inj Leo dan juga Sherly hanya mengetahui jika BAS Crop di bawah naungan Black Shadow dan bahkan mereka beberapa kali masuk ke markas Black Shadow untuk berlatih. Tetapi mereka belum pernah mengenal dan melihat langsung Jojo, Rima dan Zidan di markas.
Melihat jam sudah menunjukkan makan siang membuat Jojo memutuskan untuk makan di kantin kantor.
"Kalian keluarlah dan tunggu aku di luar, karna aku ada perlu sama Elejar sebentar"ucap Jojo dan langsung dituruti oleh mereka.
"Ada apa?"tanya Elejar dengan serius, saat tinggal hanya mereka berdua diruangan itu.
"Aku ingin kau membeli saham di perusahaan Anderson atas nama Ramkes"ucap Jojo dengan tersenyum sinis.
"Baik, beri aku waktu beberpa hari"ucap Elejar yakin.
"Sepertinya kau mulai mengeluarkan taring untuk mereka"ucap Elejar yang tau alasan pembelian saham itu.
"Mereka terlalu lama hidup tenang Elejar"ucap Jojo datar.
"Bukankah sudah seharusnya taring itu aku keluarkan?"tanya Jojo dengan mata kebencian saat mengucapkan nama Anderson.
__ADS_1
"Hahahha kau benar dan tidak ada ampun bagi Anderson"ucap Elejar dengan penuh dendam.
"Tunggu pembalasan ku Anderson"ucap Jojo dan Elejar dalam hati dengan tersenyum sini.