Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
18. Drama


__ADS_3

Jojo Melajukan motor menuju tempat Arseno bekerja untuk mengambil ponselnya.


Sampai di sana beberapa polisi menatap Jojo heran, karena Jojo datang kesana masih mengenakan seragam sekolahnya.


"Ada yang bisa kami bantu"ucap polisi wanita itu dengan ramah.


"Mau ketemu Arseno"ucap Jojo singkat sambil melirik-lirik siapa tau yang di carinya kelihatan.


"Maaf ada perlu apa ya?"tanya polwan itu dengan ramah sesuai dengan prosedur.


"Bilang saja, pacarnya datang mbak"ucap Jojo santai.


Mendengar ucapan Jojo sontak membuat para polisi yang bertugas dimeja piket itu kaget. Ditambah lagi penampilan Jojo masih menggunakan seragam SMA.


"Pantas saja pak Seno menolak Ayu, ternyata pak Seno lebih suka daun muda"ucap para polisi itu dalam hati.


"Tunggu sebentar ya dek, kami panggilkan dulu"ucap polwan itu kepada Jojo.


Menunggu dengan di kursi tunggu Jojo menyandarkan badannya di sandaran kursi.


...................


Didalam kantor polisi seorang lekaki tengah bekerja dalam ruangan itu dengan fokus, mendengar ketukan pintu dari luar membuat ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Masuk"ucap tegas Arseno.


"Maaf pak, diluar ada pacar bapak yang sudah menunggu"ucap polisi wanita itu yang bertugas memanggil Arseno.


"Pacar?"tanya Arseno.


"Iya pak, dia sendiri yang mengatakanya. Wah bapak ternyata pencinta daun muda ya ternyata"ucap polis wanita itu dengan tersenyum.


"Tapi saya tidak punya pacar"bantah Arseno.


"Cewek yang masih berseragam sekolah itu yang ngomong sendiri pak"ucapnya bingung.


"Seragam sekolah?"tanya Arseno memastikan.


"Iya pak"


"Dari pada bingung mending bapak temui saja"ucap polwan memberikan usul kepada Arseno yang masih bingung.


"Nanti saya akan kesana"ucap Arseno final.


"Baik pak, saya permisi"ucap polwan itu dan langsung keluar dari ruangan Arseno.


Sampai di meja piket petugas itu memberitahukan kepada Jojo, jika nanti Arseno akan menemuinya.

__ADS_1


Kabar tentang ucapan Jojo yang mengaku sebagai pacar Arseno mulai terdengar dan sampai di telinga Ayu.


Merasa tidak terima Ayu melangkah cepat ke arah Jojo yang tengah memejamkan matanya di sandaran kursi.


Merasakan aura kemarahan yang mendekat kearahnya membuat Jojo membuka matanya yang semula terpejam.


Seorang wanita berseragam lengkap mendatangi Jojo dengan raut muka kesal dan menaham amarah.


"Kau!"ucap Ayu dengan marah.


"Saya?"tanya Jojo bingung.


"Atas dasar apa kamu mengaku sebagai pacar Seno hah?"tanya Ayu dengan lantang.


Seisi kantor sudah mengetahui, jika Ayu sangat menyukai Arseno tetapi Arseno tidak pernah mau menanggapi perasaan Ayu.


"Kan aku memang pacarnya"jawab Jojo santai.


Melihat Jojo yang tenang membuat orang di sekitar tempat itu cukup takjub dengan sifat Jojo yang tenang bagaikan air mengalir.


"Jangan harap kamu ya"tunjuk Ayu marah kepada Jojo.


"Wah ternyata ada saingan ini, bukan Jojo jika tidak bisa menaklukkan pria tampan itu"ucap Jojo dalam hati dengan tersenyum licik.


"Yang ada itu kamu jangan harap"balas Jojo yang tidak kalah sengit kepada Ayu.


"Kau!"ucap Ayu yang menampar Jojo dengan keras.


Dengan sengaja Jojo melemahkan tubuhnya dan itu membuat ia terjatuh di atas lantai. Menundukkan kepala, Jojo mulai bermain peran, agar ia terlihat tertindas dengan apa yang dilakukan oleh Ayu kepadanya.


"Kenapa mbak menampar ku?"tanya Jojo dengan suara bergetar.


"Ada apa ini?"tanya seseorang dengan suara tegas yang menggema di tempat itu.


Sebenarnya Jojo sudah mengetahui jika Arseno sudah berjalan ke arah mereka tetapi dia hanya pura-pura tidak mengetahui hal itu.


Diam tidak ada yang berani bersuara, karena Arseno terkenal sangat kejam dan menyeramkan jika sudah marah.


"Ada apa ini?"tanya Arseno kepada Ayu yang menatap kearahnya.


"Bukan apa-apa"ucap Ayu gugup.


Mengalihkan padangan dari Ayu, Araseno melihat seorang wanita berseragam sekolah yang menundukkan kepalanya dan Arseno tau bahwa itu adalah Jojo yang sengaja datang untuk menemuinya.


"Ada apa datang kesini?"tanya Arseno yang sudah menghadap ke arah Jojo.


"Aku hanya mau mengambil ponsel ku yang ada padamu"ucap Jojo dengan lirih.

__ADS_1


"Kalu bicara lihat orangnya"ucap Arseno dengan tegas.


Mengangkat pandangannya dari lantai, Jojo menatap sedih kepada Arseno. Melihat tanda merah di pipi Jojo dan bahkan sudut bibirnya pecah membuat Arseno geram.


"Aku jauh-jauh kesini mau mengambil ponsel, tapi dia menampar ku dan menghinaku"ucap Jojo dengan sedih bahkan air matanya sudah mulai menetes.


Melihat hal itu, Arseno merasa ikut sedih dan dengan cepat Arseno memeluk Jojo dengan erat.


Orang-orang yang melihat hal itu, menatap tidak percaya kepada Arseno yang sedang memeluk Jojo dengan erat. Mungkin benar bahwa wanita yang ada di pelukan Arseno adalah kekasihnya pikir mereka yang menyaksikan kejadian itu.


"Apa salah ku, aku hanya mengatakan bahwa aku pacarmu, dan dia langsung memarahiku bahkan menamparku"ucap Jojo dengan sesegukkan.


"Sudah-sudah jangan menagis lagi ya"ucap Arseno untuk menenangkan Jojo.


Melihat sikap Arseno, membuat Ayu bertambah marah kepada Jojo.


"Seno, tidak mungkinkan dia kekasihmu?"tunjuk Ayu yang menepis segalanya.


"Kalau iya kenapa?"tanya Arseno yang sudah melepas Jojo dalam pelukannya dan menatap tajam ke arah Ayu.


"Tidak itu tidak mungkin, kamu pasti bohongkan?"ucap Ayu dengan cepat.


"Dan kau, aku akan membuat perhitungan kepada mu ****** kecil"ucap Ayu dengan marah dan menarik paksa Jojo yang bersembunyi di belakang Arseno.


"Diam!"bentak Arseno dengan keras.


"Kau!. Kamu bukan siapa-siapa saya, camkan itu!"ucap Arseno dengan marah dan tatapan mata tajamnya kepada Ayu.


"Seno kenapa kau lebih memilih dia dari pada aku? dia pasti hanya mengincar hartamu saja"ucap Ayu dengan menatap sedih ke arah Arseno.


"Diam! menjauhlah dari ku"ucap Arseno dengan geram.


"Sudah tenanglah ada aku di sini"ucap Arseno lembut sambil menghapus air mata Jojo.


"Seno, lebih baik ajak Jojo keruanganmu saja, lihat sepertinya ia tertekan"ucap Hendra yang juga menyaksikan kejadian tadi.


"Iya benar Sen"timpal Feri yang prihatin melihat penampilan Jojo acak-acakan.


Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang Arseno menggendong Jojo didepan dan melangkah dengan tegas menuju ruangannya. Setelah Arseno cukup Jauh, Hendra dan Feri menatap iba kerah Ayu yang sudah menangis melihat Arseno menggendong Jojo.


"Ayu, lebih baik kamu lupakan saja perasaan kamu terhadap Seno"ucap Feri


"Iya benar itu, kau lihat sendirikan bahwa Seno tidak memperdulikan mu"tambah Hendra.


"Tidak akan, aku yakin ****** kecil itu hanya memanfaatkan Seno saja"ucap Ayu dengan penuh kebencian mengingat wajah Jojo.


"Terserah yang penting kami sudah mengingatkan"ucap Hendra dan dianggukkan oleh Feri.

__ADS_1


Keduanya meninggalkan Ayu yang masih berdiri mematung akan kejadian hari ini. Sungguh membuat Ayu sangat membenci Jojo dan ia yakin bahwa Jojo hanya pura-pura lemah di depan Seno.


__ADS_2