
Semenjak kejadian di kafe waktu itu, Arseno berusaha untuk memantapkan perasaannya untuk Jojo. Dia bertekad akan mendekati Jojo agar ia semakin yakin dengan perasaannya.
Dipagi hari, Arseno sudah berada didepan kosan Jojo, dia bermaksud untuk mengantar Jojo ke sekolah pagi ini.
"Maaf ada perlu apa?"tanya salah satu penjaga disana yang menghampiri mobil Arseno yang berada dekat gerbang.
"Saya mau menjemput salah satu teman saya"ucap Arseno sambil melirik arah bangunan kosan tersebut.
"Dihubungi saja mas, atau tunggu saja di ruang tunggu"tawar penjaga itu.
"Kebetulan saya tidak punya nomor ponselnya"ucap Arseno.
"Kalau mau biar saya hubungi mas, atas nama siapa memangnya?"tanya penjaga itu dengan ramah.
"Namanya Jojo"ucap Arseno.
Mendengar lelaki itu menyebutkan nama nonanya, membuat penjaga itu mengangguk mengerti dan langsung menghubungi rekannya yang ada di lantai yang sama dengan kamar Jojo.
"Ditunggu saja mas, soalnya nona Jojonya lagi bersiap-siap" ucap penjaga itu saat sudah selesai menghubungi rekannya.
Menunggu sekitar lima menitan, akhirnya Jojo keluar dan menuju mobil yang menunggu kedatangannya.
"Pagi nona" sapa penjaga itu dengan sopan.
"Pagi!"
"Katanya tadi ada yang menunggu ku, siapa?" tanya Jojo penasaran.
Seingat dirinya, jika itu orang-orang yang mengenalnya tidak mungkin salah satu anggotanya tidak mengenali.
"Nona, nah itu dia orangnya" tunjuk penjaga itu saat melihat Arseno turun dari dalam mobilnya.
__ADS_1
"Kenapa mencari ku?"tanya Jojo yang sudah menghadap ke arah Arseno.
"Mengantar kamu kesekolah"ucap Arseno santai dan langsung membuka pintu mobil untuk Jojo.
"Ayo!, katanya mau antar aku kesekolah?"tanya Jojo dengan bingung, setelah masuk kedalam mobil Arseno menatap Jojo dan itu membuat itu merasa risih tetapi ada perasaan senang juga.
..................
Arseno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melirik Jojo yang menatap kearah luar jendela.
Sampai di sekolahan Jojo dengan santai ingin membuka pintu mobil tetapi di tahan oleh Arseno.
"Kenapa?"tanya Jojo lembut menatap kedua bola mata Arseno.
"Tidak"ucap Arseno yang merasa gugup.
"Kalau tidak ada aku mau keluar"ucap Jojo yang berusaha melepas tangan Arseno di lengannya.
"Kamu kenapa sih?" tanya Jojo heran kerena Arseno tidak mau melepaskan genggaman tangannya.
"Jangan buat aku penasaran?" ucap Jojo yang menganggakat pandangannya ke arah mata Arseno karena Arseno lebih tinggi di bandingkan Jojo.
"Jangan buat aku kebawa perasaan, aku memang menyukai mu. Tapi aku mohon jangan beri aku harapan jika kamu tidak menyukai ku"ucap Jojo dengan pandangan sedih.
"Benarkah?"tanya Arseno dengan persaan bahagia.
"Iya"ucap Jojo dengan dingin.
"Tapi jika perasaan ku mengusik mu, maka aku akan menghilangkannya. Kita bisa bertemankan?" tanya Jojo dengan perasaan campur aduk.
"Tidak, kita tidak akan bisa berteman!"ucap Arseno dengan tegas.
__ADS_1
Mendengar ucapan Arseno, membuat Jojo merasa perasaan sakit dihatinya.
Melihat Jojo menunduk dan ingin melepaskan kedua tangan Arseno yang berada di pinggang ramping membuat Arseno semakin gemas akan tingkah Jojo.
"Lepas"ucap Jojo dengan serak
Sungguh dia tidak mengerti kenapa dia mudah sekali merasa senang ataupun sedih jika itu menyangkut Arseno, apa cintanya sangat besar kepada Arseno? tanya Jojo dalam hatinya.
"Dengarkan aku"ucap Arseno yang memeluk erat Jojo. Karena Jojo terus memberontak dalam pelukannya.
"Biarkan aku pergi"ucap Jojo dengan lirih.
"Tidak-tidak, kau tidak akan bisa pergi dari ku!"ucap Arseno dengan penuh penekanan.
"Maksudnya?"tanya Jojo heran dan tdak membrontak dalam pelukan Arseno.
"Aku menyukai mu!"ujar Arseno sambil memegang kedua sisi wajah Jojo yang menatap kearahnya.
"Aku akan memastikan, ini perasaan cinta apa hanya sekedar perasaan menyukai"
"Beri aku kesempatan agar aku bisa memastikannya"ucap Arseno dengan penuh harap kepada Jojo.
Mendengar ucapan Arseno membuat Jojo terdiam, ternyata tidak semudah yang ia bayangkan agar Arseno jatuh dalam pelukannya. Dengan berat hati Jojo menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya.
"Terima kasih, terima kasih atas kesemptan yang kau berikan"ucap Arseno dengan bahagia.
Biarlah berjalan seperti ini dulu, jika memang Arseno ditakdirkan miliknya maka ia akan merasa menjadi wanita yang paling beruntung bisa memiliki seseorang yang selama ini ia incar sedari dulu. Tanpa sepengatahuan siapa pun termasuk Rima dan Zidan.
"Aku sekolah dulu kalau begitu"ucap Jojo sambil melepaskan pelukannya.
"Nanti malam aku jemput ya, karena aku mau mengenalkan kamu pada seseorang"ucap Arseno saat sudah mencium kening Jojo dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Jojo langsung keluar dari dalam mobil Arseno, saat mobil Arseno sudah menjauh Jojo tidak dapat menyembunyikan senyuman bahagianya. Ia merasa perjuangannya mulai menunjukkan hasil, walaupun tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
"Selangkah lagi"gumam Jojo dengan senyum manisnya dan mulai masuk ke pekarangan gedung sekolahnya.