
Mira dengan nama panjang Samira adalah seorang anak yatim piatu bahkan sebelum ia bekerja di bengkel Jojo. Mira adalah seorang anak penjual kue keliling agar bisa menghidupi kehidupannya dan biaya sekolahnya. Yang saat itu tengah masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Mira mulai berjualan kue keliling atau menitipkan kuenya di kantin sekolah.
Tinggal dirumah kerabat orang tuanya yang mempunyai kehidupan sangat minim di bidang ekonomi, membuat Mira membantu sang Paman dan Bibinya untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Mira yang lebih tua dua tahun dari umur Jojo saat ini. Mengikuti Jojo adalah suatu anugerah Tuhan yang luar biasa bagi orang orang seperti Mira. Hidup penuh keterbatasan dalam menjalani kelanjutan pendidikan tentunya bukan hal yang mudah bagi Mira.
Prekonomian yang sulit sekarang menjadi serba lebih dari kata cukup semenjak ia bekerja dengan Jojo.
.............
Masuk kedalam salah satu ruangan dimana itu adalah tempat ruang ganti para pekerja, Jojo mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sama dengan para pekerjanya.
Berpakaian khas sebagai seorang montir Jojo mendekati motornya. Melakukan pengecekan rutin pada kendaraannya adalah hal yang wajib Jojo lakukan. Bukan tidak mempercayai pekerjanya untuk melakukan hal tersebut. Akan tetapi ia hanya tidak ingin membuat pekerjaan karyawannya bertambah.
Jika Jojo tidak sempat untuk mengecek ataupun memperbaiki kendaraannya maka ia akan menyuruh Mira atau Gilang untuk mengambil alih.
Gilang yang ditugaskan sebagai manajer dan Mira sebagai wakil manajer, keduanya mendapatkan amanat dari Jojo untuk mengelolah bengkelnya. Tentunya hal itu diterima dengan baik oleh mereka berdua.
Bekerja dengan Jojo bukan berarti tidak boleh membuka usaha lain, Jojo selalu membebaskan para karyawannya jika ingin membuka bengkel sendiri atau membuka jenis usaha lainnya.
Jojo selalu mengatakan jika ada karyawannya yang ingin berhenti atau sekedar membuka usaha sendiri maka ia akan berpesan bahwa, saat kau keluar dari sini dan sukses, jangan lupakan bahwa kamu pernah dibawah.
Kata kata sederhana tapi banyak mengandung makna dari sudut pemikiran masing masing, membuat mereka sungguh beruntung pernah kenal atau bekerja sama dengan Jojo.
Bersiap dengan beberapa alat tempur untuk mengecek keadaan motornya, Jojo mulai mendekati motor yang sudah berdiri tegak di hadapannya. Seperti seorang ahli dalam dunia otomotif bukanlah hal yang sulit bagi Jojo untuk memprediksi ada atau tidaknya kerusakan pada motornya.
Bidang Otomotif adalah bidang yang sangat Jojo kuasai bahkan ia dulu bercita cita ingin membuat mobil dengan lebel nama Ramkes.
Dalam berbisnis Jojo juga sangat menguasai dalam berbagai. Mempunyai jiwa bisnis tentunya itu adalah sifat yang diturunkan oleh sang kakek dan ibunya.
................
Melakukan beberapa kali pengecekkan pada mesin Motornya, mengabaikan terhadap beberapa tatapan para lelaki yang sedang menunggu service kendaraan mereka.
Seragam yang sudah terkena kotornya oli mesin tidak membuat Jojo risih, bahkan beberapa coretan hitam mengenai pipinya ia biarkan begitu saja.
__ADS_1
Saat akan merakitkan kembali motornya, sebuah mobil mewah masuk ke area bengkel milik Jojo. Mobil mewah yang mempunyai harga yang cukup fantastis adalah pandangan biasa bagi karyawan disana.
Tentu saja Bengkel yang mempunyai fasilitas terlengkap bahkan terbesar di kota itu banyak menjadi incaran para pembisnis untuk menservice atau hanya sekedar memodifkan kendaraan mereka.
Seorang wanita cantik yang memiliki paras seperti model keluar dari dalam mobil mewah berwarnah putih itu. Berlenggak lenggok wanita itu ternyata mendekati Jojo yang tengah memasangkan beberapa bagian motornya yang ia lepas.
Mendengar langkah kaki yang tak biasa mendekatinya, Jojo melihat ke arah sumber suara. Melihat wanita itu Jojo hanya menatap datar tanpa ekspresi.
"Perbaiki Mobil saya!"perintahnya dengan angkuh. Tanpa menanggapi, Jojo mulai melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Melihat sikap acuh Jojo, Sakira menjadi geram dan ia mulai menendang beberapa peperkakas dan hal itu terdengar suara yang cukup nyaring.
Sakira adalah anak kedua dari keluarga Anderson, ia juga merupakan seorang model di bawah kendali BAS Crop. Keluarga Anderson adalah keluarga terkaya nomor enam di dunia, nama Anderson tentunya tidak asing bagi kalangan pembisnis begitu juga dengan Jojo.
Secara biologis Anderson adalah ayahnya, yang tidak akan pernah mau mengakui bahwa Jojo adalah darah dagingnya. Mendengar pernyataan lelaki itu membuat ibu Jojo sakit hati melihat sang anak yang harus hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.
Membuang nafas kasar, Jojo mulai berdiri dan mengahadap kearah Sakira yang tengah menatap angkuh padanya.
"Kamu tidak dengar apa yang saya katakan?"tanya sakira dengan suara lantang.
"Apa?"tanya balik Jojo dengan santai.
"Perbaiki mobil saya"ucapnya lagi.
"Silahkan cari karyawan lain, saya sibuk"Ucap Jojo dengan datar.
"Dasar tidak tau diri, saya akan laporkan kepada pemilik tempat ini agar kamu di pecat. Supaya jadi gelandangan sekalian" ucap Sakira dengan marah.
Mendengar keributan di luar Gilang dan juga Mira melihat apa yang terjadi, agar bisa mencoba untuk menenangkan seorang wanita yang tengah menahan amarah. Melihat Nonanya yang tengah di marahi membuat mereka berdua marah, kesal dan ingin rasanya mereka membuat perhitungan dengan wanita itu.
Melihat kode dari Jojo, yang berarti bahwa tidak boleh ikut campur membuat mereka berdua dan para karyawan lainnya hanya sebagai penonton saja.
"Nona ada yang bisa saya bantu?"tanya Gilang dengan suara yang berusaha tidak emosi.
"Kamu siapa?"tanya Sakira dengan angkuh.
__ADS_1
"Saya manajer disini Nona, nama saya Gilang"ucap Gilang memperkenalkan namanya.
"Karyawan kamu ini sungguh tidak sopan kepada saya, tidak adanya rasa hormat hormatnya sama sekali terhadap pelanggan"Ucap sakira yang menatap kearah Jojo dengan tatapan penuh kebencian.
"Maaf Nona, dia bukan karyawan disini"Ucap Mira yang sudah tidak tahan akan keangkuhan wanita yang didepannya.
"Sudahlah, saya mau kalian pecat dia. Jika tidak saya akan membuat penilaian buruk terhadap bengkel ini!"seru Sakira dengan suara mengancam Gilang agar memecat Jojo.
"Mohon maaf sebelumnya Nona, yang pertama dia ini bukan karyawan disini dan yang kedua saya tidak bisa memecat ataupun mengusirnya dan yang paling terpenting. Jika Nona tidak ingin menservicekan kendaraan anda ditempat kami, silakan anda cari tempat lain saja!"ucap Gilang dengan tegas.
"Kalian berani mengusir saya?"
"Kalian tidak tau siapa saya?"Tanya Sakira dengan geram.
"Silakan anda keluar Nona, karna anda sudah mengganggu kenyamanan pelanggan para saya"
"Jika anda punya nian yang tidak baik terhadap Otomotif Ramkes, maka itu tidak akan terjadi!. dan pintu keluarnya di sebelah sana Nona!"Ucap Gilang dengan nada sesopan mungkin untuk mengusir Sakira dari tempat itu.
"Awas kalian! dan kau tunggu pembalasan ku!"ucap Sakira dengan menatap benci kapada Jojo. Jojo yang di tatap seperti itu hanya melihat datar kepada Sakira.
Memasuki mobil dengan penuh amarah, Sakira melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Setelah kepergian Sakira, semua kembali keaktivitas seperti kembali.
"Lanjutkan pekerjaan kalian!"seru Gilang dengan suara keras. Karena para karyawan dan juga pelnggan ikut menyaksikan adegan tersebut.
"Nona anda tidak apa apa?"tanya Gilang dengan hati hati.
"Sudahlah aku tidak terlalu mempermasalahkannya"ucap Jojo dengan santai dan mulai beraktivitas kembali.
"Nona kenapa tidak membiarkan saya atau Mira yang malakukannya Nona?"tanya Gilang kepada Jojo yang mulai merakit kembali motornya.
"Hanya ingin saja!"ucap Jojo dengan santai.
"Biar saya bantu Nona"tawar Mira kepada bosnya.
"Tidak perlu lanjutkan pekerjaan kalian. Jika nanti aku butuh bantuan aku akan memanggil kalian"ucap Jojo yang hampir menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
"Baik nona!"ucap keduanya dengan serempak.
Aktivitas kembali normal dan seolah olah tidak terjadi apa apa di Bengkel itu. Hal tersebut mereka anggap sebagai hiburan sesaat.