Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
27. Berkenalan


__ADS_3

Malam harinya sesuai dengan apa yang Arseno ucapkan bahwa dirinya akan mengenalkan seseorang kepada Jojo dan hal itu di sambut baik oleh Jojo.


Jojo sudah dalam perjalanan menuju restoran, tempat di janjikan oleh Arseno. Awalnya Arseno ingin menjemput Jojo akan tetapi Jojo menolak secara halus dan meminta agar bertemu langsung di restoran yang sudah di janjikan.


Sampai di restoran itu, Jojo langsung masuk kedalam ruangan VVIP tempat yang sudah dipesan Arseno.


"Maaf terlambat"ucap Jojo merasa tidak enak hati karena ia terlambat 20 menit, karena terjebak oleh padatnya jalanan.


"Tidak apa-apa"ucap Arseno dan menarik Jojo dengan pelan mendekati seseorang yang ingin ia kenalkan.


"Boy, kenalkan ini adalah seseorang yang ingin papa kenalkan kepadamu"ucap Arseno yang duduk di sebelah Jojo.


Melihat seorang wanita muda didepannya membuat Aziel Honson atau putra dari sang polisi tampan itu menatap tanpa minat kepada Jojo.


Jojo yang menggunakan pakain terbilang simpel, membuat Aziel menatap heran kepada wanita yang dikenalkan papanya yang berbeda dari beberapa waktu saat sang papa ataupun Omanya memperkenalkan calon ibu sambungnya.


"Jo, apa yang kamu dengar tempo hari adalah benar bahwa aku adalah seorang duda dan ini putra ku namanya Aziel dan ku harap kalian bisa saling mengenal dengan baik"ucap Arseno sambil memegang tangan Jojo.


Dan Jojo hanya menganggukkan kepala saja sebagai jawaban.


"Kau tidak keberatan kan dengan statusku?"tanya Arseno hati-hati.


"Santai saja"ucap Jojo dengan tenang.


Tentu saja Jojo menerima status Arseno, karena ia sudah tau semua tentang Arseno dari hal terkecil sekalipun.


"Jojo, kenalkan dia anak ku yang saat ini berusia 10 tahun dan Aziel kenalkan dia Jojo atau kekasih papa"ucap Arseno yang berusaha memperkenalkan Jojo kepada anak semata wayangnya.


"Hai namaku Jovanda biasanya dipanggil Jojo. Kalau kamu mau panggil aku mama juga boleh"ucap Jojo dengan tersenyum manis ke arah Aziel yang bermuka masam mendengar ucapan Jojo.


"Aziel" ucap Aziel singkat.


"Maaf ya, dia memang seperti itu orangnya"ucap Arseno merasa tidak enak hati kepada Jojo.


"Santai saja" ucap Jojo tenang.


Mereka makan dengan diam, dimana Aziel tampak memperhatikan Jojo sesekali dan Jojo tau hal itu tapi ia pura-pura tidak mengetahuinya.


Jojo makan dengan lahap tanpa merasa canggung sekalipun, karena ia sudah terbiasa berhadapan dengan orang penting sekalipun.


Dengan sengaja Arseno meninggalkan Jojo dan putranya agar mereka bisa akrab dan itu membuat hubungan keduanya lebih baik lagi untuk kedepannya.


"Aku ketoilet sebentar"alasan Arseno dan langsung meninggalkan Jojo dan Aziel.


Aziel memandang Jojo dengan tatapan meneliti dan itu membuat Jojo mulai bersuara.

__ADS_1


"Katakan apa yang mau kau tanyakan"ucap Jojo yang seolah-olah tau apa yang ada di pikiran calon anak sambungnya itu.


"Apa kau menyukai papa ku?"tanya Aziel dengan nada sinis.


Mendengar pertanyaan Aziel membuat Jojo menatap datar kepada Aziel.


"Menurutmu?"tanya Jojo balik tanpa menjawab pertanyaan Aziel.


"Kau pasti sama saja dengan para wanita diluar sanakan?. Yang ingin menguasai harta papa ku saja"tuduh Aziel dengan suara sinis.


"Kalau dilihat dari penampilan mu, kau masih mudah dari papaku dan umur kalian cukup jauh. Apa ini adalah siasatmu agar bisa menguasai harta para lelaki kaya?"tuduh Aziel yang semakin jadi-jadi.


"Apa menurutmu begitu?"tanya Jojo santai sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.


"Ya!"tegas Aziel.


"Boleh aku bertanya?"tanya Jojo dengan muka serius.


"Silahkan saja"ucap Aziel yang ikut memandang tajam kearah Jojo.


"Apa kita sudah lama kenal?"tanya Jojo dengan datar.


"Tidak"jawab Aziel cepat.


"Jika tidak kenapa kau membuat kesimpulan tentang ku seperti itu?"


Mendengar ucapan Jojo membuat Aziel bungkam dan ia membenarkan apa yang Jojo ucapkan.


"Kenapa diam?"tanya Jojo yang berdiri disamping Aziel yang hanya diam tanpa membantah ucapan Jojo. Karena ia merasa salah menilai Jojo.


"A-aku tidak bermaksud untuk berkata seperti itu"ucap Aziel yang merasa terintimidasi akan tatapan Jojo.


"Dengar, tidak semua orang punya sifat seperti yang ada dipikiran mu"ujar Jojo dengan lembut dan sedikit mengusap rambut Aziel.


Ia merasa bahwa Aziel hanya kurang kasih sayang seorang ibu dan karena hal itu membuat Aziel selalu irit berbicara dan jika berbicara maka ia akan menjawab dengan ketus.


"Maaf"ucap Aziel dengan rasa bersalah.


"Sudahlah lupakan saja"ucap Jojo santai dan kembali ketempat duduknya semula.


Melihat kekasih papanya yang memiliki sifat kelembutan membuat Aziel sedikit menekan egonya untuk menolak kehadiran Jojo.


"Apa kalian sudah berkenalan secara pribadi?"tanya Arseno yang sudah kembali masuk kedalam ruangan. Melihat sang anak hanya diam saja membuat ia menyimpulkan pasti telah terjadi perbincangan antara keduanya. Sedangkan Jojo sibuk memakan makanannya dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Sudah"jawab Jojo santai.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, ku harap hubungan kalian baik-baik saja"ucap Arseno bernafas lega, mengingat sifat anaknya yang dingin terhadap orang lain.


"Sudah jam 10 aku harus pulang, karena besok aku harus sekolah" ucap Jojo yang melihat jam di ponselnya.


"Ya kau benar"ucap Arseno yang ikut melihat jam di tangannya.


"Kalian sudah makannya?"tanya Arseno.


"Sudah"ucap Jojo


"Sudah pa" ucap Aziel.


Ucap mereka serentak.


Mereka keluar dari Restoran dengan berdampingan dengan Aziel berada ditengah antara Arseno dan Jojo.


"Mau ku antar?"tawar Arseno saat sampai di parkiran.


"Tidak, aku membawa mobil ku sendiri"tolak Jojo.


"Hati-hati jangan ngebut"ucap Arseno dan memeluk singkat Jojo.


Jojo beralih didepan Aziel dan Aziel menatap Jojo bingung.


"Kau tidak ingin memeluk calon mama mu ini"ucap Jojo dengan tersenyum mengejek.


Mendengar ucapan Jojo membuat Aziel bermuka masam, bisa-bisanya dia mengejek ku umpat Aziel dalm hati.


"Mana ada calon ibu sambung yang masih sekolah"cibir Aziel.


"Tentu saja ada. Aku!"tunjuk Jojo kepada dirinya.


"Pergi sana" usir Aziel yang menatap jengah kepada Jojo.


"Baiklah-baiklah, aku pergi tapi ingat jangan sampai rindu ya"ucap Jojo dan mengedipkan sebelah matanya kepada Aziel yang bertambah kesal.


"Sudahlah, jangan menggodanya lagi"ucap Arseno yang melihat kekesalan di wajah Aziel.


"Aku duluan"ucap Jojo dan langsung menuju mobilnya yang terparkir rapi.


Setelah kepergian Jojo, kedua ayah dan anak itu langsung masui kedalam mobil dan menuju pulang kerumah mereka.


"Apa kau merestui hubungan papa Boy?"tanya Arseno yang sedang mengemudi.


"Entahlah"ucap Aziel cuek.

__ADS_1


"Papa harap kau menerimanya Boy"ucap Arseno yang penuh harap.


__ADS_2