Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
29. Marah


__ADS_3

Tidak terasa langit yang awalnya terang menjadi gelap. Pertanda bahwa matahari telah digantikan oleh sang rembulan.


Malam hari Elejar dan Jojo masih di sibukkan dengan beberapa berkas pekerjaan. Bahkan saat makan siang, Salvina dan kepala pelayan membawa mereka makanan beserta minuman keruang kerja, dikarenakan mereka ingin membuat pekerjaan mereka agar cepat selesai.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan dikediaman Elejar, tengah disibukkan dengan persiapan acara makan malam bersama.


"Kau sudah selesai?"tanya Jojo yang sudah menutup berkas dihadapannya.


"Sedikit lagi"jawab Elejar tanpa melihat kearah Jojo.


"Kau sudah?" tanya Elejar. Sambil memeriksa berkas cabang perusahaan di tangannya.


"Sudah, tinggal kalian perbaiki yang sudah aku tandai"ucap Jojo sambil meregangkan otot lehernya yang terasa pegal.


"Makan malam lah disini" ucap Elejar.


"Baiklah" ucap Jojo yang sudah bersandar di sofa panjang itu.


"Aku kebawah dulu"ucap Jojo yang mulai beranjak berdiri.


"Nanti aku akan menyusul"ucap Elejar yang menyusun berkas yang berserakan diatas meja kerjanya.


Jojo memasuki lift dan turun kelantai dasar, karena ia haus dan ingin minum air dingin.


........................


Sampainya didapur, Jojo melihat beberapa pembantu tengah mempersiapkan makan malam dan salah satu pembantu disana melihat kedatangan Jojo, dan menghampirinya.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"tanya pembantu itu sopan.


"Lanjutkan saja pekerjaan kalian, aku hanya ingin minum air dingin"ucap Jojo santai.


"Baik nona, kalau begitu saya permisi dulu"ucap pelayan itu sambil berlalu menuju ruang makan.


Rumah yang besar dan mewah, tentu saja ruang dapur dan ruang makan mereka terpisah.


Sampainya didapur, Jojo langsung membuka kulkas, dan mengambil air minum dingin di dalam botol kaca.


Jojo membawa botol kaca itu di atas meja yang ada di dapur, yang sudah terdapat beberapa gelas yang tersusun rapi.


Menuangkan air putih dengan santai, Jojo tidak memperhatikan bahwa ada seseorang yang sedari tadi mengikuti langkah Jojo.


Saat akan mengangkat gelas yang sudah terisi air dingin. Tiba-tiba sebuah gelas kaca tebal menghantam bagian pelipisnya dan itu membuat kepala Jojo perih, sakit dan bahkan darah sudah mulai mengalir.


Buk


Parank


"Rasakan itu ja***g kecil" teriak Sesil dengan penuh rasa benci kepada Jojo.


Bunyi pecahan kaca terdengar dari area dapur, melihat siapa yang sudah berani mengusiknya.

__ADS_1


Dengan emosi Jojo melempar botol kaca yang, ada di atas meja ke arah orang yang sudah memukulnya dan tepat mengenai tembok di samping wanita itu.


"Apa yang kau inginkan ha?"teriak Jojo sambil menghapus darah yang menetes ke kelopak matanya.


Para pembantu, keluarga dari Salvina bahkan Elejar yang sudah mendekati ruang makan, mereka bergegas menuju dapur.


Sampai disana mereka terkejut melihat pecahan kaca yang berserakan di lantai, di tambah lagi Sesil yang diam mematung dalam keadaan Syok.


"Ada apa ini?"tanya Elejar dengan keras.


"Tanyakan saja pada wanita sialan ini!" tunjuk Jojo dengan marah.


"Ada apa Sesil?" tanya Elejar dengan geram. Karena ia sangat tau betul Jojo tidak akan mengusik seseorang jika orang itu tidak mengganggunya.


"Iya ada apa ini?"tanya orang tua Salvina.


"Jawab!"teriak Jojo dengan keras melihat Sesil hanya diam saja dengan muka pucat.


"A-aku tidak sengaja memukul kepalanya menggunakan gelas kaca"ucap Sesil dengan takut.


"Astaga, apa yang kau lakukan Sesil?"tanya Salvina yang tidak habis pikir kelakuan adiknya.


"Kenapa?"tanya Elejar marah.


"Ka-karena dia, aku di pecat dari kantor kak Elejar" ungkap Sesil.


"Hanya karena itu?"tanya Elejar.


"Sayang apa benar yang dikatakan oleh adik ku?" tanya Salvina sambil menatap ke arah Elejar.


"Benar! tapi itu ada alasannya" ucap Elejar yang memandang Sesil datar.


"Seharusnya aku langsung membunuh mu saat ini!" ucap Jojo sambil berjalan mendekati Sesil tanpa perduli darah mulai mengalir di pipinya.


"Apa maksudmu hah?"tanya Sesil geram.


"Ingat jika bukan karena kak Salvina, maka hari ini ku pastikan kamu tidak bernafas lagi mulai saat ini!" ucap Jojo dengan penuh penekanan.


" Jojo, lebih baik kita obati luka mu terlebih dahulu" ucap Elejar berusaha menenangkan Jojo yang mulai memperlihatkan sifat iblisnya.


"Kau sudah masuk dalam daftar hitam ku" ucap Jojo dengan tatapan misteriusnya.


"Aku pergi" ucap Jojo dengan datar meninggalkan mereka yang masih terpaku akan kata-kata yang di ucapkan Jojo.


"Jojo!"panggil Elejar dengan keras sambil berlari kecil menyusul langkah Jojo yang cepat.


"Menjauhlah Elejar"teriak Jojo yang tau kalau Elejar menyusul dirinya.


Melihat Jojo keluar dari pintu rumahnya membuat, emosi yang sedari tadi ia tahan malah semakin menjadi dan tidak terbendung lagi.


"Kurang ajar"teriak Elejar dengan kesal.

__ADS_1


Prank


Prank


Beberapa guci besar yang berada di ruangan itu pecah tanpa tersisah bahkan dengan sangat entang Elejar mengngkat salah satu guci itu dan melemparkan ke arah mertua dan iparnya.


"Bodoh, bodoh bodoh"teriak Elejar yang merasa bersalah karena telah membuat Jojo marah.


Keluarga dari Salvina dan para pembantu dan juga para penjaga hanya melihat saja bagaimana Elejar melampiaskan emosinya.


Bahkan Salvina menatap sedih ke arah Elejar yang terduduk lemas di lantai.


Merasa emosinya cukup mereda, membuat Elejar bangun dari duduknya dan menatap datar ke arah Sesil.


"Kau!" tunjukkan Elejar tepat di depan muka Sesil.


"Kau sudah membuat kesalahan yang sangat fatal" ucap Elejar dengan mencoba menahan emosi.


"Kenapa kau malah membela wanita itu kak?"tanya Sesil kesal akan kelakuan kakak iparnya.


"Seharusnya kamu merasa beruntung, karena kamu hanya di pecat saja dari perusahaan ku" ujar Elejar dengan nafas kasar.


"Kau tau kenapa?"tanya Elejar dengan pelan.


"Kau tau?"teriak Elejar dengan keras.


Melihat raut wajah bingung Sesil membuat Elejar tersenyum sinis.


"Baik akan ku jelaskan!"ucap Elejar dengan datar dan dingin.


"Pertama, kamu sudah mengganggu orang yang salah. Kedua, kamu masih beruntung karena hanya di pecat, Tanpa di blacklist dari perusahaan manapun" ucap Elejar dengan sinis.


"Dan yang ketiga, dia adalah salah satu orang yang membuat aku bisa seperti ini!" ucap Elejar dengan tegas dan sukses membuat kedua orang tua Salvina beserta Sesil berdiri kaku.


"Sudahlah melihat mu membuat aku tambah emosi" ucap Elejar dan melangkah menuju ruang kerjanya.


Melihat kepergian Elejar membuat mereka bernafas sesak.


"Sesil apa yang kau dengar hari ini, itu sangat benar. Walaupun aku tidak tau pasti, tapi yang jelas Jojo itu bukanlah orang yang bisa kau anggap remeh" ucap Salvina memeluk adiknya erat.


"Apa dia sehebat itu?"tanya papa Salvina.


"Lebih dari yang kalian bayangkan" ucap Salvina tanpa keraguan.


"Maaf" ucap Sesil dengan perasaan salah.


"Jadikan ini sebagai pelajaran dan minta maaflah kepada Jojo" ucap Salvina lembut.


"Iya nak, cobalah untuk meminta maaf kepada Jojo" timpal mama Salvina sambil memeluk erat anak bungsunya.


Merasa keadaan Sesil semakin tenang dan kekacauan yang ada di ruang keluarga maupun dapur sudah dibereskan. Membuat Salvina mengajak kedua orang tuanya beserta adiknya untuk makan malam tanpa Elejar.

__ADS_1


__ADS_2