
Makan siang di kantin sekolah yang berlebel internasional bukan berarti makanan yang ada disekolahan itu semuanya berkonsep menu bintang lima. Yang terpenting adalah rasa dan pembuatan serta penyajiannya harus melakukan beberapa tahap seleksi sebelum medapat izin untuk berjualan disana.
Mendengar bel berbunyi cukup nyaring, yang menandakan bahwa jam kedua pelajaran sudah dimulai. Mereka berempat langsung beranjak dari kantin untuk menuju kelas mereka masing masing.
Sampainya di lantai tiga, dimana lantai khusus ruangan kelas tiga anggel, yang tidak sekelas dengan mereka bertiga mulai memisahkan diri. Anggel merupakan siswi yang berada di kelas elit yaitu kelas yang huni oleh orang orang pintar saja. Sedangkan kelas Jojo adalah ruang kelas yang paling ujung atau ruang kelas terkahir yang berisikan para murid yang mempunyai sifat serta pemahaman yang kurang dari standar untuk masuk kekelas elit.
Pelajaran kedua dimulai seperti biasanya, bukan hanya Jojo yang tertidur melainkan Rima dan Zidan juga tidur di tempat belajarnya masing masing. Mereka berdua sebenarnya tidak jauh berbeda sifatnya hanya saja Rima dan Zidang paling cerewet di antara mereka bertiga.
Jam sudah menunjukkan pelajaran kedua berakhir yang artinya para siswa akan pulang kekediamannya masing masing.
"Baiklah pelajaran hari ini cukup sampai disini, jangan lupa tugas tugasnya dikerjakan dan sampai jumpa lagi"Ucap sang guru dengan penuh wibawah.
"Baik ibu"Ucap mereka serempak kecuali Jojo, Rima dan Zidan yang masih menempelkan wajahnya diatas meja.
Para penghuni kelas mulai bersiap siap untuk pulang ke rumah mereka masing masing. Ketiga orang yang setia memejamkan matanya sampai jam berakhir ternyata mata itu mulai terbuka perlahan karna tidak lagi mendengar suara keributan di dalam ruangan itu.
Menyadari didalam kelas itu hanya ada mereka bertiga, yang sudah sadar dari alam mimpinya. Mulai bangun dari kursi masing masing untuk segera pulang atau mengerjakan kegiatannya masing masing.
...........
Berjalan berdampingan ketiganya sibuk dengan ponsel ditangan mereka bertiga. Bukan hanya sekedar memainkan ponsel mereka bertiga memantau pekerjaan masing masing. Jojo yang memantau perkembangan pekerjaan hotel dan bengkel miliknya, Rima yang memantau beberapa cabang cafe serta restoran miliknya yang baru dua tahun terakhir ia buka.
Sedangkan Zidan mencari cari alat untuk menunjang bahan eksperimennya dan juga memantau ke amanan perusahaan BAS Crop dan Markas yang ada di berbagai tempat.
Ketiganya memiliki peran masing masing jadi tidak mengherankan bahwa mereka selalu disebut tiga serangkai. Dalam menjalankan tugas mereka bertiga sangat jarang dipisahkan, karna mereka merupakan formasi lengkap. Jojo sebagai ketua, Rima sebagai tim IT dan Zidan sebagai tim keamanan.
Sampai di parkiran sekolah khusus murid hanya ada tiga motor yang terparkir disana yaitu motor Ninja milik Jojo, motor Moge milik Rima dan motor Trail milik Zidan. Kata-kata serangkai sungguh cocok untuk mereka bertiga, selain mereka pencinta kendaraan roda dua, ketiganya juga termasuk orang orang sadis dalam bertarung.
"Kalian langsung pulang?"tanya Jojo saat akan memasangkan helemnya.
"Biasa memantau cafe"ucap Rima
"Kalau aku mau ke markas untuk bereksperimen"ucap Zidan sambil menaiki motor trailnya.
Mengerti ucapan zidan yang gemar membuat beberapa penemuan yang berhubungan dengan alat alat elektronik, jadi kata kata itu bukanlah hal yang asing mereka dengar.
__ADS_1
"Baiklah hati hati kalian semua jangan terlalu dipaksakan!"ucap Jojo dengan tegas yang sudah berada di atas motornya.
"Baik Queen!"seru keduanya yang takkalah tegas dengan sang Queen mereka.
Ketiga motor yang berbeda, melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Membelah jalan yang cukup padat membuat ketiga merasakan adu kebolehan yaitu dengan berlenggak lenggok di atas motor bagaikan di atas red karpet.
Berpisah di lampu merah yang sudah menyala menjadi hijau, ketiga motor yang melaju berlawanan arah menuju ketempat tujuan masing masing.
............
Berkendara dengan jarak tempuh sekitar dua puluh menitan Jojo tiba di salah satu bengkel terbesar di kota itu. Bengkel yang awalnya tidak sebesar sekarang tentunya bengkel tersebut memiliki cerita tersendiri dalam sejarahnya.
Sampai di depan Bengkel dengan nama Ramkes Otomotif, bengkel terbesar dan terlengkap di kota itu. Bengkel yang menjadi usaha kedua Jojo selain Hotel Ramkes adalah milik Jojo sendiri.
Bahkan beberapa desain Hotel serta Bengkel adalah hasil karyaJojo dan beberapa rekan lainnya yang juga ikut terlibat.
Masih dalam keadaan memakai pakaian sekolah, Jojo memarkirkan motornya di depan Bengkelnya.
Salah satu karyawan yang melihat Jojo turun dari motor mulai mendekat kearahnya.
"Selamat datang Nona"sapa karyawan lelaki itu dengan sopan kepada sang pemilik bengkel tempat ia bekerja.
"Tidak ada, hanya mau menumpang makan saja"ucap Jojo santai.
Mendengar ucapan Jojo, karyawan pria itu hanya tersenyum karna selain tempat bekerja, tempat tidur dan bahkan numpang makan di Bengkel itu adalah beberapa kebiasaan Jojo jika datang kebengkel.
"Ah baik Nona silakan"ucap karyawan pria itu.
"Lanjutkan pekerjaanmu!"seru Jojo sambil menepuk pundak salah satu karyawannya.
Berjalan masuk ke dalam Bengkel dengan konsep terkesan cukup mewah dan nyaman, membuat kenyamanan pelanggan adalah perioritas bagi mereka.
Menuju tempat stand makanan serta minuman yang bisa di dapatkan secara gratis hanya di khususkan untuk pelanggan saja. Sedangkan untuk makanan para karyawan sudah di sediakan dari pihak restoran Rima.
Pekerjaan yang saling mendukung ataupun saling menguntungkan satu sama lain tentunya itu adalah suatu cara agar usaha tetap berjalan tanpa mengganggu usaha temen terdekat.
__ADS_1
"Mbak lemon tea sama roti kejunya satu ya?"pinta Jojo pada Mira yang bertugas di bagian stand makanan yang saat ini tengah meracik pesanan pelanggan Bengkel tempatnya bekerja.
"Sebentar ya mbak"ucap Mira tanpa melihat sang punya suara.
Melihat Mira yang cukup sibuk, Jojo hanya duduk sambil memainkan handphonenya saja.
Tidak berapa lama ternyata Mira sudah membuat pesanan yang di pesan oleh Jojo.
"Silakan dinikmati"Ucap Mira yang belum sadar akan kedatangan Jojo.
Menata pesanan di atas meja Mira mulai melihat sang pelanggang yang masih mengenakan seragam sekolah khas SMA itu, seketika ia terkejut mendapati Bosnya yang tengah duduk santai sambil memainkan handphone. Jojo yang tengah meminum lemon teanya tanpa mengalihkan pandangan dari handphonenya.
"Nona"Pekik Mira dengan suara cukup nyaring.
Mengitari meja stand Mira bergegas menghampiri Jojo dan memeluknya erat.
"Nona, kenapa lama tidak kesini?"tanya Mira sambil melepas pelukannya.
"Wow kau membuat seragam ku basah Mira"ucap Jojo dengan suara seakan membentak Mira.
Saat Mira memeluknya tadi, Jojo tengah Minum dan itu membuat gelasnya sedikit tergoncang dan beberapa airnya tumpah dan mengenai seragam sekolahnya yang berwarnah putih.
"Maaf nona"ucap Mira sedikit takut akan kemarahan Bosnya.
Melihat Mira yang takut memandangnya, Jojo hanya tersenyum tipis. Mengerjai orang orangnya adalah suatu hiburan tersendiri bagi Jojo.
Walaupun dikenal sadis bahkan juga disebut jelmaan iblis, tentu Jojo memiliki sifat jahil dan manja. Hanya saja Jojo tidak terlalu memperlihatkan bahwa ia sedang menjahili karyawannya.
"Sudahlah"ucap Jojo yang masih mempertahankan suara kesalnya kepada Mira.
"Nona, saya beneran tidak sengaja"ucap Mira dengan raut wajah pias.
"Mira Mira kamu ini selalu ceroboh jika bersama saya"Ucap Jojo sambil berdecak heran.
"Sudah tidak apa apa, lanjutkan pekerjaanmu"perintah Jojo kepada Mira.
__ADS_1
"Laksanakan Nona"Ucap Mira dengan semangat.
Mira dengan nama panjang Samira adalah seorang anak yatim piatu bahkan sebelum ia bekerja di bengkel Jojo. Mira adalah seorang anak penjual kue keliling agar bisa menghidupi kehidupannya dan biaya sekolahnya yang saat itu tengah masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.