Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
31. Kehidupan Elejar


__ADS_3

Diwaktu yang sama di kediaman Elejar, Salvina mengetuk pintu ruang kerja sang suami dan berharap Elejar tidak mengurung dirinya terlalu lama.


Mendengar suara kunci pintu dan seketika pintu terbuka otomatis, membuat Salvina masuk ke dalam ruang kerja sang suami.


"Ada apa?" tanya Elejar kepada sang istri.


"Apa kau masih merasa marah?" tanya Salvina kepada Elejar yang tengah menyandarkan di sofa sambil memejamkan matanya.


"Aku tidak marah hanya saja aku kebawa emosi" ucap Elejar yang masih dalam keadaan sama.


"Sebelumnya aku minta maaf karena Sesil membuat kalian emosi" ucap tulus Savina sambil mengelus wajah Elejar.


Dengan segerah, Elejar menegakkan badannya dan menghadap ke sang istri.


"Boleh ku bertanya?" tanya Salvina dengan lembut.


"Tanyakan saja" ucap Elejar yang tau apa yang membuat sang istri penasaran.


"Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Salvina hati-hati.


"Sesil membuat masalah kepada Jojo saat di kantor tadi" ucap Elejar sambil menghela nafas kasar.


"Kau tau sendiri siapa Jojo dan bagaimana sifatnya?. Dia tidak akan berbuat sesuka hati jika orang itu tidak mengusiknya"

__ADS_1


"Kau juga tau kan posisi dia dalam diri ku, kesuksesan, bahkan dihidup ku?" Tanya Elejar dengan tatapan serius.


Mendengar ucapan Elejar membuat Salvina mengerti jika semua yang terjadi hari ini pastilah berasal dari adiknya sendiri.


.....................


Flashback On.


Sewaktu dulu sebelum Salvina menikah dengan Elejar. Salvina pernah mempertanyakan tentang Jojo, yang membuat Elejar sangat menyayangi bahkan menghormati Jojo yang bukan berasal dari keluarga Elejar.


"Sayang, kenapa pernikahan kita di tunda?"tanya Salvina yang sedikit rasa kesal kerena pernikahannya di undur untuk kedua kali dan hal itu di karenakan Jojo yang tidak bisa hadir.


"Tunggu Jojo ada waktu" ucap Elejar yang berusaha memberi pengertian kepada calon istrinya.


"Dengarkan ini baik-baik Salvina dan aku tidak akan pernah mengatakan ini untuk kedua kalianya" ucap Elejar dengan muka serius dan mencoba agar tidak terbawa emosi.


"Memang benar, Jojo bukan berasal dari keluarga ku!. Tetapi, posisi Jojo adalah oarang yang paling berhak berada di dalam hidup ku"


"Kau tau kenapa?" tanya Elejar dan Salvina menggelangkan kepala sebagai tanda tidak tau.


"Dengarkan baik-baik, Jojo adalah orang yang sangat berarti dalam hidup ku sampai kapanpun. Karena dirinya pernah menolong diri ku dengan umur yang masih cukup belia dan disitulah aku mengenal ibunya. Di saat dia mulai beranjak remaja kami di pertemukan kembali akan insiden dia yang kehilangan ibunya, dan di situ aku berjanji akan menjaga Jojo layaknya keluarga"


"Di saat masa-masa terpuruk itu sudah berhasil ia lewati, dan itu bergantian dengan kondisi keluargaku, kedua orang tua ku meninggal karena saingan bisnis bahkan nyawa ku sudah mulai berda di ambang batas kematian"

__ADS_1


"Aku yang berpikir saat itu adalah hari terakhir ku, ternyata aku salah aku di selamatkan oleh orang yang awalnya aku belum menyadari itu adalah Jojo. Saat aku terbangun di ranjang rumah sakit, Jojo merawat ku dengan baik tanpa pamrih bahkan dia membayar pengobatan ku menggunakan uangnya sendiri"


"Setelah aku di nyatakan sembuh, aku kembali kerumah yang ditempati ku dan kedua orang tua ku. Dan itu membuat aku selalu teringat akan kejadian pada hari itu. Melihat tingkah ku yang seperti itu, Jojo memarahi ku dan ia membuat aku bangkit kembali"


"Dengan kondisi jauh dari lebih baik, aku mulai bekerja lagi di perusahaan peninggalan papa ku yang saat itu belum berganti nama menjadi BAS Crop seperti sekarang. Keadaan di perusahaan sangat kacau saat itu, beberapa investor menarik saham mereka dan beberapa perusahaan membatalkan kerja sama dengan perusahaan ku. Cobaan itu datang silih berganti dan itu semua bisa teratasi karena ada Jojo yang selalu membantu ku untuk bangkit kembali"


"Berkat bantuan Jojo aku bisa menghadapi berbagai macam masalah yang menimpa diriku. Dan saat itulah aku selalu memprioritaskan dirinya" Jelas Elejar dengan panjang lebar.


"Terima atau tidaknya, aku harus mengatakan ini Salvina. Jika aku harus memilih antar kamu dan Jojo maka aku akan sangat memilih Jojo. Kau tau kenapa?"


"Karena seorang pendamping hidup itu mudah didapatkan, dan seorang anak juga bisa didapatkan. Yang sangat susah dan bahkan hampir tidak kita dapatkan adalah, orang yang berhati tulus membantu kita tetapi kita tidak terikat darah keluarga" sambung penjelasan Elejar.


Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Elejar membuat Salvina mengerti akan posisi dirinya yang tidak sebanding dengan Jojo. Karena mereka menempati kursinya masing-masing di dalam hidup Elejar.


Flashback Off.


................................


Melihat sang istri melamun membuat Elejar memeluk tubuh Salvina lembut.


"Maaf atas sikap ku tadi" ucap Elejar yang masih memeluk Salvina.


"Tidak apa-apa aku mengerti bagaimana perasaan mu. Jika aku ada di posisi mu mungkin aku akan melakukan hal yang sama" ucap Salvina sambil membalas pelukan Elejar.

__ADS_1


__ADS_2