
Selepas kepergian Arseno dan Alexa meninggalkan area restoran. Tidak lama setelah itu Jojo juga pulang menuju kosannya.
Dipertengahan jalan, motor Jojo di hadang beberapa pengendara motor. Melihat sekitar Ada 4 pemotor yang mengelilingi dirinya, membuat Jojo membuang nafas kasar.
"Apa mau kalian?" tanya Jojo yang sudah turun dari motornya serta melepaskan helem yang ia gunakan.
"Lebih baik kau ikut kami saja nona, sebelum kami bertindak kasar" ujar salah satu dari mereka.
"Aku tidak mau!" ujar Jojo sambil melipat kedua tangannya.
"Jangan membuat kami bertindak diluar batas nona manis" ucapnya lagi sambil menyentuh dagu Jojo dan langsung di tepis kasar oleh Jojo.
"Kondisikan tangan kotor mu itu" ucap Jojo dengan geram.
"Kau terlihat bertambah menggemaskan jika sedang marah" ucap salah satu preman itu dengan tertawa.
"Hais malas sekali aku berurusan dengan sampah seperti kalian ini!" ucap Jojo dengan datar.
"Siapa yang kau bilang sampah hah?" tanya mereka dengan marah.
"Tentu saja kalian!" ujar Jojo tanpa beban.
"Kurang ajar" teriak preman itu sambil ingin melayangkan tamparan ke wajah Jojo, tetapi sebelum itu Jojo sudah menendang perut lelaki itu dan langaung jatuh tersungkur di atas jalan.
"Apa hanya segitu kemampuan kalian?" tanya Jojo.
__ADS_1
"Brengsek!" umpat mereka dengan kesal dan mulai mengepung Jojo.
Tidak mau mengurusi sesuatu hal yang bisa membuang waktunya dengan percuma, Jojo mulai memberikan pukulan serta tendangan dengan cepat.
Salah satu dari preman itu yang tidak terima di kalahkan oleh seorang perempuan membuat mereka mulai mengeluarkan senjata tajam dan ada juga yang membawa balok kayu di balik jaketnya.
"Aku sedang tidak mau bermain-main lagi!" ujar Jojo dengan kesal yang ikut mengeluarkan pistol kecilnya.
"Kamu harus mati malam ini" ujar preman itu dengan marah.
"Kita lihat saja, aku tau kalian yang akan di habisi malam ini!" ujar Jojo dengan tersenyum miring.
Dor
"Ups maaf itu hanya sebagai pemanasan pistol ku saja" ucap Jojo yang berpura-pura merasa bersalah.
"Kurang ajar!" teriak mereka yang melihat salah satu rekannya sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Apa kalian mau mencoba merasan peluru ku ini?" tanya Jojo yang mulai mengoperasikan senjatanya yang sudah siap melesatkan peluru.
"Dimana sifat arogant kalian tadi?" tanya Jojo yang melihat preman itu ada rasa keraguan.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Jojo yang sangat hafal bahwa mereka pasti orang-orang bayaran.
"Tidak mau mengaku?" tanya Jojo dengan sinis, sambil mengokang senjatanya.
__ADS_1
"Sepertinya peluru ku sangat ingin bersarang di kepala kalian!" ujar Jojo dengan tatapan tajam.
"Ampunkan kami nona, kami hanya di bayar agar melukai anda" ujar preman itu dengan memohon.
Mendengar ucapan preman yang kurang berpengalaman itu membuat Jojo menghela nafas kasar.
"Sudahlah lebih baik kalian pergi dari hadapan ku sekarang. Sebelum aku akan membunuh kalian malam ini juga"ucap Jojo dengan malas.
"Terima kasih nona dan maafkan kami" ucap preman itu dan mulai membantu yang lainnya agar bisa mengangkat tubuh teman mereka yang sudah tak bernyawa.
"Tunggu!" ucap Jojo yang melihat mereka menatap sedih kondisi teman mereka.
"Ada apa nona, apa kami membuat kesalahan lagi?" tanya mereka dengan takut-takut.
Jojo berjalan mendekat ke arah mereka sambil membawa sebuah jarum suntik. Dengan santai Jojo menyuntikkan cairan kedalam tubuh yang mulai kaku, cairan penawar itu di buat oleh Zidan dan dokter khusus black shadow.
"Ini penawar agar syaraf-syarafnya kembali normal dan jantungnya akan kembali normal" jelas Jojo.
Melihat tingkah preman yang menghadang Jojo, membuat Jojo memakai pistol yang akan melumpuhkan syarafnya saja dan detak jantung.
"Ini ambillah bawalah teman kalian kerumah sakit agar mereka mengambil pelurunya" ucap Jojo dan memberikan sejumlah uang dan kartu namanya. Jojo merekomendasikan rumah sakit BAS Crop, dan memakai kartu identitas Ramkes agar mereka cepat di tangani.
"Terima kasih banyak nona, kami pikir teman kami sudah meninggal" ucap haru preman itu.
"Simpanlah rasa terima kasih kalian itu, lebih baik kalian cepat bawa teman kalian ke rumah sakit yang aku ajukan dan masalah biaya kalian tenang saja" ucap Jojo dan langsung berbalik menuju motornya.
__ADS_1