Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
44. Berhati-hati


__ADS_3

Di luar ruangan, Rima dan Zidan menatap cemas akan keadaan Jojo. Sebenarnya yang mereka takutkan adalah Jojo tidak bisa mengendalikan dirinya dan itu bisa membuat Jojo tambah terancam.


"Jojo kau tidak apa-apakan?" tanya Rima cemas saat melihat Jojo dalam gendongan Arseno.


"Kalian tidak sekolah?" tanya Jojo santai.


"Mana bisa kami sekolah jika kami cemas memikirkan keadaan kamu" ujar Rima kesal.


"Hehehe maaf, aduh" ucap Jojo yang merasa ngilu pada sudut bibirnya.


"Makanya jangan banyak bicara, sakitkan jadinya" kesal Zidan.


Di dalam ruangan Arseno, mereka berbincang-bincang sambil mengobati luka Jojo.


"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Arseno heran.


"Biasa anak muda" jawab Zidan santai.


"Kau pikir kami sudah tua?" tanya Hendra yang kesal di katakan tua.


"Wih santai saja enggak usah ngegas gitu" ucap Zidan.


Sedangkan Rima hanya duduk santai sambil memangku laptopnya, Zidan yang duduk tepat disampingnya hanya melihat saja tanpa berkomentar.


Dengan lincah jari-jari Rima menari di atas keyboard tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya tengah saling mengejek satu sama lainnya.


Rima tersenyum miring melihat pekerjaannya selesai dengan cepat.

__ADS_1


"Hahaha kita lihat besok pasti akan terdapat berita besar dalam dunia bisnis" ucap Rima dalam hati sambil tersenyum sinis.


Jojo dan Zidan juga menampilkan ekspresi bahagia, setidaknya sedikit guncangan kecil maka perusahaan Anderson tidak semena-mena lagi.


Sejak masuk ke dalam ruangan Arseno Rima dengan segerah mengeluarkan laptopnya dan mulai memberikan beberapa virus dan celah pintu masuk agar data-data rahasia milik perusahaan Anderson Crop bisa di akses walaupun tetap sulit untu memasukinya.


Tentu saja dia melakukan itu setelah meminta persetujuan kedua temannya melalui batin.


.....................


Keesokkan harinya, terjadi keributan di perusahaan Anderson, mulai dari asisten sampai karyawannya tidak luput dari amarah Anderson.


"Kalian semua tidak becus!" bentak Anderson di ruang rapat darurat.


"Aku membayar kalian bukan untuk membuat perusahaan ku bangkrut seperti ini!" ujarnya dengan muka merah padam.


Dengab nafas naik turun, Anderson masih menatap marah para kayarwannya yang sedang menundukkan kepala.


"Kalian semua cari tahu dalang di balik semua ini!. Aku tidak mau tau pokoknya masalah ini cepat selesai!" ujar Anderson sambil berdiri dan menunjuk kepada para tim IT perusahaannya.


Dengan kasar Anderson menutup pintu rapat dengan diikuti oleh asistennya menuju keruangan khusus CEO.


Sampai diruangannya Anderson mendudukkan dirinya dengan kasar di atas kursi kebesarannya sambil memijat kepalanya dengan pelan.


"Deri, bagaimana orang-orang suruhan ku di kepolisian itu tidak bisa menjalankan perintah ku dengan benar?" tanya Anderson kepada asistennya yang bernama Deri.


"Maaf tuan, kemarin saya mendapatkan informasi jika ada seseorang yang sangat berpengaruh yang ikut campur dalam hal tersebut" jelas Deri dengan muka datar.

__ADS_1


"Setelah saya cari tahu ternyata mereka orang-orang yang tidak bisa kita remehkan, bahkan seorang pengacara terkenal dari negara M menjaminkan diri, jika wanita itu tidak melakukan kesalahan seperti apa yang kita tuduhkan" jelas Deri tanpa takut dengan suara tegas.


"Sialan ternyata anak itu punya kenalan orang hebat di belakangnya, sunggu sulit di percaya" ujar Anderson dengan geram.


"Ikuti kemanapun anak itu pergi, saya tidak mau jika dirinya akan mengusik ku di kemudian hari!" perintah tegas Anderson yang merasa harus waspada akan hal yang sangat ia hindarkan jika terjadi di masa depan.


"Baik tuan"ucap patuh Deri kepada sang atasan.


"Keluarlah!" pinta Anderson dan langsung diikuti oleh Deri tanpa banyak pertanyaan.


Dengan langkah tegas Deri keluar dari ruangan tuannya, sampai di luar ruangan sekretaris Anderson berdiri menghampiri Deri yang baru saja keluar.


"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Lala cemas.


"Tenanglah" ucap Deri lembut.


Keduanya memang memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, keduanya selalu menempatkan diri sebaik mungkin agar tidak ada yang mengetahui hubungan keduanya termasuk Anderson sekalipun.


"Syukurlah" ujar Lala merasa lega.


Setiap permasalahan yang berhubungan dengan kantor maka dirinya dan juga Deri akan kerja sangat extra agar bisa mengembalikan seperti sedia kala.


"Berhati-hatilah" ucap Lala dengan lembut dan tetap saja ada kecemasan di matanya.


"Kau juga, semuanya pasti akan cepat berakhir" ucap Deri yakin dengan tatapan meneduhkan.


Bekerja di perusahaan Anderson tentu saja keduanya bisa masuk kesana karena ada campur tangan dari Jojo. Jojo melakukan itu agar hak yang seharusnya milik Devano tetap akan berada di tangan Devano. Memiliki misi dari Jojo agar membantu Devano di masa depan agar bisa memimpin perusahaan Anderson agar lebih berkembang lagi membuat keduanya tetap bertahan walaupun sesulit apapun maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin.

__ADS_1


__ADS_2