Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
40. Kebencian


__ADS_3

Dikediaman utama keluarga Anderson dalam suasana mencekam, hal itu di karenakan Amel mengadukan tentang perbuatan Jojo kepada dirinya.


"Aku akan membuat perhitungan kepada anak ja***g itu" ucap Mamanya Amel atau Sinta Anderson.


"Papa akan memberikan pelajaran kepada anak yang tidak tau diri itu!" ucap Anderson yang sangat marah melihat kondisi anak bungsunya yang sangat kacau.


"Tidak mungkin Jojo melakukan itu jika tidak ada sebabnya" bela anak sulung dari keluarga Anderson.


"Kamu jangan membelanya! gara-gara dia keluarga kita hampir hancur!" ujar nyonya Anderson dengan geram. Kerana sejak dulu anak sambungnya ini selalu membela anak haram itu.


"Sudahlah, aku muak dengan keluarga ini" ucap Devano Anderson dan langsung meninggalkan kamar tempat Amel yang tengah istirahat.


................


"Papa harus membuat perhitungan dengan anak itu" ucap Sinta dengan marah.


"Pasti, dia harus membayar atas apa yang telah ia lakukan!" ujar Anderson dengan geram.


"Harus itu pa" ucap Sinta.


Sedangkan di kamar Devano lelaki itu tengah menelpon sang adiknya dan itu adalah Jojo.


Sambungan panggilan telpin terhubung,


"Hallo Bang" ucap Jojo yang tau kalau Abangnya pasti akan menanyakan kabarnya jika berkaitan dengan keluarga Anderson.

__ADS_1


"Hallo Dek, gimana kamu baik-baik sajakan?" tanya Devano dengn khawatir.


"Aku baik-baik saja Bang" jawab Jojo santai.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Devano dengan lega.


"Lain kali hati-hati ya, jangan sampai mereka menyakiti mu" pesam Devano yang sangat tau akan akibat jika mengusik keluarga Anderson.


"Aku akan menyakiti mereka jika mereka lebih dulu menyakiti ku" ucap Jojo dengan tegas.


"Abang selalu percaya dengan mu dan maaf jika Abang belum bisa memberikan sesuatu yang harus kau dapatkan" ucap Devano dengan sendu.


"Tidak masalah Bang, setidaknya ada Abang yang menyayangiku di keluarga itu" ucap Jojo dengan pelan.


"Abang tutup telponnya, nanti ada yang tau kalau Abang menghubungi mu dan jaga kesehatan, ada Abang yang menyayangimu" ucap Devano.


Sambungan telpon keduanya terputus, agar tidak ada yang tau jika keduanya saling bertukar kabar sampai sekarang.


..................


Sedangkan di tempat lain seorang wanita yang lagi emosi kerena mendapat kabar jika adik bungsunya di hajar oleh Jojo.


"Siapkan penerbangan ku ke tanah air" ucap Sakira agar cepat sampai di kediaman Anderson.


"Baik nona" jawab manajer Sakira dengan patuh.

__ADS_1


"Awas saja kau, akan aku buat perhitungan dengan mu karena sudah melukai adik ku" ucap Sakira kepada bayangan Jojo didepannya.


"Jika perlu aku akan membunuh mu!" ujarnya dengan marah.


Sakira di bertahu oleh manajernya jika penerbangan menggunakan jet pribadi keluarga Anderson sudah selesai izin mengudara.


Tanpa menunggu waktu lama, Sakira sudah dibawa mengudara oleh jet pribadi milik keluarganya menuju tanah air.


Sampai di kediaman Anderson tanpa menunggu waktu lama, Sakira langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamar sang adik.


Sampai di kamar Amel Sakira menatap sendu kepada sang adik tengah memejamkan mata. Melihat kondisi adiknya yang babak belur membuat Sakira tambah marah kepada pelaku yang membuat adiknya seperti itu.


"Awas saja kau harus membayar berkali-kali lipat" ucap Sakira dalam hati.


Sakira mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan terlihat ia sedang menghubungi nomor rahasia.


"Aku ingin kau menculik seorang wanita yang akan aku kirimkan data-data beserta fotonya!" ucap Sakira melalui sambungan telpon.


"Jika bayarannya setimpal maka akan dengan hati aku lakukan untukmu" ucap seseorang disebrang sana dengan fantasi liar.


"Tenang saja kau akan menerimanya nanti" ucap Sakira dengan sinis.


"Baiklah ku tunggu bayaran mu sayang" ucap seorang lelaki yang akan menjalankan perintah dari seseorang yang sering bercinta dengannya.


"Dasar bajingan, jika bukan karena aku membutuhkan bantuan mu maka akan aku bunuh kamu sekarang juga" umpat Sakira dengan kesal saat sambungan telpon terputus.

__ADS_1


"Awas saja kau ja***g kecil riwayat mu akan tamat di tangan ku" gumam Sakira dengan sinis.


__ADS_2