Hidupnya Anak Haram

Hidupnya Anak Haram
46. Rumah Calon Mertua


__ADS_3

Pada hari ini waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Jojo sudah selesai mandi dan langsung mengganti pakaian dengan baju yang cukup sopan menurutnya.


Semalam Arseno memberi kabar kepada Jojo jika keluarganya terutama kedua orang tuanya ingin berkenalan dengannya dan Jojo langsung menyutuinya.


Momen seperti ini sudah cukup lama Jojo tunggu agar ia bisa masuk kedalam keluarga Honson melalui perasaan yang ia miliki kepada Arseno serta dirinya menerima jika menjadi ibu sambung Aziel sebagai anak sambungnya kelak.


Hubungan keduanya sejauh ini dalam tahap baik-baik saja dan selama menjalin hubungan dengan Jojo, Arseno belum mengetahui siapa Jojo sebenarnya.


Dan Jojo juga belum bisa memberitahukan jati dirinya dikarenakan ada beberapa hal yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.


.................


Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan kos-kosan dengan santai. Arseno sudah mematikan mesin mobilnya dengan sempurna dan langsung keluar dari dalam mobil dan langsung bersandar di bagian pintu mobil sambil memainkan ponselnya.


Tidak lama setelah itu Jojo keluar dari dalam bangunan kos-kosan, melihat Jojo berjalan mendekatinya, Arseno juga ikut melangkah mendekati Jojo dengan tersenyum tipis.


"Sudah siap?" tanya Arseno yang sudah berdiri di depan Jojo.


"Harus dong" ucap Jojo dengan tersenyum manis dan hal itu membuat Arseno juga ikut tersenyum.

__ADS_1


"Tidak ada yang tertinggalkan?" tanya Arseno sambil membuka pintu mobil untuk Jojo masuki.


"Semuanya aman" jawab Jojo.


Mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang yang mulai melewati beberapa kendaraan yang banyak bepergian.


Tanpa canggung Jojo bersandar di lengan Arseno dan sesekali Arseno mencium puncak kepala Jojo dengan penuh kasih sayang.


"Mas, apa aku harus membeli sesuatu sebagai buah tangan?" tanya Jojo sambil melihat ke arah wajah Arseno yang sedang menyetir.


"Tidak perlu repot-repot sayang" ucap Arseno dengan lembut.


"Ya sudah kalau gitu kita mempir di toko kue saja" ucap Arseno agar Jojo tidak merasa bersalah.


Arseno melajukan mobilnya ke toko kue langganan mamanya. Selesai membeli kue mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman Honson.


.....................


Sampai di depan gerbang kediaman utama Honson, gerbang terbuka dari dalam, mobil memasuki pekarangan rumah dan Jojo mulai meneliti setiap sudut rumah itu dan cukup banyak petugas keamanan yang menjaga rumah tersebut.

__ADS_1


Mobil berhenti sempurna dan Arseno langsung turun ingin membukakan pintu untuk Jojo, tetapi Jojo sudah membukanya terlebih dahulu.


"Selamat datang di rumah orang tua mas sayang" ucap Arseno sambil menggandeng tangan Jojo dan menuntun Jojo masuk melalui pintu utama.


Pintu terbuka dan seorang pembantu laki-laki membuka pintu sambil tersenyum lebar ke arah siapa yang datang.


"Selamat datang tuan dan nona" sapa pelayan laki-laki itu dengan ramah. Jika Jojo perhatikan sepertinya dirinya adalah kepala pelayan di rumah Honson.


"Selamat malam juga" sapa Jojo dan Arseno serentak.


"Papa dan mama ada dimana?" tanya Arseno kepada pria patuhbaya di depannya.


"Ada di ruang keluarga tuan" jawabnya sambil mempersilahkan keduanya masuk.


Keduanya berjalan santai menuju ruang keluarga dan Arseno masih menggenggam tangan Jojo tanpa memperdulikan tatapan para pelayan yang menatap penasaran kepada Jojo.


Sampai di ruang keluarga Arseno melepas genggaman tangannya dan Jojo langsung menghadap ke arah Arseno. Arseno yang merasa Jojo menatap kearahnya langsung menatap ke arah Jojo sambil tersenyum manis.


"Selamat malam" ucap Arseno dengan suara cukup keras dan hal itu membuat yang berada di ruang keluarga menatap ke arah sumber suara.

__ADS_1


__ADS_2