
Perjalanan ke Negara A dengan jarak tempuh sekitar dua belas jam, Jojo memanfaatkan waktunya untuk mempelajari beberapa berkas tentang proyek yang ada di Negara A.
"Kak Leo sama kak sherly, boleh aku baca baca dokumennya?"tanya Jojo kepada mereka berdua.
"Tentu Nona"Sahut keduanya dengan serempak.
"Jangan terlalu formal ya!, keluar kan semua beberapa dokumen penting yang perlu aku pelajari"ucap Jojo
Keduanya memberikan beberapa dokumen tentang pembangunan yang ada di Negara A, dan juga beberapa email yang Sherly serahkan kepada Jojo.
"Apa ini sudah semua?"tanya Jojo sambil menghitung jumlah dokumen yang ada di pangkuannya.
"Sudah semua"ucap keduanya kompak.
"Lebih baik kalian istirahat saja, karna perjalanan kita ini cukup melelahkan!"ucap Jojo yang mulai membaca setiap lembar dokumen yang ada di pangkuannya.
"Apa tidak apa apa Nona?"tanya Sherly mencoba mengakrabkan diri.
"Santai saja"ucap Jojo dengan santai.
Menghabiskan waktu kurang dari dua jam, Jojo sudah memahami beberapa dokumen dan email yang berada di depannya. Melihat disebelah sisi kanannya ia melihat Leo dan juga Sherly tengah memejamkan mata.
Melihat hal itu Jojo berusaha untuk ikut memejamkan matanya, walaupun ia tidak bisa tidur setidaknya ia bisa mengistirahatkan matanya dengan cara memejamkannya.
Sampai di Negara A dengan selamat, menginjakkan kaki di bandara Negara A. Mereka sudah di sambut oleh anak buah Jojo, yang mengamankan kedatangan mereka.
Memasuki mobil yang sudah di persiapkan untuk menjemput mereka. Ketiganya masuk kedalam mobil yang berwarna hitam.
Berkendara sekitar lima belas menitan, mereka sampai di salah satu Hotel bintang lima. Ketiganya turun dan menuju masuk kedalam Hotel.
Ternyata nama mereka sudah terdaftar bahkan pembagian kunci kamar sudah mereka pegang masing masing.
Masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Karena besok pagi mereka akan ke kantor cabang perusahaan yang ada di Negara tersebut.
..............
Di tempat lain
Seorang lelaki bertubuh tegap tinggi dan berotot tengah merenungi apa yang terjadi hari ini.
Arseno, dia adalah Arseno Honson Pratama, merasa bersalah karena sudah menuduhkan yang tidak tidak tentang Jojo. Bahkan ia sendiri yang belum terlalu mengenal tetapi sudah membuat kesimpulan.
__ADS_1
Melihat tatapan kecewa bercampur sedih Jojo tadi siang membuat Arseno merasa tambah bersalah.
"Semoga kita ketemu lagi"ucap Arseno dengan sejuta penyesalan sambil memandang ponsel Jojo yang masih berada di tangannya.
Tadi siang Mira ingin membawa ponsel Jojo tetapi Arseno menolak dan ingin memberikan langsung kepada Jojo sekalian ia akan meminta maaf akan sikapnya tadi siang.
"Jangan pernah menilai seseorang jika kamu tidak mengenalnya dari luar maupun dalam!"ucap Mira dengan penuh penekanan terhadap sikap Arseno kepada Jojo.
Masih dalam memandangi ponsel Jojo yang tidak bisa ia bukak. Karena ponsel Jojo memiliki tingkat keamanan yang cukup rumit dan hanya Jojo yang bisa membukanya.
..............
Pagi harinya, dengan setelan kerja formal yang jarang ia kenakan, Jojo menatap dirinya dari dalam kaca besar.
"Sempurna"ucap Jojo yang melihat tampilannya terlihat lebih dewasa. Melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh, Jojo melangkah keluar dan menemui bawahannya yang sudah menunggu di depan pintu kamarnya.
Pintu kamar terbuka memperlihatkan seorang wanita yang menggunakan setelan formal dan juga haigheels setinggi tujuh centi dan rambut palsu berwarna hitam yang jauh lebih panjang dari rambut aslinya.
Kedua orang yang hari ini menjadi bawahannya merasa takjub dengan penampilan Jojo hari ini. Melihat keduanya yang masih menatap kearahnya Jojo mulai buka suara.
"Saya tau saya cantik!"seru Jojo dengan percaya diri.
"Ah maaf Nona"ucap keduanya sedikit gugup.
Siapa yang tidak mengetahui desas desus nama Ramkes di perusahaan BAS Crop. Bahkan para karyawan dan juga CEO BAS Crop mengakui akan kecerdasan seorang yang bernama Ramkes. Dan sekarang orang yang mereka belum pernah lihat ternyata berdiri didepan mereka, oh tuhan sungguh kebaikan apa yang pernah kami lakukan. Sehingga bisa melihat secara langsung sang legendaris ini, pikir keduanya.
"Nona apa benar anda Nona Ramkes?"tanya Sherly yang memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
"Tentu saja"sahut Jojo dengan heran tingkah
keduanya.
"Ayo kita berangkat"Ucap Jojo yang melangkah terlebih dahulu menuju lobi Hotel.
Ketiganya memasuki mobil yang sudah siap mengantar mereka ke perusahaan cabang BAS Crop di Negara itu.
Tidak membutuhkan waktu lama mobil yang membawa Jojo, Sherly dan juga Leo sampai di depan perusahaan BAS Crop. Mobil yang sudah berhenti sempurna didepan pintu masuk, tetapi ketiga orang itu belum juga turun.
"Kalian keluarlah terlebih dahulu"perintah Jojo dengan tegas.
Keduanya dengan patuh keluar dari dalam mobil dan berdiri di sisi pintu mobil yang diduduki oleh Jojo. Jojo yang masih berada dalam mobil, sibuk memainkan ponselnya dan terlihat beberapa kali menghubungi bawahannya untuk melakukan tugas rahasia darinya.
__ADS_1
Sudah sepuluh menit, tetapi Jojo belum kunjung keluar dari dalam mobil. Leo dan juga Sherly bertanya tanya apa yang membuat Nona mereka tidak kunjung keluar.
Tidak lama, Jojo keluar dari dalam mobil dengan berwajah datar ia menatap gedung yang ada di depannya.
...............
Memasuki kantor BAS Crop ketiganya menjadi pusat perhatian bagi karyawan disana. Disamping meja resepsionis ternyata seorang lelaki paruhbaya tengah menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang Nona Nona dan Tuan"sapa lelaki itu dengan sopan.
"Terima kasih"balas Sherly dengan ramah sebagai perwakilan mereka bertiga.
"Perkenalkan Nama saya Haris"ucap pak Haris memperkenalkan namanya kepada Jojo.
Sedangkan untuk Sherly dan juga Leo, pak Haris sudah kenal. Karena mereka berdua sering menemani perjalanan bisnis tuan Elejar.
Melihat pria paruh baya itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengannya. Jojo hanya menatap datar tangan itu tanpa mau menyambutnya.
"Ramkes"ucap Jojo singkat.
"Wah, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda Nona"ucap pak Haris dengan senang.
Haris Utomo adalah seorang wakil presedir yang mengelolah BAS Crop yang ada di Negara A.
Berjalan di samping Jojo, Pak Haris menceritakan dengan semangat apa saja perkembangan yang sudah dicapai oleh perusahaan ini. Jojo hanya diam mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan oleh Pak Haris.
Mereka berempat menuju lantai 36, lantai 36 merupakan lantai tempat khusus ruang presedir dan wakil presedir berada. Sampai di lantai 36 seorang wanita muda berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Selamat pagi tuan tuan dan nona nona"sapa sekretaris wanita itu dengan sopan.
...............
Sampai di rungan presedir mereka memasuki ruangan itu dengan santai dan mendudukkan diri mereka di sofa yang ada diruangan itu.
Berita yang sangat cepat menyebar di kalangan karyawan, bahwa hari ini ada tamu yang akan datang dari kantor pusat membuat mereka bersiap siap untuk melihat siapa tamu mereka kali ini.
Rapat yang sudah di jadwalkan jam delapan lewat sepuluh menit, membuat para karyawan mulai berdatangan keruang rapat agar tidak terlambat.
Hari ini dengan sengaja Jojo mengadakan rapat mendadak, agar ia bisa melihat kinerja dari para karyawan BAS Crop.
Jojo memainkan ponsel pintarnya sambil menunggu jadwal rapat tiba.
__ADS_1
Menunggu selama lima belas menit dan jam sudah menunjukkan jam delapan tepat. Mereka mulai beranjak dari ruangan itu untuk menuju ruang rapat yang berada di lantai 35.