
Di malam yang sama seorang wanita yang baru turun dari jet pribadi. Berjalan menuju lobi Bandara, mereka berjalan berdampingan menuju ke arah orang-orang yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Jangan sampai identitas ku terbongkar, jika ada yang bertanya tentang ku katakan saja kalau aku ini sepupu dari Elejar!"ucap Jojo memperingati keduanya.
"Baik Nona"ucap keduanya patuh tanpa banyak pertanyaan.
Sampai di lobi Bandara, anggota Black Shdow sudah menunggu kedatangan Queen mereka. Melihat lambang ciri khas anggota Black Shdow membuat Leo dan juga Sherly mematung.
"Ternyata dugaan ku tidak salah, bahwa kamu bukanlah orang biasa"ucap Sherly dalam hati saat memperhatikan Jojo yang di sambut baik, para anggota Black Shadow.
"Sungguh misterius"gumam Leo yang ikut menyaksikan perlakuan para lelaki berseragam hitam memperlakukan Jojo dengan sangat baik.
Mobil yang membawa Jojo sudah meninggalkan pekarangan Bandara, dan tak lama diikuti oleh sebuah mobil yang mengantar Sherly dan juga Leo ke tempat mereka masing-masing.
.................
Pagi hari Jojo berangkat kesekolah di antar oleh salah satu anak buahnya. Karena ia semalam pulang ke markas mereka karna melakukan beberapa pekerjaan yang darurat.
Lelah, tentu saja Jojo merasa lelah apalagi yang jadwal tidurnya yang tidak normal.
Memijit pelipis yang terasa sedikit sakit membuat Jojo memejamkan matanya di sepanjang perjalanan menuju sekolah.
"Nona, apa kamu sakit?"tanya salah satu anggota yang mengantar Jojo kesekolah.
"Hanya sedikit pusing"jawab Jojo yang masih memejamkan matanya.
"Apa sebaiknya kita kerumah sakit nona?"tanyanya yang khawatir keadaan Jojo.
"Tidak perlu"ucap Jojo.
"Baik nona"ucapnya patuh.
Sampai di gerbang sekolah BAS Crop, mobil yang dinaiki Jojo berhenti tepat ditempat parkir sekolah, agar Jojo tidak terlalu jauh berjalan menuju ruang kelasnya.
"Terima kasih, tidak usah menunggu ku. Karna aku akan pulang bersama Rima"ucap Jojo sambil keluar dari dalam mobil.
Keluar dari dalam mobil, Jojo sudah disambut oleh Rima dan juga Zidan yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Jojo dengan antusias.
"Jojo!"panggil keduanya yang berjalan mendekat ke arah Jojo.
"Bagaimana pekerjaannya lancar saja kan?"
"Aku dengar-dengar kamu sudah membasmi tikus kecil di sana!. Bagaimana disana seru tidak?"tanya Rima dengan antusias tanpa menunggu jawaban dari Jojo.
"Tunggu dijawab dulu, baru ditanya lagi"ucap Zidan sambil memukul kepala Rima dengan pelan.
__ADS_1
"Haiss, Oke oke. Terus gimana dengan pertanyaan ku tadi?"tanya Rima yang masih menuntut jawaban Jojo.
"Biasa saja"ucap Jojo cuek dan melangkah duluan meninggalkan Rima yang masih mencerna ucapan Jojo.
"Haiss, untung sayang"gerutu Rima sambil berjalan cepat menyusul Zidan dan Jojo yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Sampai di kelas, mereka menatap bingung melihat kelas mereka yang biasanya rusuh tapi kali ini hening dan bahkan tidak ada orang didalamnya.
"Loh, pada kemana ini anak?"tanya Rima bingung.
"Entahlah"ucap Jojo dan Zidan serempak.
Sibuk pemikiran masing-masing ketiga masih saja berdiri didepan pintu sambil menatap bingung keadaan kelas yang masih kosong.
"Kenapa kalian masih disini?"tanya seorang guru yang sedang berpatroli.
"Ini pak, kenapa kelas kami sepi seperti kuburan?"tanya Rima
"Lah, kalian ini nggak baca pengunguman ya? kan hari ini ada sosialisasi di ruang serba guna.
"Iya yah"ucap Rima cengengesan.
"Iya Rima, sudah sana kalian susul teman-teman kalian kesana!"perintah guru lelaki itu.
..................
"Kalian ini, kenapa susah sekali disiplin"ucap guru piket tersebut geram akan kelakuan mereka bertiga.
"Nanti cantiknya ilang bu, kalau marah terus"ucap Rima dengan nada menggoda.
"Kamu ini bisa saja"jawab guru itu yang tersipu malu akan ucapan yang dilontarkan oleh Rima.
Ketiganya masuk melalui pintu belakang, berjalan dengan santai ketiganya duduk di bangku paling pojok di ruangan itu.
Sedangkan didepan sudah ada beberapa polisi yang menjelaskan materi tentang bahayanya narkoba jika dikonsumsi.
"Nah untuk adek-adek sekalian kalian jangan pernah menjual, mencoba ataupun memiliki barang terlarang itu"ucap seorang polisi tampan yang sedang menjadi pembicaraan para sisiwi disana.
"Aduh ganteng banget"
"Pengen banget jadi istrinya"
"Bakal jadi bibit unggulan ini, kalau bisa menikahinya"
Berbagai macam komentar para siswi yang mereka bertiga dengar di bagian pojok belakang ruangan.
__ADS_1
"Ternyata mereka cukup tampan"ucap Rima sambil memperhatikan para polisi yang ada di depan.
"Iya kan Jo?"tanya Rima.
Melihat kesamping, Jojo tengah memejamkan matanya dan Rima serta Zidan membiarkan hal tersebut tanpa mengganggu waktu tidur Jojo.
Sudah setengah jam Jojo memejamkan matanya dan tak sengaja Rima memperbaiki jaket yang menutupi kepalanya. Saat memperbaiki jaket, Rima merasa pipi Jojo terasa panas dan itu membuat Rima panik bercampur khawatir.
"Zidan, Jojo demam" ucap Rima dengan nada bergetar menahan tangis.
"Serius?"tanya Zidan dengan nada khawatir.
"Iya, aku takut ia kenapa-kenapa"ucap Rima yang sudah tidak bisa menahan laju air matanya.
"Apa kamu bawa obatnya?"tanya Rima dengan nada khawatir dan langsung di jawab oleh Zidan dengan anggukkan kepala.
Karena mereka bertiga cukup berisik dan beberapa siswa lainnya merasa terganggu, dan mereka mulai mengalihkan pandangan ke bagian belakang.
"Yang paling belakang!, jika kalian tidak menyukai kelas sosialisasi ini silakan keluar!"seru polisi itu dengan keras.
Mendengar suara yang cukup nayring membuat Jojo membuka matanya, mata yang mulai memerah dan wajah yang sedikit berubah kuning. Membuat Rima dan Juga Zidan bertambah khawatir keadaan Jojo.
"Kalian bertiga silahkan keluar!"ucap polisi itu lagi dan ternyata itu adalah Arseno yang tengah bertugas menyampaikan materi didepan.
"Masih kuat untuk jalan?"tanya Rima dengan suara bergetar.
Tanpa memperdulikan ucapan Rima, Jojo berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari ruangan itu.
Berjalan dengan rasa pusing yang semakin terasa, membuat Jojo beberapa kali menghela nafas kasar. Melangkah dengan perlahan sambil menundukkan pandangannya, Jojo sudah berdiri tepat di depan Arseno.
Sebenarnya saat masuk ke ruang serba guna tadi, Jojo sudah menduga bahwa itu adalah suara milik Arseno pria incarannya.
Berdiri dihadapan Arseno yang masih menundukkan pandangannya. Membuat orang-orang menjadi bingung melihat Jojo berhenti didepan polisi tampan itu.
Saat manaikkan pandangannya Jojo melihat ke arah Arseno dengan tatapan sayu.
Deg
Ternyata oarang yang sudah dua hari aku cari sudah ada didepan ku pikir Arseno mengingat perjuangannya agar bisa menemui Jojo.
"Maaf"lirih Jojo dan mulai melanjutkan langkahnya yang terasa semakin berat.
Tidak kuat menahan beban tubuhnya, membuat tubuh Jojo jatuh dan hampir menyentuh lantai yang keras.
Rima dan Zidan yang berada tepat dibelakang Jojo berusaha menahan tubuh Jojo yang akan terjatuh. Tetapi mereka kalah cepat dengan Arseno yang sudah menahan pinggang Jojo.
__ADS_1
Tanpa menungu lama, Arseno langsung menggendong Jojo menuju UKS.
"Hendra ambil alih"ucap Arseno memberi perintah kepada Hendra untuk mengamankan kondisi ruangan tidak terkontrol.