
Baru tiga langkah, dua suara tembakan beruntun terdengar di telinga mereka membuat mereka menghentikan langkahnya seketika.
Dor
Dor
.............
"Apa yang terjadi?"pertanyaan dalam diri mereka setelah mendengar suara tembakan yang sangat dekat dengan mereka.
Membalikkan badan, seketika membuat mereka membatu apa yang mereka lihat saat ini.
"Aku sudah sangat berbaik hati memberikannya kesempatan tapi dia sendiri yang tidak menginginkan itu!"ucap Jojo sambil menyimpan pistolnya kembali.
"Lihat, jika kita terlalu baik kepada seseorang, maka orang itu akan menggigit kita!"tambah Jojo lagi.
Berjalan dengan santai, Jojo melangkah keluar dan menuju tempat mobilnya yang terparkir dan meninggalkan ketiga orang yang sedang menatap iba melihat keadaan Larry yang sudah tidak bernyawa lagi.
Dirasa puas melihat keadaan Larry yang sudah tak bernyawa akibat luka tembak yang tepat pada dada kirinya. Leo dan juga Sherly pergi menyusul Jojo yang sudah duduk didalam mobil dibangku bagian penumpang.
Keduanya masuk di bangku bagian depan dengan Leo yang mengemudi dan Sherly yang duduk di sampingnya. Meninggalkan tempat itu dengan kesunyian dan meninggalkan Yudi yang tengah menatap sedih mayat mertuanya.
Jojo sudah memerintahkan seseorang agar membantu Yudi untuk mengurus jasad tubuh Larry untuk dikebumikan.
Masih dalam keadaan sunyi dan tidak ada yang membuka suara ketiganya larut dalam kegiatan masing-masing.
Leo yang fokus mengemudi, Sherly yang sesekali terus menatap ke arah belakang melalui kaca tengah mobil, sedangkan Jojo bersandar di sandaran kursi sambil melipat tangannya didepan dada dengan mata yang terpejam.
Merasa seseorang yang terus menatap cemas kearahnya, membuat Jojo bersuara.
"Tanyakan apa yang mau ditanyakan"ucap Jojo yang masih dalam keadaan mata terpejam.
"Ah maaf nona, emm apa nanti tidak bermasalah kemudian hari, karna nona telah membunuh seseorang?"tanya Sherly dengan nada hati-hati yang takut terkena amukan iblis.
__ADS_1
"Menurutmu?"tanya Jojo balik tanpa menjawab pertanyaan yang Sherly ucapkan.
"Dengarkan ini!"ucap Jojo dengan nada serius sambil menatap kedepan.
"Kurasa kalian sudah cukup lama bekerja di BAS Crop!. Apa selama ini, kalian bekerja pernah melihat kejadian tadi atau pernah mendengar berita tentang kejamnya BAS Crop?"tanya Jojo pada keduanya.
"Pernah nona bahkan itu sudah menjadi pembicaraan para kalangan pembisnis"ucap Sherly sambil mengingat-ingat kejadian yang atau kabar yang pernah iya dengar.
Sedangkan Leo hanya menganggukkan kepala saja sebagai respon dari pertanyaan yang Jojo ucapkan.
"Dalam hal ini bukan orang-orang yang bekerja di perusahaan itu yang harus mereka hindarkan, yang mereka harus hindarkan yaitu orang-orang yang berada di belakang layar perusahaan BAS Crop"ucap Jojo yang masih penuh teka teki.
"Maksudnya Nona?"tanya Sherly yang semakin penasaran.
"Semakin sedikit yang kalian ketahui maka itu semakin baik untuk kalian"ucap Jojo dengan santai.
"Nona apa saya boleh bertanya sekali lagi?"tanya Sherly yang masih akan rasa penasaran apa yang Jojo ucapkan tadi.
"Maaf sebelumnya nona, selama saya bekerja menjadi sekretaris tuan Elejar kenapa saya tidak pernah melihat anda diperusahaan untuk bekerja atau sekedar bertamu saja?"tanya Sherly dengan raut wajah penuh kebingungan.
"Bukankah tadi sudah saya ucapkan, berhati-hatilah terdapat orang-orang yang ada dibelakang layar perusahaan BAS Crop!"ucap Jojo yang masih mengisyaratkan penuh makna.
Mendengar ucapan Jojo, Leo dan juga Sherly mulai memahami bahwa Jojo merupakan orang-orang penting dalam kesuksesan perusahaan BAS Crop yang sudah menjadi No satu di dunia.
Elejar juga beberapa kali mengatakan kepada para atasan di perusahaannya bahwa,
"Apa yang aku miliki dan apa yang aku pimpin saat ini, tentunya tidak bisa terlepas dari orang-orang hebat yang berdiri dibelakang saya"ucap Elejar tanpa keraguan sedikitpun disetiap ucapannya.
"Jadi jangan pernah meremehkan orang-orang yang sudah berdiri dibelakang, layaknya sebagai tembok yang kokoh untuk menahan beban yang ada di depan kita agar kita tidak terjatuh!"ucap Elejar untuk memperingatkan para petinggi yang ada di perusahaan pusat.
Kembali dalam pemikiran mereka
"Benar kata pepatah, dibalik berdirinya rumah yang kokoh ada pondasi yang kuat dibawahnya untuk menahan segalanya"pikir mereka berdua.
__ADS_1
Keduanya sungguh menatap kagum kepada Jojo yang awalnya mereka pikir sebagai anak sekolahan biasa tapi ternyata ia adalah termasuk orang-orang yang hebat.
..............
Sampai di Hotel tempat mereka menginap, keginya masuk kedalam kamar mmereka masing-masing untuk beristirahat. Karena besok pagi mereka akan kembali ke Negara asal karna tugas mereka sudah selesai di Negara A.
Sampainya didalam kamar yang bernuansa putih, Jojo berbaring di atas sofa tanpa melepaskan sepatunya.
Merasa lelahnya cukup berkurang, Jojo masuk kedalam kamar mandi dan mengganti pakainnya yang lebih santai.
Keluar dari dalam kamar mandi Jojo duduk di pinggir tempat tidurnya.
Saat duduk di di pinggiran ranjang, Jojo baru teringat bahwa Hp nya masih berada di tangan polisi yang telah menilangnya waktu itu.
Sebenarnya Jojo sudah mengetahui identitas seorang Arseno, Arseno merupakan anak pertama dari keluarga Honson orang terkaya ketiga di dunia. Tetapi hanya beberapa orang saja di pihak kepolisian yang mengetahui identitas asli Arseno, yang mereka tau bahwa Arseno merupakan seorang duda beranak satu yang sudah berumur delapan tahun.
Sudah beberapa kali Jojo berpapasan dengan Arseno, tentu saja Arseno tidak menyadari hal itu. Karena Jojo hanya menatap dari kejauhan saja.
"Aku akan menaklukkanmu polisi tampanku!"ucap Jojo dengan penuh semangat dan berbagai rencana licik di benaknya siap untuk dijalankan.
Siapa yang tidak jatuh akan pesona sang duda yang sudah mempunyai anak itu. Memiliki bentuk tubuh yang berotot, kekar, mempunyai tinggi badan sekitar 182 cm, dan kulit berwarna kuning langsat. Membayangkannya saja membuat Jojo semakin bersemangat untuk menaklukkan sang duda polisi tampan itu.
Sibuk dalam membayangkan kehidupannya dengan Arseno membuat Jojo mulai meresa mengantuk.
Jojo termasuk orang yang susah tidur jikapun ia tidur maka akan tertidur selama tiga atau dua jam saja. Menjalani hidup dalam penuh kewaspadaan tinggi membuat Jojo semakin terbiasa akan jadwal tidurnya yang cukup singkat untuk manusia normal lainnya.
Pagi harinya Jojo sudah bersiap untuk kembali ketanah air begitu juga dengan Leo dan Sherly
yang sudah menunggu Jojo di lobi Hotel.
Untuk urusan pekerjaan di Negara A, Jojo serahkan sepenuhnya kepada Pak Haris untuk mengelolah cabang yang ada disana.
Selsai cek out Hotel tempat mereka menginap ketiganya diantar petugas Hotel menuju bandara. Untuk kepulangan mereka, Jojo meminta saat kembali dari bertugas mereka menaiki jet pribadi milik BAS Crop, dengan tujuan agar cepat sampai ke tanah air.
__ADS_1